JurnalPost - Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dikemas dalam bentuk tema-tema berdasarkan muatan beberapa mata pelajaran yang dipadukan atau diintegrasikan. Tema merupakan wadah atau wahana untuk mengenalkan berbagai konsep materi kepada anak didik secara menyeluruh. Tematik diberikan dengan maksud menyatukan konten kurikulum dalam unit-unit atau satuan-satuan yang utuh, sehingga membuat pembelajaran sarat akan nilai, bermakna dan mudah dipahami oleh siswa.
Pembelajaran tematik terpadu diyakini sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi afeksi, emosi, fisik, dan akademik peserta didik di dalam kelas atau di lingkungan sekolah.
Munculnya berbagai masalah dalam penyusunan dan implementasi RPP tematik yang dialami guru menjadi suatu kendala dalam proses pembelajaran berlangsung. Seperti kurangnya pengetahuan pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi pada guru hal ini menjadi suatu kendala guru karena pada zaman yang modern ini pembuatan RPP sangatlah permasalahan memanfaatkan kemajuan teknologi itu sendiri. Kemudian kita akan membahas apa saja yang manjadi kendala dalam penyusunan dan implementasi RPP tematik yang sebenarnya terjadi dilapangan yang dialami oleh guru dan siswa? Baik penulis disini akan membahas Permasalahan dalam Penyusan dan Implementasi RPP Tematik pada saat pandemi dalam artikel ini.
Kurikulum merupakan program pembelajaran yang mengandung komponen tujuan pembelajaran yaitu terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus,bahan ajar dan prosedur belajar yang dapat membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan data yang kami dapatkan di lapangan ada beberapa permasalahan dalam penyusan dan implementasi rpp tematik pada saat pandemi covid-19 yaitu:
1. Kendala saat mengimplementasi kuruikulum yang dirasakan oleh guru, siswa, kepala sekolah dan tim. Pada siswa saat mengimplementasikan kurikulum ialah siswa harus mandiri dalam menerima materi dengan kata lain mencari sendiri materi, siswa harus beradaptasi dalam kurikulum yang baru. Dan kurangnya dukungan dari orang tua, adaptasi kurikulum, lingkungan keluarga, lingkungan, dan teman kelas. Sedangkan pada guru, kepala sekolah dan tim kendala dalam mengimplementasikan kurikulum adalah penyusunan kurikulum membuthkan waktu yang lama dan harus siap sebelum tahun ajaran dimulai. Selain itu, kurangnya kemampuan guru dalam penyusunan kurikulum serta sulit nya pemaduan antara muatan pelajaran dalam mempelajari tematik, dan penguasaan ilmu teknologi serta media pembelajaran dalam mengaplikasikan cara atau metode pembelajaran. Jadi Guru masih sulit dalam membuat kurikulum berdasarkan sistem kurikulum 2013, karena sosialisasi dari tim satuan pendidikan yang kurang karena masa pelatihan guru yang singkat.
2. Kemudian, dalam menyusun sebuah RPP guru mengalami kesulitan diawal kurikulum 2013. Hasil wawancara menerangkan bahwa kesulitan yang dialami guru pada penyusunan RPP kurikulum 2013 meliputi; 1) kesulitan pengajar pada membuatkan indikator pembelajaran, 2) kesulitan pengajar saat merumuskan tujuan pembelajaran, 3) kesulitan pengajar saat memilih metode pembelajaran, 4) kesulitan pengajar pada menyusun langkah-langkah pembelajaran, 5) kesulitan pengajar pada membuat evaluasi autentik.
Kemudian kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu 1) RPP sendiri guru harus benar-benar paham yang diinginkan dari kurikulum, 2) RPP harus terprogram secara sistematis, 3) guru mampu dalam memanfaatkan ilmu teknologi, 4) kurangnya sosialisasi atau bimbingan kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor, dan 5) terkait sarana dan prasarana yang kurang memadai.
3. Untuk pengimplementasian RPP agar sesuai dalam sebuah pembelajaran perlu dibantu dengan media-media pembelajaran. Sementara untuk mewujudkan keberhasilan RPP di masa pandemi guru membuat yang namanya RPP Daring. RPP Daring berisi kegiatan pembelajarannya jadi RPP terimplementasikan dengan baik. Adapun kekurangan pembelajaran saat daring adalah saat ada seorang siswa bertanya melalui japri, maka guru akan langsung menjelaskan di grup dan terkadang ada siswa yang paham dan ada pula yang tidak. Untuk keberhasilan tidak bisa diukur karena tugas yang diberikan tidak selalu dikerjakan sendiri, pasti rata-rata di bantu orang tua untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan. Selain itu, siswa memiliki daya tangkap yang berbeda serta sarana dan prasarana setiap sekolah juga berbeda. RPP yang dibuat oleh guru ada yang berhasil dan ada pula yang tidak sesuai.
4. Dalam suatu pembelajaran guru harus bertumpu pada RPP karena RPP itulah yang akan menjadi suatu pedoman, panduan, atau arah yang harus terlaksana agar tujuan dari suatu pembelajaran tercapai dan Terlaksana dengan baik. Jika suatu RPP tidak terlaksana guru harus merevisi kembali RPP nya dan boleh didiskusikan dengan guru lain atau kepada kepala sekolah agar suatu kendala-kendala dapat terpecahkan dan RPP dapat terlaksana.
5. Selanjutnya aspek-aspek yang dinilai oleh guru saat proses pembelajaran daring masih sama dengan penilaian pada saat tatap muka, namun saat daring memiliki sedikit kesulitan. Penilaian yang dinilai adalah penilaian sikap dan keterampilan. Penilaian saat daring sangat berbeda dengan proses pembelajaran tatap muka. Saat daring proses penilaian sikap dan keterampilan kurang akurat, jadi ketika tatap muka kita bisa menilai langsung bagaimana sikap dan keterampilan siswa. Bagaimana anak-anak bersikap seperti berbaur dengan teman, sikap religi masing-masing anak, dan sikap sosial. Contohnya, saat siswa akan mengirim tugas kepada wali kelas menggunakan salam, hal tersebut sudah masuk ke dalam penilaian sikap religious anak yang sangat baik, contoh lainnya seperti anak mencatat tugas yang telah diberikan guru, maka anak akan menulis sendiri bukan dituliskan oleh orang tua.
Itulah beberapa Permasalahan dalam Penyusan dan Implementasi RPP Tematik pada saat pandemi ini dirasakan oleh pihak sekolah dalam kegiatan belajar mengajar.
Disusun Oleh :Fika Fitria Nansa, Salsabila, Tri Agus Tiyani, Uffatul Faizah, dan Yowanda Lutfita Sari Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah : Pembelajaran Tematik/Dosen Pengampu : Dea Mustika,S.PD., M.Pd
Sumber : 1. Sih Yuliawati, S.Pd.SD guru di SDN 006 Pangkalan Kerinci 2. Mardiah, S.Pd guru di SDN 004 Teluk Binjai 3. Neni Leoseniwati, S.Pd guru di SDN 010 Pulau Busuk Jaya
Komentar 1
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda