Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Permasalahan dalam Penyusunan dan Implementasi RPP Tematik Pada Masa Pandemi Covid-19

Permasalahan dalam Penyusunan dan Implementasi RPP Tematik Pada Masa Pandemi Covid-19

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
11 November 2021, 23.55 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Permasalahan dalam Penyusunan dan Implementasi RPP Tematik Pada Masa Pandemi Covid-19

JurnalPost - Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dikemas dalam bentuk tema-tema berdasarkan muatan beberapa mata pelajaran yang dipadukan atau diintegrasikan. Tema merupakan wadah atau wahana untuk mengenalkan berbagai konsep materi kepada anak didik secara menyeluruh. Tematik diberikan dengan maksud menyatukan konten kurikulum dalam unit-unit atau satuan-satuan yang utuh, sehingga membuat pembelajaran sarat akan nilai, bermakna dan mudah dipahami oleh siswa.

Pembelajaran tematik terpadu diyakini sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi afeksi, emosi, fisik, dan akademik peserta didik di dalam kelas atau di lingkungan sekolah.

IKLAN

Munculnya berbagai masalah dalam penyusunan dan implementasi RPP tematik yang dialami guru menjadi suatu kendala dalam proses pembelajaran berlangsung. Seperti kurangnya pengetahuan pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi pada guru hal ini menjadi suatu kendala guru karena pada zaman yang modern ini pembuatan RPP sangatlah permasalahan memanfaatkan kemajuan teknologi itu sendiri. Kemudian kita akan membahas apa saja yang manjadi kendala dalam penyusunan dan implementasi RPP tematik yang sebenarnya terjadi dilapangan yang dialami oleh guru dan siswa? Baik penulis disini akan membahas Permasalahan dalam Penyusan dan Implementasi RPP Tematik pada saat pandemi dalam artikel ini.

Asap Negara
Baca Juga

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Kurikulum merupakan program pembelajaran yang mengandung komponen tujuan pembelajaran yaitu terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus,bahan ajar dan prosedur belajar yang dapat membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan data yang kami dapatkan di lapangan ada beberapa permasalahan dalam penyusan dan implementasi rpp tematik pada saat pandemi covid-19 yaitu:

1. Kendala saat mengimplementasi kuruikulum yang dirasakan oleh guru, siswa, kepala sekolah dan tim. Pada siswa saat mengimplementasikan kurikulum ialah siswa harus mandiri dalam menerima materi dengan kata lain mencari sendiri materi, siswa harus beradaptasi dalam kurikulum yang baru. Dan kurangnya dukungan dari orang tua, adaptasi kurikulum, lingkungan keluarga, lingkungan, dan teman kelas. Sedangkan pada guru, kepala sekolah dan tim kendala dalam mengimplementasikan kurikulum adalah penyusunan kurikulum membuthkan waktu yang lama dan harus siap sebelum tahun ajaran dimulai. Selain itu, kurangnya kemampuan guru dalam penyusunan kurikulum serta sulit nya pemaduan antara muatan pelajaran dalam mempelajari tematik, dan penguasaan ilmu teknologi serta media pembelajaran dalam mengaplikasikan cara atau metode pembelajaran. Jadi Guru masih sulit dalam membuat kurikulum berdasarkan sistem kurikulum 2013, karena sosialisasi dari tim satuan pendidikan yang kurang karena masa pelatihan guru yang singkat.

2. Kemudian, dalam menyusun sebuah RPP guru mengalami kesulitan diawal kurikulum 2013. Hasil wawancara menerangkan bahwa kesulitan yang dialami guru pada penyusunan RPP kurikulum 2013 meliputi; 1) kesulitan pengajar pada membuatkan indikator pembelajaran, 2) kesulitan pengajar saat merumuskan tujuan pembelajaran, 3) kesulitan pengajar saat memilih metode pembelajaran, 4) kesulitan pengajar pada menyusun langkah-langkah pembelajaran, 5) kesulitan pengajar pada membuat evaluasi autentik.

