Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Mina Padi Sebagai Solusi Masalah Ketahanan Pangan yang Selaras dengan Tri Hita Karana

Mina Padi Sebagai Solusi Masalah Ketahanan Pangan yang Selaras dengan Tri Hita Karana

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
19 November 2022, 12.53 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Mina Padi

Oleh I Dewa Made Iwan Sastra Ciptadi (Mahasiswa Prodi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)

JurnalPost.com - Sektor pertanian merupakan sektor vital bagi sebuah negara. Karena kebutuhan pangan warga negaranya dicukupi dari hasil sektor pertanian. Indonesia merupakan negara agraris, dimana sektor pertanian dalam tatanan pembangunan nasional memegang peranan penting dalam menyediakan pangan bagi seluruh penduduk, selain itu sektor pertanian merupakan andalan sebagai penyumbang devisa negara. Di Bali kita mengenal adanya Subak yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi. Selain itu, sistem subak diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada tanggal 29 Juni 2012 di kota Saint Petersburg, Rusia. UNESCO mengakui subak sebagai warisan budaya dunia setelah pemerintah Indonesia memperjuangkannya selama 12 tahun. Subak memenuhi persyaratan sebagai warisan budaya dunia sebagaimana ditetapkan oleh UNESCO, yaitu subak merupakan tradisi budaya yang membentuk lanskap Pulau Bali, lanskap Bali merupakan bukti tentang sistem subak yang luar biasa, serta berbagai ritual yang dilaksanakan di Pura Subak mengaitkan eksistensi Pura Subak dengan pelaksanaan pengelolaan irigasi.

IKLAN

Dibalik “glamournya” Subak yang telah diakui UNESCO sebagai warisan Budaya dunia, kini Petani di Bali dihadapkan dengan masalah yang cukup serius dimana ketersediaan lahan pertanian yang semakin menurun disebabkan oleh alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman maupun industri. Ini menjadi indikasi bahwa sektor pertanian mulai ditinggalkan karena tidak mampu lagi diandalkan. Menurunnya rumah tangga petani yang diikuti menyempitnya luas lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, menyebabkan semakin tingginya arus urbanisasi dan menjadi faktor tingginya ketimpangan sosial. Hal ini menimbulkan ke khawatiran akan ketahanan pangan yang ada. Untuk itu diperlukan adanya sebuah inovasi guna menunjang pendapatan petani agar sector pertanian tidak ditinggalkan sehingga tidak terjadi alih fungsi lahan yang massif. Salah satu solusi yang dapat digunakan yaitu dengan mengoptimalkan lahan yang ada. Bentuk pengoptimalan lahan yang ada yaitu dengan cara menerapkan pertanian terpadu seperti mengintegrasikan aspek pertanian dan aspek perikanan dengan penerapan budidaya minapadi. Budidaya minapadi yang diterapkan adalah suatu cara budidaya ikan dan tanaman padi pada satu lahan yang sama. Minapadi merupakan salah satu bentuk tumpang sari pemeliharaan padi di sawah bersama-sama dengan pemeliharaan ikan. Keunggulan dari sistem minapadi adalah: (1) memungkinkan petani untuk memaksimalkan sumber daya pertanian dan oleh karena itu mendiversifikasi panen yang menghasilkan pendapatan tambahan; dan, (2) menyediakan protein ikan untuk daerah-daerah tak berpantai yang tidak memiliki sumber ikan dari laut.

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

IKLAN

Selain memiliki keunggulan tersebut, Minapadi juga sejalan dengan konsep Tri Hita Karana yang ada di Bali. Tri Hita Karana berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari kata “Tri” yang berarti tiga, “Hita” yang berarti kebahagian dan “Karana” yang berarti penyebab. Tri Hita Karana merupakan tiga penyebab terciptanya kebahagiaan, diantaranya : (1) hubungan manusia dengan Tuhan sebagai "atma–jiwa" atau disebut dengan parhyangan; (2) hubungan manusia dengan sesamanya sebagai "khaya–tenaga" atau disebut dengan pawongan dan (3). hubungan manusia dengan alam lingkungannya atau disebut dengan palemahan. Penerapan ajaran Tri Hita Karana dalam sektor pertanian akan memberikan hal yang positif bagi peningkatan produksi pertanian dan peningkatan ekonomi petani. Penerapan konsep Tri Hita Karana dalam system Minapadi ini sangat berkaitan dengan hubungan sebab-akibat yang berlangsung dalam pelaksanaannya.

Bali sangat dikenal dengan budaya dan ritual keagaan yang ada. Keberadaan subak sendiri pun tak terlepas dari budaya dan ritual yang ada di Bali. Dalam penerapannya, system Minapadi ini tidak mengganggu berbagai ritual keagamaan yang telah berlangsung selama ini. Baik itu pelaksanaan upacara tumpek bubuh/ tumpek pengatag/tumpek wariga maupun upacara Mapag Toya. Upacara tumpek bubuh ini adalah ritual keagamaan yang paling erat kaitannya dengan kegiatan pertanian terutama di Bali. Perayaan hari tumpek ini mengajarkan pada umat manusia bahwa manusia wajib menghormati dan menghargai bumi dan seisinya, khususnya tanaman yang ada, memberi isyarat dan makna mendalam agar manusia mengasihi dan menyayangi alam dan lingkungan yang telah berjasa menopang hidup dan penghidupannya. Diharapkan dengan melakukan ritual keagamaan ini Tuhan memberikan anugrahnya dengan hasil produksi secara optimal. Selain itu dalam subak juga terdapat ritual Mapag Toya. Mapag Toya merupakan salah satu ritual pertanian masyarakat Hindu di Bali. Mapag Toya merupakan bentuk ungkapan syukur kepada penguasa air (Tuhan). Ritual ini juga bermakna memohon ijin agar diberikan air yang melimpah untuk kesuburan tanaman pertanian. Implementasi konsep pawongan dalam penerapan system Minapadi ini tidak akan mengganggu hubungan harmonis antara manusia dengan sesama umat manusia terutama antar petani maupun pelaku usaha di bidang pertanian. Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau di Bali disebut krama subak karena biasanya mereka telah memiliki aturan atau awig – awig tersendiri untuk menjaga keharmonisan antar sesama. Aturan yang ada biasanya telah mengandung unsur-unsur mengenai pembagian air ke petak sawah secara merata tanpa adanya pilih kasih, pembagian bantuan pupuk maupun alat-alat pertanian sesuai kebutuhan petani sehingga tidak terjadi kecemburuan. Sehingga apabila ini diterapkan dengan baik niscaya semua pihak akan merasa puas.

Konsep palemahan memiliki dampak yang paling signifikan dalam sistem Minapadi ini. Sistem Minapadi ini memiliki pendekatan budidaya pertanian dan perikanan secara berkelanjutan yang ramah lingkungan. Keuntungan yang didapat dari sistem Minapadi ini berupa peningkatan produksi padi dan ikan, mengurangi penggunaan pestisida, pupuk anorganik, penyiangan dan pengolahan tanah. Dengan adanya pemeliharaan ikan di persawahan tersebut selain dapat meningkatkan keragaman hasil pertanian dan pendapatan petani juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan air serta mengurangi hama penyakit pada tanaman padi. Sehingga kerusakan tanah akibat kontaminasi bahan kimia dapat dikurangi.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mina-padi-sebagai-solusi-masalah-ketahanan-pangan-yang-selaras-dengan-tri-hita-karana/39301/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 00.21 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik

FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya
  2. 2

    Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

  3. 3

    Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

  4. 4

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. 5

    Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.