Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

  2. Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat

  3. Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

  4. Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

  5. Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

B
Penulis: Bagus Priambodo, Ph.D. | Universitas Negeri Malang
04 November 2026, 13.54 WITA Editor: Rafi Adinata
6 menit baca
Bakteri Usus Katak Sawah

MALANG, JurnalPost.com – Tim peneliti Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM), berhasil mengidentifikasi 4.126 varian sekuens bakteri dalam penelitian keanekaragaman mikrobiota usus katak sawah (Fejervarya limnocharis) di kawasan pertanian Malang Raya.

Penelitian yang memanfaatkan pendekatan metagenomik dan analisis bioinformatika ini bertujuan memetakan keragaman mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan katak sawah, sekaligus mengkaji perbedaan struktur komunitas bakteri pada lingkungan pertanian organik dan konvensional yang menggunakan bahan kimia sintetis.

IKLAN

Riset tersebut dipimpin oleh Bagus Priambodo, M.Si., M.Sc., Ph.D., bersama sejumlah peneliti, yakni Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si., Farid Akhsani, S.Si., M.Si., Fauzi Akhbar Anugrah, M.Si., Ph.D., Listyo Yudha Irawan, M.Pd., M.Sc., Takeshi Igawa, Ph.D., serta Fikri Mahib Wahyudi.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai kekayaan mikroorganisme yang hidup bersimbiosis dengan amfibi, sekaligus membuka peluang kajian lebih lanjut terkait potensi bakteri usus sebagai sumber senyawa antibakteri alami.

Mengungkap Keanekaragaman Mikroba dalam Usus Katak Sawah

Selama ini, penelitian mengenai potensi antibakteri pada amfibi lebih banyak berfokus pada senyawa yang dihasilkan melalui sekresi kulit. Padahal, bagian tubuh lainnya, termasuk saluran pencernaan, juga menjadi habitat berbagai mikroorganisme yang berpotensi memiliki fungsi biologis penting.

Berangkat dari pemahaman tersebut, tim peneliti FMIPA UM memilih katak sawah sebagai objek penelitian. Spesies ini diketahui memiliki persebaran luas dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, termasuk kawasan persawahan dan lahan pertanian.

Katak sawah juga memiliki hubungan erat dengan ekosistem tempat hidupnya. Perubahan kondisi lingkungan, termasuk penggunaan bahan kimia pertanian, diduga dapat memengaruhi komposisi mikroorganisme yang hidup di dalam tubuhnya.

Hima Care
Baca Juga

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Untuk mengidentifikasi keanekaragaman bakteri tersebut, peneliti menggunakan teknik metagenomic amplicon sequencing dengan menargetkan gen 16S rRNA. Teknik ini memungkinkan identifikasi dan pemetaan komunitas bakteri berdasarkan materi genetik yang ditemukan dalam sampel.

Dok Bakteri Usus Katak Sawah

Melalui analisis tersebut, tim berhasil memperoleh 4.126 Amplicon Sequence Variants (ASV), yakni varian sekuens DNA yang digunakan untuk menggambarkan keragaman mikroorganisme dalam suatu komunitas.

Temuan ini menunjukkan bahwa saluran pencernaan katak sawah menyimpan komunitas bakteri yang beragam dan masih terbuka untuk dieksplorasi lebih jauh.

Keberadaan komunitas bakteri tersebut menjadi perhatian karena mikroorganisme tertentu berpotensi menghasilkan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis, termasuk sifat antibakteri.

Kirchgeorg
Baca Juga

Mengenal eProbe, Drone yang Membantu Mengungkap Kehidupan Tersembunyi di Kanopi Hutan

Meski demikian, identifikasi keragaman bakteri merupakan tahap awal. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan jenis mikroorganisme yang memiliki kemampuan menghasilkan senyawa antibakteri serta menguji efektivitas dan keamanannya.

Keragaman Bakteri Lebih Tinggi di Kawasan Pertanian Organik

Selain mengungkap biodiversitas mikroorganisme, penelitian ini juga membandingkan komunitas bakteri usus katak sawah yang ditemukan di kawasan pertanian dengan sistem pengelolaan berbeda.

