JurnalPost - Manajemen merupakan hal yang penting dan mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Dengan manajemen manusia mampu mengenali kemampuannya dan mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai suatu tujuan. Dalam konteks bisnis Islam, manajemen merupakan sebuah keharusan sebagai counter dari sistem manajemen konvensional yang terbukti gagal dalam menciptakan manusia yang berpihak kepada kejujuran, kebahagiaan, dan memanusiakan manusia.
Manajemen bisnis Islam merupakan sebuah sistem yang berjalan berdasarkan koridor nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam dengan mengacu kepada al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman. Panduan Islam dalam mengatur aktivitas bisnis antara lain; planning, organization; coordination, controling, motivation, dan leading.
Sedangkan dalam perspektif Islam, manajemen merupakan suatu kebutuhan yang tak terelakkan dalam memudahkan implementasi Islam pada kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, manajemen sering dianggap sebagai ilmu sekaligus teknik (seni) kepemimpinan.
Islam memberikan panduan kepada manusia dalam melakukan aktivitas bisnis antara lain:
1.Pertama, Planning, yaitu melakukan perencanaan/gambaran dari sesuatu kegiatan yang akan dilakukan dengan waktu dan metode yang sudah ditentukanm. Sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melakukan sesuatu pekerjaan , dilakukan secara itqan (tepat, tearah, jelas, tuntas). (HR. Thabrani). Begitu juga dalam Al-Qur’an Surah Al-Insyirah [94] ayat 7-6; “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanlah hendaknya kamu berharap”.
2. Kedua, Organization; melakukan pengorganisasian tentang fungsi setiap orang, hubungan kerja baik secara vertikal atau horizontal. Allah SWT berfirman; “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan…”. (QS. Ali-Imran [3]: 103). Ayat di atas menunjukkan bahwa dalam aktivitas bisnis, manusia dilarang bermusuh-musuhan. Hendaknya bersatu-padu dalam bekerja dan memegang komitmen untuk menggapai cita-cita yang diinginkan sejalan dengan aturan-aturan syariah. Allah SWT berfirman: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya”. (QS. Al-Baqarah [2]: 286).
3. Ketiga, Coordination. Melakukan pengaturan sebagai upaya untuk mencapai hasil yang baik dengan seimbang, termasuk diantara langkah-langkah bersama untuk mengaplikasikan planning dengan mengharapkan tujuan yang diidamkan. Allah berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan, karena setan itu musuhmu yang nyata.” (QS. Al-Baqarah [2]: 208).
4. Keempat, Controling, yaitu; senantiasa melakukan pengamatan dan penelitian terhadap jalannya planning. Dalam pandangan Islam menjadi syarat mutlak bagi pimpinan untuk lebih baik dari anggotanya, sehingga kontrol yang ia lakukan akan efektif. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?.” (QS. Ash-Shoff [61]: 1).
5. Kelima, Motivation, yaitu; menggerakan kinerja semaksimal mungkin dengan hati sukarela, ikhlas dan mengharap ridha Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Dan bahwasanya manusia tiada memperoleh selain dari apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm [53]: 39).\ 48 │Nova Yanti Maleha MANAJEMEN BISNIS DALAM ISLAM Keenam, Leading, yakni; melakukan pengaturan, memimpin segala aktifitas kepada tujuan. Allah SWT berfirman; “Dialah yang menetapkan kamu menjadi penguasa di muka bumi, dan ditinggikan-Nya sebagaian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat, sebagai cobaan bagimu tentang semua yang diberikannya kepadamu.” (QS. Al-An’am; [6]: 165).
6.Keenam panduan tersebut merupakan fondasi utama bagi setiap muslim dalam melakukan aktivitas bisnis. Tujuannya agar aktivitas bisnis yang dilakukan sejalan dengan aturan-aturan syariah dan menghasilkan maslahah bagi setiap manusia. Selain itu, setiap kaum muslim harus menyakini bahwa Allah SWT menjadikan dan menyediakan bumi dengan segala isinya untuk dikelola sebagai investasi umat manusia. Allah SWT tidak membedakan akidah, warga negara maupun jenis kelamin untuk memberikan tingkat kemajuan bagi semua manusia yang mempunyai semangat untuk berusaha dan bekerja (QS. Al-A’raf [7]: 10). (Penulis: Nafisah)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda