JurnalPost.com - Tak dapat dipungkiri, pandemi covid-19 telah memberi dampak terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah sektor pendidikan. Di sektor pendidikan, siswa harus menjalani pembelajaran secara daring (dalam jaringan), guna memutus rantai penyebaran virus covid-19. Pada kenyataannya, pembelajaran daring dianggap kurang efektif dan kurang tepat bagi anak-anak, khususnya bagi mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Daya tangkap yang masih belum sempurna, membuat anak-anak mengalami kesulitan dalam menyerap materi pembelajaran.
Kami Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Media dari Universitas Ciputra Surabaya menjalin kerjasama dengan Yayasan Kasih Bangsa Surabaya (YKBS) divisi Sanggar Merah Merdeka (SMM) yang berlokasi di Kampung Tales, Surabaya. Mbah Dadik atau yang lebih akrab dipanggil dengan Mas Heru selaku pengurus SMM, sempat melakukan perbincangan dengan pihak kami. “Di masa pandemi, anak-anak banyak yang terdistraksi dengan handphone ketika melakukan pembelajaran daring. Sehingga hal ini berdampak pada turunnya minat literasi anak.” tutur Mbah Dadik.
Melihat kondisi ini, kami mencanangkan sebuah kegiatan dengan tema “Seni Bercerita Melalui Keseharian”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat literasi dan juga kemampuan public speaking. Kegiatan ini kami laksanakan dengan memberikan materi dasar mengenai penulisan cerita kepada anak-anak yang duduk di bangku SD kelas 3,4,5 dan 6. Secara keseluruhan, anak-anak yang mengikuti kegiatan kami berkisar 15 hingga 20 anak.
Dokumentasi ketika anak-anak menonton film dongeng bersama, Kamis (16/12/2021)
Sebelum memberikan materi mengenai langkah-langkah dalam menulis sebuah cerita, kami mengadakan bounding bersama anak-anak yang ada di sanggar. Hal ini kami lakukan dengan maksud untuk mengenal mereka lebih dekat, dan menemukan gaya pembelajaran yang tepat untuk mereka. Pada tanggal 12 November 2021, kami datang secara fisik untuk pertama kalinya di sanggar. Ketika kami sampai di sanggar, anak-anak menerima kedatangan kami dengan sangat baik. Tidak seperti anak-anak lainnya yang malu untuk menyapa, mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berkenalan dan juga bercerita kepada kami. Keterbukaan anak-anak itulah yang membuat kami merasa nyaman ketika berkegiatan di sanggar.
Selanjutnya pada tanggal 29 November 2021, kami melakukan bounding yang kedua. Pada saat itu, kami membantu pihak sanggar untuk mengenalkan materi bahasa inggris mengenai keluarga. Anak-anak di sanggar memberikan perhatian penuh kepada kami dan tidak bermain sendiri. Kemudian pada tanggal 13 Desember 2021, kami datang kembali di sanggar untuk memberikan materi pengenalan cerita. Kami menyiapkan powerpoint dengan tampilan yang menarik dan cocok untuk anak-anak. Anak-anak menunjukkan keaktifan mereka dengan menjawab pertanyaan yang kami berikan.
Pemberian materi yang kedua kami lakukan pada tanggal 16 Desember 2021. Dalam pelaksanaannya, kami mengajak anak-anak untuk menonton film dongeng bersama, dan juga bermain tebak-tebakan terkait dengan film yang kami tampilkan. Setelah itu, kami memberikan materi mengenai langkah-langkah dalam menulis sebuah cerita. Anak-anak sangat antusias dan menyimak film beserta materi dengan baik.
Dokumentasi pada saat kegiatan Panggung Cerita, Sabtu (25/12/2021
Puncak kegiatan kami adalah membuat panggung cerita. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2021. Di dalam kegiatan ini, anak-anak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan dan juga membacakan cerita dengan gaya mereka sendiri. Mereka juga diperbolehkan untuk menceritakan kisah keseharian mereka. Anak-anak di sanggar menunjukkan keberanian dan juga kebolehan mereka dalam bercerita. Sehingga pada akhir kegiatan, kami memilih tiga anak yang menunjukkan performa terbaik, dan memberikan hadiah kepada mereka.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat meningkatkan minat literasi mereka yang akan bermanfaat bagi masa yang akan datang. Karena rajin membaca merupakan hal yang penting dan tidak dapat dianggap remeh. Kami juga berharap melalui kegiatan panggung cerita, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih berani. Sehingga kelak mereka akan menjadi seseorang yang dapat membanggakan orangtuanya.
Penulis: Jacqueline Ivana Sidharta – Universitas Ciputra Surabaya
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda