Oleh Putu Dody Prayoga Putra (Mahasiswa Prodi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)
JurnalPost.com - Sektor pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional (pro growth), penciptaan lapangan kerja bagi penduduk pedesaan (pro job), serta pengurangan kemiskinan (pro poor). Pembangunan pertanian juga diharapkan mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani yang dicapai melalui upaya peningkatan pendapatan, produksi, produktivitas usahataninya. Pertanian tanaman pangan sebagai salah satu bidang pertanian yang berfungsi untuk memproduksi pangan dan untuk menjaga ketahanan pangan. Dalam mewujudkan terciptanya peningkatan produksi pertanian tersebut, perlu adanya landasan konseptual. Konsep kearifan lokal yang bisa digunakan sebagai acuan yaitu Tri Hita Karana karena diyakini mampu memberikan keselarasan.
Tri Hita Karana berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari kata “Tri” yang berarti tiga, “Hita” yang berarti kebahagian dan “Karana” yang berarti penyebab. Tri Hita Karana merupakan tiga penyebab terciptanya kebahagiaan. Tri Hita Karana dibagai menjadi 3 yaitu: (1) hubungan manusia dengan Tuhan sebagai "atma–jiwa" atau disebut dengan parhyangan; (2) hubungan manusia dengan sesamanya sebagai "khaya–tenaga" atau disebut dengan pawongan dan (3). hubungan manusia dengan alam lingkungannya atau disebut dengan palemahan. Adapun hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan Tri Hita Karana yaitu melalui implementasi dalam parhyangan, pawongan dan palemahan itu sendiri.
Implementasi dalam parhyangan di bidang pertanian adalah melalui berbagai ritual keagamaan. Ritual yang paling sering dilaksanakan adalah pada pelaksanaan upacakara tumpek bubuh/ tumpek pengatag/tumpek wariga. Upacara tumpek bubuh ini adalah ritual keagamaan yang paling erat kaitannya dengan kegiatan pertanian terutama di Bali. Perayaan hari tumpek ini mengajarkan pada umat manusia bahwa manusia wajib menghormati dan menghargai bumi dan seisinya, khususnya tanaman yang ada, memberi isyarat dan makna mendalam agar manusia mengasihi dan menyayangi alam dan lingkungan yang telah berjasa menopang hidup dan penghidupannya. Diharapkan dengan melakukan ritual keagamaan ini Tuhan memberikan anugrahnya dengan hasil produksi secara optimal.
Implementasi dalam pawongan di bidang pertanian yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan sesama umat manusia terutama antar petani maupun pelaku usaha di bidang pertanian. Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau di Bali disebut krama subak biasanya membuat aturan atau awig – awig untuk menjaga keharmonisan antar sesama. Aturan yang dibuat salah satunya mengenai pembagian air ke petak sawah secara merata tanpa adanya pilih kasih. Selain itu pembagian bantuan pupuk maupun alat-alat pertanian sesuai kebutuhan petani sehingga tidak terjadi kecemburuan. Pelaku usaha juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam meningkatkan perkonomian petani dengan tidak melakukan monopoli harga. Apabila penerapan pawongan ini dilakukan dengan baik niscaya semua pihak akan merasa puas.
Implementasi dalam palemahan di bidang pertanian yaitu pendekatan budidaya pertanian secara berkelanjutan yang ramah lingkungan. Oleh sebab itu, saat ini petani mulai menggunakan pupuk organik yang tidak merusak alam. Di sisi lain masyarakat juga membutuhkan beraneka jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang tinggi tanpa banyak mengandung zat kimia. Munculnya kesadaran masyarakat akan bahaya kandungan zat kimia membuat masyarakat lebih selektif dalam memilih suatu produk terlebih untuk produk yang dikomsumsinya. Oleh karena itu, pentingnya menjaga kelestarian alam karena apabila alam mengalami kerusakan akan berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan manusia dan perekonomian manusia itu sendiri.
Dapat disimpulkan bahwa perlu adanya keselarasan dan keseimbangan di bidang pertanian dengan menerapkan konsep Tri Hita Karana. Penerapan ajaran Tri Hita Karana baik dari segi parhyangan, pawongan dan palemahan yang rutin dilakukan akan memberikan dampak yang positif bagi peningkatan produksi pertanian dan peningkatan ekonomi petani.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda