Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Budaya Literasi Melalui Buku Digital pada Generasi Milenial

Budaya Literasi Melalui Buku Digital pada Generasi Milenial

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
21 November 2021, 16.17 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Budaya Literasi Melalui Buku Digital pada Generasi Milenial

JurnalPost - Kemajuan teknologi dikala ini sudah merubah sikap manusia apalagi generasi milenial dalam melaksanakan aktivitas setiap hari semacam bekerja, berhubungan, bersosialisasi, serta tidak terkecuali kebutuhan informasi yang terus menjadi besar. Generasi milenial merupakan generasi yang sangat dekat dengan dunia digital karena menjadikan digatal sebagai ruang pribadinya dalam mengakses, mendapatkan, membagikan semua bentuk informasi yang mereka temui di internet. Tidak bisa dipungkiri pada era saat ini diperlukan informasi yang siap saji.

Kebutuhan informasi saat ini wajib terpenuhi dalam waktu yang sangat sinngkat. Penyebarluasan informasi sangat gampang dilakukan oleh seluruh manusia, hanya dengan memakai smartphone yang terkoneksi dengan jaringan internet bisa dijangkau oleh banyak orang diseluruh dunia.

IKLAN

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan literasi (membaca dan menulis) masyarakatnya terutama anak mudanya. Literasi merupakan sarana untuk mengenal, memahami dan menerapkan ilmu yang didapat, baik di bangku sekolah, rumah maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu, literasi harus dijadikan kebutuhan hidup dan budaya literasi harus dikenakan di seluruh nusantara. Terutama dalam dunia pendidikan budaya membaca harus digalakkan, sehingga budaya tidak suka membaca berubah menjadi budaya yang suka membaca.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Era disrupsi seperti sekarang ini membuat segala hal muncul dalam tipe digital, termasuk buku digital yang diketahui pula dengan sebutan e- book. Ebook ataupun electronic book (buku elektronik) jadi salah satu tipe literasi masa saat ini yang muncul dalam format digital. penafsiran dari buku digital merupakan salah satu jenis buku ataupun teks yang muncul dalam wujud softcopy ataupun elektronik yang setelah itu dapat dibaca memakai fitur digital, baik itu smartphone ataupun pc.

Pertumbuhan era digital memforsir kita para pecinta buku konvensional untuk membuka diri dengan buku digital. Inovasi baru dicoba oleh penyedia informasi, memperkenalkan sumber informasi digital semacam e-book, e-journal, serta e-magazine yang dimana ialah hasil dari alih media cetak ke digital. Dikala ini pemakaian e-book sangat terkenal serta diminati banyak orang. sebelumnya buku hanya bisa kita baca dalam bentuk lembaran-lembaran kertas yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa di baca oleh kalangan masyarakat. Tapi sekarang seiring dengan kemajuan zaman, buku tidak hanya berbentuk kertas tapi bisa berbentuk digital yang bisa di simpan dalam handphone.

Buku digital (Digital Book) atau dikenal juga dengan Electronic Book (E-book) adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibuka secara elektronis melalui komputer, laptop atau smartphone. Buku digital merupakan sebuah publikasi yang terdiri dari teks, gambar maupun suara dan dipublikasikan dalam bentuk digital yang dapat dibaca di komputer maupun alat elektronik lainnya. penggunaan e-book tidak dimaksudkan untuk menggantikan buku cetak, namun e-book didesain untuk memfasilitasi proses membaca, membuatnya lebih nyaman dan dapat digunakan dimana-mana karena ukurannya yang kecil, tidak seperti buku konvensional yang besar dan tebal.

Format elektronik pada buku digital pada dasarnya lumayan bermacam- macam. Mulai dari format HTML, PDF, TXT, XML, Mobi, serta lain sebagainya. Tetapi mayoritas muncul dalam format PDF, kecuali guna sebagian penerbit yang mengenakan format lain supaya tampilannya sama persis serupa ketika membuka buku konvensional.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Kedatangan buku elektronik atau e-book mempunyai beberapa manfaat yang menciptakannya diminati dan dibutuhkan. Secara universal manfaat dari buku dalam format digital ini antara lain:

1. Lebih efisien sebab buku elektronik lebih gampang untuk dibuat serta dibagikan oleh pembuatnya. Karena format elektroniknya membuat buku tipe ini dapat dikirimkan tanpa bayaran, dapat dikirimkan melalui email, aplikasi pesan praktis, fitur pesan di media sosial, serta lain sebagainya tanpa memakai jasa ekspedisi.

IKLAN

2. Membuat media pembelajaran baik di sekolah ataupun akademi besar.

3. Harga dari buku elektronik cenderung lebih murah, sehingga menolong siswa serta mahasiswa mempunyai buku pendidikan yang lebih murah.

KKN 179 UMM
Baca Juga

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

4. Seseorang penulis dapat menuangkan idenya serta mempublikasikannya dengan lebih gampang serta murah.   Buku digital memiliki berbagai fungsi, antara lain: sebagai salah satu alternatif media belajar, berbeda dengan buku cetak, buku digital dapat memuat konten multimedia di dalamnya sehingga dapat menyajikan bahan ajar yang lebih menarik dan membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, sebagai media berbagi informasi, dibandingkan dengan buku cetak, buku digital dapat disebarluaskan secara lebih mudah, baik melalui media seperti website, kelas maya, email dan media digital lainnya, dan seseorang dapat dengan mudah menjadi pengarang serta penerbit dari buku yang dibuatnya sendiri.

Terdapat banyak kelebihan e-book yang tidak dipunyai buku cetak. Yang sangat menonjol dari e-book yaitu tidak dapat rusak secara fisik semacam buku cetak yang berbahan baku kertas dimana sangat rentan terhadap kehancuran serta gampang rapuh karna termakan oleh umur pada kertas tersebut, kemudahan untuk dibawa serta dibuka lewat beragam fitur digital yang biasa dibawa kemana saja.

E-book tidak memunculkan biaya apapun dalam perihal memperbaharui, meng-edit serta publikasi ataupun distribusi ulang. Utilitas menarik e-book juga bisa menandai kalimat yang dibaca, membuat catatan guna menandai teks yang dibaca.

Ada pula kekurangan e-book yakni perhatian pembaca jadi lebih terbagi- bagi. Terdapat banyak mungkin perhatian jadi teralihkan sebab tautan ke tempat lain di internet.

Membaca di buku digital yang tersambung internet membuat seorang berkemungkinan besar terhambat dengan berbagai notifikasi dari media sosial, email, serta sebagainya. Guna dapat memperoleh informasi yang penuh serta menyeluruh, perlu waktu membaca yang panjang serta tidak teralihkan.

Rendahnya penggunaan e-book dapat diakibatkan dari kurang pengetahuan dan kemampuan dalam menggunakan e-book itu sendiri sehingga membuat seseorang kurang mengerti untuk menggunakan layanan tersebut.

Padahal dengan menggunakan e-book ini membaca akan lebih mengasyikkan karena dapat menginformasikan, mendidik, dan membuat seseorang yang tidak tahu menjadi tahu tentang suatu hal. Budaya minat baca atau literasi harus ditumbuhkan dalam kehidupan masyarakat indonesia, karena penguasaan literasi dapat membuka cakrawala, memperluas wawasan dan memahami dunia dalam lingkup yang lebih luas.

 Oleh: Novia Ella Sari

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/budaya-literasi-melalui-buku-digital-pada-generasi-milenial/27744/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.10 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

KKN-MAs Kelompok 88 Kembangkan Gunungsari Circular Farm di Kota Batu

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han
  2. 2

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. 3

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  4. 4

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.