Pengambilan sampel dilakukan pada sejumlah wilayah pertanian di Malang Raya. Kawasan Pakisaji dan Kedungkandang mewakili lingkungan pertanian organik, sedangkan Tunggulwulung dan Merjosari menjadi lokasi pengamatan pada pertanian anorganik atau konvensional.

Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan keragaman komunitas bakteri antara kedua kelompok lingkungan tersebut.

Pada sampel katak dari kawasan pertanian organik, peneliti menemukan 2.362 taksa unik. Sementara itu, sampel dari kawasan pertanian konvensional menunjukkan 1.117 taksa unik.

Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa komunitas bakteri pada katak yang hidup di kawasan pertanian organik memiliki kekayaan taksonomi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diamati pada lahan konvensional.

Temuan ini menjadi salah satu petunjuk penting untuk memahami hubungan antara praktik pengelolaan lahan dan kondisi komunitas mikroorganisme pada satwa yang hidup di dalamnya.

IKLAN

Penggunaan pestisida dan bahan kimia sintetis dalam kegiatan pertanian dapat menjadi salah satu faktor tekanan lingkungan yang memengaruhi organisme non-target, termasuk mikroorganisme yang berasosiasi dengan satwa liar.

Namun, perbedaan komunitas bakteri tersebut juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan lainnya, seperti karakteristik habitat, ketersediaan makanan, kondisi tanah, dan kualitas air.

Karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk menjelaskan secara lebih mendalam hubungan antara paparan pestisida dan perubahan komunitas mikrobiota usus katak sawah.

Mendukung Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Penelitian yang dilakukan tim FMIPA Universitas Negeri Malang ini juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-15 tentang Ekosistem Daratan.

Salah satu target dalam tujuan tersebut adalah mengurangi degradasi habitat alami, menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati, serta melindungi spesies yang terancam.

Dalam konteks ini, penelitian mikrobiota usus katak sawah memberikan sudut pandang tambahan mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan pertanian.

Keanekaragaman hayati tidak hanya mencakup tumbuhan dan hewan yang mudah diamati, tetapi juga komunitas mikroorganisme yang memiliki peran dalam berbagai proses biologis.

Mikroorganisme yang hidup bersimbiosis dengan hewan dapat berkontribusi terhadap proses pencernaan, metabolisme, dan fungsi pertahanan tubuh. Perubahan komposisi komunitasnya berpotensi memengaruhi keseimbangan biologis organisme inang.

Oleh sebab itu, pemahaman mengenai hubungan antara aktivitas pertanian dan mikrobiota satwa menjadi bagian penting dalam kajian kesehatan ekosistem.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah dalam mendorong praktik pertanian yang lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan perlindungan habitat satwa liar.

Membuka Peluang Pengembangan Agen Antibakteri Alami

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap resistensi antibiotik, eksplorasi sumber senyawa antibakteri baru menjadi salah satu bidang penelitian yang terus dikembangkan.

Keanekaragaman mikroorganisme dalam saluran pencernaan amfibi menawarkan peluang untuk menemukan bakteri dengan karakteristik biologis yang belum banyak dipelajari.

Melalui hasil pemetaan yang telah diperoleh, tim peneliti memiliki landasan awal untuk menentukan kelompok bakteri yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Tahapan penelitian berikutnya dapat diarahkan pada isolasi mikroorganisme, pengujian aktivitas antibakteri, hingga karakterisasi senyawa aktif yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan penelitian farmasi.

Penelitian ini mendapat dukungan pendanaan melalui skema Kompetitif KBK dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan penelitian dasar yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.

Melalui identifikasi ribuan varian bakteri dalam usus katak sawah, tim FMIPA UM menunjukkan bahwa ekosistem pertanian menyimpan kekayaan mikroorganisme yang penting untuk terus diteliti.

Temuan ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan penelitian antibakteri berbasis bahan alam, sekaligus memperkuat dasar ilmiah pengelolaan lahan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/peneliti-fmipa-um-bakteri-usus-pada-katak-sawah-malang/98531/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 14.54 WITA

  • #FMIPA UM
  • #Pertanian Organik
  • #Universitas Negeri Malang
  • #antibakteri alami
  • #bakteri usus katak
  • #katak sawah
  • #keanekaragaman hayati
  • #metagenomik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat

Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Pilihan Editor

  1. 1 Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines
  2. 2

    Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

  3. 3

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  4. 4

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.