MALANG, JURNALPOST – Inovasi produk tidak cukup hanya mengandalkan ide kreatif. Kemampuan membangun kepercayaan konsumen juga menjadi bagian penting agar sebuah produk dapat diterima dan digunakan masyarakat.
Prinsip tersebut diterapkan Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Negeri Malang (UM) dalam mengembangkan WHISH (Whitening Hybrid Innovative Sheet for Hygienic Shoes), tisu ramah lingkungan yang dirancang untuk membantu perawatan harian sepatu putih sekaligus mencegah munculnya warna kekuningan.
Produk ini dikembangkan melalui perpaduan riset ilmiah, inovasi teknologi, pemanfaatan bahan berkelanjutan, serta strategi pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Bagi Tim PKM-K UM, membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk baru menjadi salah satu perhatian utama. Karena itu, pengembangan WHISH tidak hanya berfokus pada formulasi, tetapi juga diawali dengan identifikasi kebutuhan pasar, pengujian produk, hingga penyusunan strategi komunikasi yang mudah dipahami masyarakat.
Pendekatan tersebut dilakukan agar inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak sekadar menawarkan keunikan, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi yang relevan untuk kebutuhan sehari-hari.
WHISH dikembangkan oleh tim yang diketuai Sekar Wahyu Ningtyas, mahasiswa S1 Pendidikan Bisnis, bersama Ervina Mei Ananda Putri dari S1 Pendidikan Bisnis, Adrian Arif Pambudi dari S1 Biologi, Salwa Avisa Yumna Salsabila Suprapto dari S1 Pendidikan Kimia, serta Kharisma Putri Ambarwati dari S1 Pendidikan Bisnis.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut memungkinkan pengembangan WHISH dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari aspek ilmiah, pemilihan bahan, keberlanjutan produk, hingga strategi pemasaran dan komersialisasi.
Salah satu keunggulan WHISH terletak pada pemanfaatan bahan baku yang memiliki nilai tambah sekaligus mempertimbangkan aspek lingkungan. Lembaran tisunya menggunakan serat ampas tebu sebagai bahan biodegradable.
Tim juga memanfaatkan ekstrak kulit lemon yang berasal dari limbah industri minuman. Bahan tersebut diproses menggunakan teknologi nanoenkapsulasi. Selain itu, WHISH dilengkapi biosurfaktan alami berbahan ekstrak lidah buaya yang digunakan untuk membantu membersihkan noda ringan pada permukaan sepatu putih.
Pemanfaatan bahan-bahan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung performa produk, tetapi juga memperkuat konsep keberlanjutan yang menjadi salah satu landasan pengembangan WHISH.
Dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat, Tim PKM-K UM menerapkan sejumlah strategi pemasaran, baik secara digital maupun melalui interaksi langsung dengan konsumen.
Media sosial, live commerce, pameran kewirausahaan, hingga kegiatan penjualan langsung saat Car Free Day (CFD) dimanfaatkan sebagai sarana promosi sekaligus edukasi mengenai pentingnya perawatan rutin atau daily after care pada sepatu putih.
Interaksi langsung dengan calon konsumen juga dinilai penting karena memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal cara penggunaan dan manfaat produk secara lebih dekat.
Ketua Tim PKM-K, Sekar Wahyu Ningtyas, mengatakan pengembangan inovasi dan upaya membangun kepercayaan konsumen merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Kami percaya bahwa masyarakat tidak hanya membeli sebuah produk, tetapi juga mempercayai kualitas, manfaat, dan nilai yang dibawa oleh produk tersebut. Karena itu, kami berupaya memastikan setiap tahapan pengembangan WHISH dilakukan secara terukur, mulai dari pemilihan bahan, proses formulasi, hingga cara kami berkomunikasi dengan konsumen,” ujar Sekar.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, WHISH juga diperkenalkan melalui sejumlah platform digital, antara lain Instagram, TikTok, Shopee, Tokopedia, dan WhatsApp Business.
Tidak hanya mengandalkan penjualan daring, tim turut menjalin kemitraan dengan toko sepatu dan penyedia jasa shoe laundry di Kota Malang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas akses konsumen sekaligus meningkatkan kredibilitas produk di pasar.
Melalui pengembangan WHISH, Tim PKM-K Universitas Negeri Malang berharap inovasi mahasiswa tidak hanya mendapat perhatian karena kebaruannya, tetapi juga mampu memperoleh kepercayaan masyarakat karena manfaat yang ditawarkan.
Dengan mengedepankan riset, aspek keberlanjutan, serta komunikasi yang dekat dengan konsumen, WHISH diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu produk perawatan sepatu putih karya mahasiswa yang memiliki nilai guna dan daya saing di pasar.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda