Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Miris, Rendahnya Tingkat Literasi Indonesia

Miris, Rendahnya Tingkat Literasi Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
02 Desember 2021, 22.39 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Literasi Indonesia

JurnalPost.com - Pendidikan merupakan jalan utama dalam peningkatan sumber daya manusia. Terlebih dalam masa kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini SDM adalah salah satu dalam fokus utama proses dan tujuan dalam pembangunan nasional. Dilansir dari kemenkopmk.go.id (29/4/2021) dikatakan bahwa melalui SDM yang unggul dan berkualitas maka akan berdampak positif terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, serta mendukung pembangunan nasional. Jadi, tidak dapat dipungkiri bahwa SDM menjadi salah satu penunjang utama dalam pembangunan suatu bangsa, dan untuk melakukan pembangunan suatu bangsa maka harus dimulai dari peningkatan SDM nya. Sedangkan untuk peningkatan SDM harus dimulai dari peningkatan kualitas pendidikannya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, tidak lepas dari peningkatan kemampuan literasi peserta didiknya. Literasi merupakan salah satu hal yang esensial dalam pendidikan karena literasi sendiri adalah kemampuan seseorang untuk menyerap informasi, menganalisis, berkomentar dan berpikir kritis terhadap informasi yang didapatnya. Terlebih dalam percepatan akses jaringan internet saat ini, menjadikan kemampuan literasi menjadi sangat penting apalagi bagi peserta didik dan atau generasi muda.

IKLAN

Akan tetapi, beberapa survei yang menganalisis tingkat kemampuan literasi dan minat baca peserta didik Indonesia sangat memprihatinkan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assesment (PISA), dirilis oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2019 (kemendagri.go.id, 23/3/2021), Indonesia menempati posisi 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara.

Dhany Syah Putra
Baca Juga

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Dilansir dari kemendagri.go.id (23/3/2021) pada rapat koordinasi nasional bidang perpustakaan tahun 2021, Kepala Perpusnas, M. Syarif Bando mengatakan bahwa persoalan Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi. Lebih lanjut Beliau menambahkan hal tersebut terjadi karena Indonesia telah diklaim dan dihakimi sebagai negara yang rendah budaya bacanya, sehingga menyebabkan rendah pula indeks literasinya.

Hal tersebut juga tidak terlepas dari budaya baca yang masih asing dalam masyarakat Indonesia. Hanya 1 dari 1000 orang Indnesia yang gemar membaca. Rendahnya minat baca dan kemampuan literasi ini berdampak pada produsi buku bacaan di Indonesia setiap tahunnya. Melansir dari kemendagri.go.id (23/3/2021) total jumlah bacaan Indonesia dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia memiliki rasio nasional 0.09. Ini bermakna, 1 buku baru ditunggu oleh 90 orang Indonesia setiap tahunnya.

Jika dibandingkan dengan negara asia yang lainnya seperti Asia Timur, yakni Jepang, Korea, dan China yang terdeteksi rata-rata 20 buku baru untuk 1 orang setiap tahunnya. Sedangkan standar minimal yang ditetapkan UNESCO adalah 3 buku baru untuk 1 orang setiap tahunnya. Dari data ini tampak bagaimana budaya literasi dan minat baca Indonesia masih sangat rendah, dan hal ini menyebabkan produksi buku bacaan di Indonesia juga masih sangat jauh dari standar.

IKLAN

Kemampuan literasi sangatlah penting terutama bagi generasi muda. Semakin banyak literatur yang dibaca, semakin menambah wawasan dan membuka cakrawala baru. Hal ini sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan untuk menunjang peningkatan sumber daya manusia. Padahal dilansir dari kominfo.go.id (10/10/2017) penilaian infrastruktur penunjang membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk peningkatan kemampuan literasi masyarakat Indonesia.

Kampus
Baca Juga

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Kemapuan literasi selain sangat penting juga sangatlah dibutuhkan apalagi dalam era ini. Globlaisasi semakin tanpa batas, perkembangan IPTEK dan informasi komunikasi menjadi sangat cepat. Akan menjadi timpang dan berbahaya apabila tidak dibarengi dengan kemampuan menghadapi dan mengelolanya, salah satunya tentu saja dengan kemampuan literasi yang memadai. Dengan kemampuan literasi yang baik, semakin membuka ruang masuknya informasi dan pengetahuan baru pula, hal ini bermanfaat dalam mempersiapkan diri guna bersaing dengan negara lain.

Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah guna meningkatkan kualitas kemampuan literasi masyarakatnya adalah dengan menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya literasi, mengevaluasi berbagai permasalahan dalam upaya mewujudkan budaya literasi, serta mengembangkan beragam jenis literasi, seperti literasi sains, literasi budaya dan kewarganegaraan, literasi finansial, literasi baca tulis, dan lain sebagainya. Selain itu pemerintah juga bekerja sama dengan beberapa kementriannya, seperti dengan Kominfo menggencarkan literasi digital dengan memanfaatkan media sosial, memasukkan literasi digital dalam konsep kurikulum sekolah dasar melalui Kemendikbudristek, dan juga sebisa mungkin membuka akses seluas-luasnya untuk masyarakat untuk meningkatkan kemampuan literasinya, dan masih banyak lagi.

Dengan beberapa upaya tersebut nyatanya belum mampu menumbuhkan minat baca dan peningkatan budaya literasi dalam masyarakat. Beberapa upaya harus dilaksanakan secara serentak oleh seluruh lapisan masyarakat, saling bahu-membahu membangun budaya literasi yang baik sesuai dengan bidang profesi masing-masing. Hal ini dimaksudkan karena dalam penciptaan budaya, diperlukan adanya kebiasaan dan saling keterkaitan peran antar anggota masyarakat demi menumbuhkan budaya literasi yang baik.

Solusi alternatif lain yang bisa dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan budaya literasi adalah dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan perpustakaan di sekolah, menumbuhkan minat baca peserta didik dalam semua mata pelajaran, memberikan motivasi secara berkelanjutan bagi peserta didik agar menemukan buku untuk membuatnya jatuh cinta pada membaca, mengoptimalkan peran serta mahasiswa, masyarakat, akademisi, dan lembaga kemasyarakatan dalam upaya pengadaan bahan bacaan yang sesuai dengan karakeristik masyarakat dan peserta didik di lingkungan sekitar, mendorong dan mendukung agar para ahli, pakar, akademisi, bahkan mahasiswa untuk berkarya dalam meramaikan produksi bahan bacaan nasional baik melalui buku fisik maupun digital, serta semakin memperkenalkan dan mensosialisasikan pentingnya literasi di era ini.

Wardatul Jannah S. Pd
Baca Juga

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi memiliki peran penting terhadap pembangunan suatu bangsa, literasi merupakan salah satu hal esensial dalam peningkatan kualitas pendidikan, dan peningkatan kualitas pendidikan berjalan lurus dengan peningkatan kualitas SDM yang dihasilkan. Sedangkan sumber daya manusia sendiri merupakan salah satu hal utama dalam pembangunan suatu bangsa.

Oleh Nurul Puji Lestari *) - Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/miris-rendahnya-tingkat-literasi-indonesia/28233/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  5. 5

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.