JurnalPost - Mengapa kualitas lembaga pendidikan menjadi bahan perbincangan yang menarik? Hal ini karena lembaga pendidikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya, yakni berkualitas dan berkepribadian. Lembaga pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting dan berharga bagi kepentingan suatu bangsa, karena berpengaruh positif terhadap segala bidang kehidupan dan berhubungan langsung dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Berdasarkan uraian di atas maka permasalahan dalam tulisan ini adalah :
1. Pengertian manajemen 2. Fungsi- fungsi manajemen 1. PENGERTIAN MANAJEMEN Kata manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno management yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur”, sedangkan kata manajemen dari bahasa Italia maneggiare yang berarti “mengendalikan”. Pengertian manajemen secara umum adalah sebuah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pengertian manajemen menurut beberapa para ahli:
A. Harold dan Cyril O’donnel adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. B. James F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Manajemen juga diartikan sebagai istilah atau sebutan, sehingga dengan istilah tersebut masing-masing orang dapat memandang manajemen sesuai dengan cara pandang mereka. Konsep manajemen tetap mengacu pada perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
Dengan demikian, istilah manajemen mengacu pada suatu proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan atau melalui orang lain. 2. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN Manajemen dibagi menjadi beberapa fungsi, yaitu merencanakan, mengkoordinasikan, mengawasi dan pengendalian kegiatan dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efisien. A. Fungsi perencanaan (planning) Adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang digariskan oleh lembaga atau organisasi. Melalui perencanaan seorang manajer akan dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana cara untuk melakukannya. Menentukan tingkat penjualan, berapa tingkat kebutuhan tenaga kerja, besarnya modal tingkat persediaan, serta keputusan apakah perlu dilakukan suatu ekspansi merupakan bagian dari kegiatan perencanaan.
Tujuan perencanaan adalah sebagai standar pengawasan, mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan yang telah direncanakan, mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Jenis-jenis perencanaan menurut Stoner dan Wankel dalam B. Siswanto membagi perencanaan menjadi dua jenis, yaitu rencana strategis dan rencana operasional. B. Fungsi pengorganisasian (organizing) Adalah proses pemberian perintah pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkodinir kepada setiap individu dan kelopok untuk menetapkan rencana. Kegiatan-kegiatan yang terlibat dalam pengorganisasian mencakup tiga kegiatan, yaitu (1) membagi komponen-komponen kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan sasaran dalam kelompok-kelompok, (2) membagi tugas kepada manajer dan bawahan untuk mengadakan pengelompokkan tersebut, (3) menetapkan wewenang diantara kelompok atau unit-unit organisasi. C. Fungsi pengarahan (directing) Adalah gerakan aksi mencakup kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer untuk mengawali dan melanjutkan kegiatan yang ditetapkan unsur perencanaan dan pengorganisasian agar tujuan dapat tercapai. Tujuan pengarahan adalah (a) menjamin kontinuitas perencanaan, (b) membudayakan prosedur standar, (c) menghindari kemangkiran yang tidak berarti, (d) membina disiplin kerja, (e) membina motivasi yang terarah. Pokok-pokok masalah dalam pengarahan : (a) tingkah laku manusia, (b) hubungan manusiawi, (c) komunikasi, (d) kepemimpinan. D. Fungsi pengawasan (controlling) Adalah fungsi terakhir dari proses manajemen yang sangat menentukan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang lain, karena peranan pengawasan sangat menentukan baik buruknya pelaksanaan suatu rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian pengawasan berarti satu tindakan untuk mengontrol aktivitas-aktivitas organisasi dan sekaligus sebagai koreksi terhadap rencana yang telah ditetapkan unutk mencegah terjadinya penyimpangan 3. PERENCANAAN a. Pengertian perencanaan Perencanaan adalah suatu proses pemilihan kegiatan atau sekumpulan kegiatan dan keputusan selanjutnya, mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa suatu kegiatan tersebut dilakukan.( Handoko 2013;77) Perencanaan minimum memiliki tiga karakteristik atau batasan khusu, yaitu; a. Perencanaan tersebut harus menyangkut masa yang akan datang b. Terdapat suatu elemen identifikasi pribadi dan organisasi, yaitu serangkaian tindakan di masa yang akan datang dan akan diambil oleh perencana c. Masa yang akan datang, tindakan dan identifikasi pribadi, serta organisasi merupakan unsur yang amat penting dalam setiap perencanaan Tujuan dari perencanaan untuk memungkinkan manajer menyelesaikan tugas tepat waktu dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. b. Proses perencanaan George R. Terry menyatakan bahwa untuk mengetahui apakah perencanaan itu baik atau tidak dapat dijawab melalui pertanyaanpertanyaan dasar mengenai perencanaan (5W +1 H), yaitu: 1. WHAT (apa) 2. WHY (kenapa) 3. WHERE (dimana) 4. WHEN (kapan) 5. WHO (siapa) 6. HOW (bagaimana) c. Syarat dan manfaat perencanaan ; 1. Faktual atau realistis 2. Logis dan rasional 3. Fleksibel 4. Komitmen 5. komprehensif perencanaan memiliki banyak manfaat, antara lain: 1. Memberikan arah dan tujuan bagi organisasi 2. Sebagai pedoman untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan 3. Membantu memperkirakan peluang dan mengurangi resiko karena ketidakpastian atau perubahan dimasa yang akan datang 4. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas 5. Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat 6. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami d. Tahapan perencanaan ; Tahap 1: Menetapkan tujuan Tahap 2: Merumuskan/memutuskan keadaan saat ini Tahap 3: Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan Tahap 4: Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan e. Tipe perencanaan 1. Rencana strategis (Strategic plan) 2. Rencana operasional (Operasional plan) 4. PEMBELAJARAN Pengertian pembelajaran secara umum merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh peserta didik dengan guru atau sumber belajar. Menurut Sudjana pembelajaran sebagai upaya sistematis yang sengaja dibuat sebagai kegiatan interaksi edukatif dua pihak yaitu guru dan siswa. Ciri-ciri pembelajaran adalah (1) menumbuhkan moitvasi dan perhatian siswa dalam belajar (2) membuat siswa dapat menerima materi secara maksimal,baik fisik maupun psikologis (3) menyediakan bahan belajar yang lebih menarik dan menantang bagi para siswa.
Manfaat pembelajaran adalah (1). Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri;(2). Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar;(3). Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran;(4). Memudahkan guru mengadakan penilaian. 5. KESIMPULAN Manajemen belajar dan pembelajaran merupakan usaha untuk mengelola pembelajaran yang meliputi perencanaan,pelaksanaan,dan evaluasi pembelajaran serta pengawasan guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Adapun fungsi manajemen belajar dan pembelajaran diantaranya ; fungsi pengorganisasian pembelajaran, fungsi pemotivasian pembelajaran,fungsi pengawasan pembelajaran,dan evaluasi pembelajaran atau penilaian. Sela Setiawati UNIVERSITAS PAMULANG AKUNTANSI
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda