JurnalPost.com - Mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan program pelatihan menulis puisi bagi anak-anak di Padukuhan Kedundang III, KecamatanTemon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang berlangsung selama tiga pekan pada 13, 20, dan 28Agustus 2026. Kegiatan pengabdian bertajuk "Pelita Kedundang" (Pelatihan Literasi dan Apresiasi Puisi Anak) ini difokuskan pada peningkatan kemampuan literasi dan kreativitas menulis siswa sekolah dasar sebagai upaya menumbuhkan minat bersastra sejak usia dini.
Angelina Nimas, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia UNY selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa program ini lahir dari melihat minimnya kegiatan literasi kreatif di sekolah dasar pedesaan.
"Kami melihat kegiatan menulis puisi belum menjadi kegiatan rutin di sekolah, padahal ini penting untuk melatih anak-anak berekspresi lewat kata-kata. Karena itu, kami hadirkan program ini agar anak-anak SD Muhammadiyah Kedundang punya pengalaman baru dalam belajar bahasa dan sastra," ujar Angelina Nimas.
Ia juga menambahkan bahwa materi disusun secara bertahap sesuai jenjang kelas agar setiap siswa dapat mengikuti dengan kemampuannya masing-masing.
Program ini menyasar 46 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Muhammadiyah Kedundang melalui tiga kali pertemuan bertahap. Siswa kelas 4 diperkenalkan pada puisi akrostik bertema "Hal yang Disayangi", siswa kelas 5 mempelajari puisi bebas bertema "Duniaku" disertai pengenalan majas sederhana, sementara siswa kelas 6 menulis puisi reflektif bertema "Harapan dan Kenanganku". Seluruh 46 naskah puisi yang dihasilkan kemudian dihimpun menjadi buku antologi puisi setebal 52 halaman, dicetak, dan diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi atas karya siswa.
Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara bertahap tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal puisi sesuai dengan tingkat kemampuan dan materi yang diberikan. Pembagian materi berdasarkan jenjang kelas membuat kegiatan tidak hanya berfokus pada hasil tulisan, tetapi juga pada proses pengenalan berbagai bentuk puisi. Siswa kelas 4 belajar menyusun puisi melalui huruf awal, siswa kelas 5 mulai mengenal penggunaan majas sederhana dalam puisi bebas, sedangkan siswa kelas 6 diarahkan untuk menuangkan harapan dan pengalaman-pengalaman melalui puisi reflektif.
Rangkaian kegiatan tersebut juga menghasilkan karya yang dapat menjadi bagian dari pengalaman literasi siswa. Sebanyak 46 puisi yang terkumpul tidak hanya menjadi hasil akhir dari pelatihan, tetapi juga didokumentasikan dalam sebuah buku antologi. Kehadiran buku tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap tulisan siswa sekaligus memberikan dokumentasi tertulis atas kegiatan literasi yang telah dilaksanakan selama program “Pelita Kedundang”.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran sastra diperkenalkan dengan cara yang dekat dengan pengalaman dan kehidupan siswa. Tema yang digunakan dalam setiap jenjang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menulis mengenai hal-hal yang mereka kenal, mulai dari sesuatu yang disayangi, dunia di sekitar mereka, hingga harapan dan kenangan. Dengan demikian, kegiatan menulis puisi menjadi bagian dari proses belajar untuk menuangkan gagasan dan pengalaman ke dalam bentuk karya sastra.

Penyerahan buku antologi puisi kepada kepala sekolah SD Muhammadiyah Kedundang menjadi salah satu bentuk keberlanjutan hasil kegiatan. Buku tersebut dapat menjadi dokumentasi karya siswa sekaligus menjadi luaran yang menunjukkan hasil dari proses pelatihan selama tiga pekan. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman literasi yang berkesan bagi siswa serta memperkenalkan kegiatan apresiasi dan penciptaan karya sastra di lingkungan sekolah.
Program "Pelita Kedundang" ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan keterampilan literasi dan berbahasa anak usia sekolah dasar, sejalan dengan target SDGs 4.6 mengenai peningkatan literasi dan numerasi, serta target 4.7 mengenai penguatan apresiasi terhadap budaya dan sastra dalam pendidikan. Melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan luaran nyata berupa buku antologi, program ini diharapkan dapat mendorong pemerataan akses pendidikan literasi berkualitas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pedesaan seperti Padukuhan Kedundang III.
Kegiatan KKN ini sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, yaitu:
Lebih dari itu, program ini juga merupakan wujud nyata dari inisiatif "Diktisaintek Berdampak", yaitu kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sains-teknologi dalam menyelesaikan isu-isu strategis nasional, seperti pendidikan dan literasi, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat UNY Berdampak, kegiatan KKN di Kedundang III diharapkan mampu menjadi inspirasi program serupa di desa-desa lain, memperkuat sinergi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong perubahan dari akar rumput.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda