Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  2. Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Mahasiswa UNY Terapkan Matching Board untuk Belajar Puisi Rakyat di SMPN 2 Banguntapan

Mahasiswa UNY Terapkan Matching Board untuk Belajar Puisi Rakyat di SMPN 2 Banguntapan

S
Penulis: Sheryl Faissa Titania
22 September 2026, 01.06 WITA Editor: Fatimah
5 menit baca
Dokumentasi Pembelajaran Kelas VII A
Kegiatan Pembelajaran Puisi Rakyat Berbantuan Media Matching Board Foto: Dokumentasi Pribadi

JurnalPost.com – Pembelajaran sastra tidak hanya menjadi sarana mengenalkan karya-karya bahasa kepada murid, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sejak dini.

Pendekatan tersebut diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 2 Banguntapan, Bantul, pada September 2026. Sebanyak 32 murid mengikuti pembelajaran puisi rakyat dengan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media papan pencocokan kartu atau matching board.

IKLAN

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Sheryl Faissa Titania, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dalam rangka Praktik Kependidikan (PK).

Dokumentasi Pelaksanaan Pelita Kedundang
Baca Juga

Mahasiswa KKN UNY Padukuhan Kedundang III, Latih Anak-Anak Menulis Puisi Lewat Program "Pelita Kedundang"

Pembelajaran dirancang untuk membantu murid memahami karakteristik unsur dan struktur empat jenis puisi rakyat Nusantara, yakni pantun, gurindam, syair, dan mantra. Selain memahami materi, murid juga didorong mengembangkan kemampuan bernalar kritis, membaca secara komparatif, bekerja sama, serta menyampaikan pendapat.

Proses pembelajaran dimulai melalui pertanyaan pemantik secara lisan mengenai pola rima dan karakteristik puisi lama. Metode tersebut digunakan untuk menggali pengetahuan awal murid sebelum mereka masuk ke aktivitas kelompok.

Murid kemudian dibagi dalam kelompok beranggotakan empat orang. Setiap kelompok memperoleh sebuah “Amplop Misteri” yang berisi delapan kartu berisi kutipan bait puisi yang telah diacak.

Dari kartu-kartu tersebut, murid diminta mengidentifikasi berbagai unsur puisi. Mereka menghitung jumlah suku kata, mengamati pola sajak akhir, membedakan fungsi sampiran dan isi, hingga mengenali karakteristik bahasa yang digunakan dalam mantra.

Kurikulum Tidak Cukup Berganti
Baca Juga

Ganti Kurikulum Saja Tak Cukup, Teknologi Pendidikan Harus Mengubah Cara Belajar

Hasil analisis kemudian ditempatkan pada papan kerja bertajuk “Misi Detektif Puisi Rakyat”. Murid harus mencocokkan setiap kartu dengan kategori puisi yang dinilai sesuai berdasarkan karakteristik teks yang ditemukan.

Murid Belajar Mengemukakan Alasan

Suasana pembelajaran semakin interaktif ketika setiap kelompok mulai mempresentasikan hasil analisisnya di depan kelas.

Murid tidak hanya diminta menyebutkan apakah sebuah teks termasuk pantun, syair, gurindam, atau mantra. Mereka juga harus menjelaskan alasan di balik pilihan tersebut berdasarkan pola rima, susunan baris, pilihan kata, maupun struktur teks.

Diskusi antarkelompok membuat proses pembelajaran berkembang menjadi kegiatan saling memeriksa dan membandingkan temuan. Murid dapat mengajukan pertanyaan maupun menanggapi pendapat kelompok lain apabila menemukan perbedaan hasil analisis.

BUKU FILSAFAT PENDIDIKAN
Baca Juga

Di Tengah Modernisasi dan AI, Ke Mana Arah Pendidikan Kita Sebenarnya?

IKLAN

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator. Penguatan konsep diberikan terutama ketika murid mengalami kesulitan membedakan karakteristik beberapa jenis puisi rakyat, seperti syair dan gurindam.

Pendekatan scaffolding atau pemberian bantuan belajar secara bertahap digunakan agar murid dengan tingkat pemahaman yang berbeda tetap dapat mengikuti proses pembelajaran.

Dengan pola tersebut, murid yang telah memahami materi dapat membantu teman satu kelompoknya, sementara guru atau fasilitator memberikan arahan ketika ditemukan konsep yang masih belum tepat.

Belajar Sastra Lewat Media Taktil

Penggunaan matching board membuat kegiatan belajar tidak hanya berlangsung melalui penjelasan teori. Murid dapat berinteraksi langsung dengan materi melalui kartu-kartu yang harus dibaca, dipilah, dibandingkan, dan ditempatkan pada kategori tertentu.

Media taktil tersebut juga mendorong setiap anggota kelompok untuk terlibat dalam pembelajaran. Proses menentukan posisi kartu menuntut adanya diskusi dan kesepakatan sebelum kelompok menetapkan jawaban.

Melalui kegiatan itu, pembelajaran puisi rakyat diarahkan agar lebih dekat dengan pengalaman belajar murid sekaligus mengurangi kesan bahwa materi sastra hanya berisi teori dan hafalan.

Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui upaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, inklusif, dan menyenangkan.

Sementara itu, pengenalan pantun, gurindam, syair, serta mantra menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menumbuhkan apresiasi terhadap tradisi sastra serta warisan budaya Nusantara, sejalan dengan semangat pelestarian warisan budaya dalam SDG 11 target 11.4.

Pembelajaran dengan media serupa masih dapat dikembangkan untuk materi Bahasa Indonesia lainnya. Model permainan klasifikasi, kartu teks, maupun papan pencocokan dapat disesuaikan dengan kompetensi yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar.

Setelah memahami unsur dan struktur berbagai jenis puisi rakyat, pembelajaran selanjutnya dapat diarahkan pada tahap produksi karya. Murid diharapkan mampu memanfaatkan pemahaman yang telah diperoleh untuk menyusun pantun, gurindam, syair, ataupun bentuk puisi rakyat lainnya secara mandiri.

Dengan demikian, pembelajaran sastra tidak berhenti pada kemampuan mengenali struktur teks, tetapi berkembang hingga kemampuan mengolah bahasa dan menghasilkan karya sebagai bagian dari proses literasi sekaligus apresiasi terhadap budaya Indonesia.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mahasiswa-uny-terapkan-matching-board-untuk-belajar-puisi-rakyat-di-smpn-2-banguntapan/97789/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.59 WITA

  • #Bahasa Indonesia
  • #Pembelajaran
  • #Puisi
  • #SMPN 2 Banguntapan
  • #Sastra
  • #Sastra Indonesia
  • #UNY
  • #matching board
  • #pembelajaran bahasa
  • #pendidikan
  • #puisi rakyat

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Pilihan Editor

  1. 1 Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan
  2. 2

    Peran Teknologi Pangan dalam Meningkatkan Keamanan Pangan di Indonesia

  3. 3

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.