IKLAN

Kemudian kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu 1) RPP sendiri guru harus benar-benar paham yang diinginkan dari kurikulum, 2) RPP harus terprogram secara sistematis, 3) guru mampu dalam memanfaatkan ilmu teknologi, 4) kurangnya sosialisasi atau bimbingan kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor, dan 5) terkait sarana dan prasarana yang kurang memadai.

Dhany Syah Putra
Baca Juga

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

3. Untuk pengimplementasian RPP agar sesuai dalam sebuah pembelajaran perlu dibantu dengan media-media pembelajaran. Sementara untuk mewujudkan keberhasilan RPP di masa pandemi guru membuat yang namanya RPP Daring. RPP Daring berisi kegiatan pembelajarannya jadi RPP terimplementasikan dengan baik. Adapun kekurangan pembelajaran saat daring adalah saat ada seorang siswa bertanya melalui japri, maka guru akan langsung menjelaskan di grup dan terkadang ada siswa yang paham dan ada pula yang tidak. Untuk keberhasilan tidak bisa diukur karena tugas yang diberikan tidak selalu dikerjakan sendiri, pasti rata-rata di bantu orang tua untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan. Selain itu, siswa memiliki daya tangkap yang berbeda serta sarana dan prasarana setiap sekolah juga berbeda. RPP yang dibuat oleh guru ada yang berhasil dan ada pula yang tidak sesuai.

4. Dalam suatu pembelajaran guru harus bertumpu pada RPP karena RPP itulah yang akan menjadi suatu pedoman, panduan, atau arah yang harus terlaksana agar tujuan dari suatu pembelajaran tercapai dan Terlaksana dengan baik. Jika suatu RPP tidak terlaksana guru harus merevisi kembali RPP nya dan boleh didiskusikan dengan guru lain atau kepada kepala sekolah agar suatu kendala-kendala dapat terpecahkan dan RPP dapat terlaksana.

5. Selanjutnya aspek-aspek yang dinilai oleh guru saat proses pembelajaran daring masih sama dengan penilaian pada saat tatap muka, namun saat daring memiliki sedikit kesulitan. Penilaian yang dinilai adalah penilaian sikap dan keterampilan. Penilaian saat daring sangat berbeda dengan proses pembelajaran tatap muka. Saat daring proses penilaian sikap dan keterampilan kurang akurat, jadi ketika tatap muka kita bisa menilai langsung bagaimana sikap dan keterampilan siswa. Bagaimana anak-anak bersikap seperti berbaur dengan teman, sikap religi masing-masing anak, dan sikap sosial. Contohnya, saat siswa akan mengirim tugas kepada wali kelas menggunakan salam, hal tersebut sudah masuk ke dalam penilaian sikap religious anak yang sangat baik, contoh lainnya seperti anak mencatat tugas yang telah diberikan guru, maka anak akan menulis sendiri bukan dituliskan oleh orang tua.

Itulah beberapa Permasalahan dalam Penyusan dan Implementasi RPP Tematik pada saat pandemi ini dirasakan oleh pihak sekolah dalam kegiatan belajar mengajar.

Kampus
Baca Juga

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Disusun Oleh :Fika Fitria Nansa, Salsabila, Tri Agus Tiyani, Uffatul Faizah, dan Yowanda Lutfita Sari Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah : Pembelajaran Tematik/Dosen Pengampu : Dea Mustika,S.PD., M.Pd

Sumber : 1. Sih Yuliawati, S.Pd.SD guru di SDN 006 Pangkalan Kerinci 2. Mardiah, S.Pd guru di SDN 004 Teluk Binjai 3. Neni Leoseniwati, S.Pd guru di SDN 010 Pulau Busuk Jaya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/permasalahan-dalam-penyusunan-dan-implementasi-rpp-tematik-pada-masa-pandemi-covid-19/27389/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.00 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 1

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Y
    Yowanda Lutfita Sari 12 November 2021 09.26 WITA
    Good

Artikel Terkait

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik
  2. 2

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  3. 3

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

  4. 4

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  5. 5

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.