Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Keadaan Sektor Pertanian di Kecamatan Nanggung

Keadaan Sektor Pertanian di Kecamatan Nanggung

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
14 Maret 2023, 14.51 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
14 Mar 2023, 14.51 WITA · 4 menit baca
4 menit baca
Keadaan Sektor Pertanian di Kecamatan Nanggung

Bogor, JurnalPost.com - Pertanian mempunyai peranan penting dalam membangun perekonomian nasional maupun daerah. Seperti Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang memiliki mayoritas mata pencahariannya sebagai petani. Dengan luas lahan sawah di Kecamatan Nanggung yang mencapai 1640.43 ha dan dapat menghasilkan 5.9 ton/ha. Padi merupakan komoditas tertinggi dalam bidang pertanian.

Dengan cuaca Bogor yang disebut sebagai Kota Hujan, dan juga akhir - akhir ini curah hujan lebih tinggi dari biasanya, terdapat beberapa kendala pada tanaman padi. Seperti salah satu warga yang memiliki lahan sawah di Sawah Lega Geopark Pongkor.

IKLAN

"Curah hujan yang sedang tinggi seperti ini mengakibatkan padi jadi memutih dan kualitas padinya menurun" ujar Nyai Maryati

Foto Utama
Baca Juga

Mahasiswa UNAIR Kembangkan Merchandise untuk Delapan Museum di Surabaya, Dorong Inovasi Promosi Wisata Sejarah

Hal tersebut dikarenakan fungi (jamur) yang biasa berkembang yaitu ganjur (hama utama tanaman padi) yang seharusnya berbentuk bulir, namun malah menjadi hampa. Meskipun terjadi hambatan, padi tetap menjadi komoditas tertinggi dan menjadi mata pencaharian utama bagi masyarakat yang memiliki lahan sawah. lain halnya dengan tanaman hortikultura seperti tanaman cabai dan buncis yang terserang penyakit antraknosa yang menyebabkan pembusukan buah sebelum maupun setelah panen.

Pemerintah juga berupaya mendukung pertanian di Kecamatan Nanggung, beberapa diantaranya seperti adanya bantuan benih padi, pupuk bersubsidi, kegiatan sekolah lapang, dan bantuan sarana prasarana. Benih yang biasa digunakan adalah benih Inpari 32, bantuan dari pemerintah bersertifikat ungu yang dikirimkan setahun sekali oleh pemerintah dan dapat dipakai untuk 2-3 kali.

Pupuk bersubsidi diberikan bagi para petani dan pemilik lahan. Para petani harus sudah terdaftar di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) pupuk bersubsidi kelompok tani. Adapula syarat lainnya adalah memiliki status sebagai yang memiliki lahan atau penggarap, KTP (Kartu Tanda Penduduk), KK (Kartu Keluarga), dan SPT (Sistem Pertanian Terpadu). Sampai saat ini ada skitar 4500 sampai dengan 5000 NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang telah terdaftar di RDKK.

IKLAN

Beberapa pekan terakhir pupuk sedang sulit didapatkan dikarenakan keterlambatkan distribusi oleh distributor kepada kios - kios resmi. Tidak dikethaui apa penyebab pasti yang dialami oleh distributor sampai mengalami keterlambatan, menurut Irsyad kemungkinan karena awal tahun anggaran baru. Keterlambatan tersebut menyebabkan susahnya para penjual pupuk dan pemilik lahan untuk mendapatkan pupuk.

Kegitan Gambar1
Baca Juga

Tim Fakultas Vokasi UM Dampingi Penataan Desain Interior untuk Memperkuat Identitas Institusi

“Harapan kedepannya sih semoga pupuk ga susah kaya sekarang ya, soalnya repot kalau aksesnya harus jauh, yang biasanya ngambil pupuk ke Desa Pangkal Jaya sekarang jadi harus ke Kecamatan Cigudeg” tutur Nyai Maryati

Kegiatan sekolah lapang yang dibuat sebagai salah satu pendukung pertanian di Kecamatan Nanggung itu berupa pertemuan selama 8 kali bersama kelompok tani, kemudian para PPL (Penyuluh Pertanian Lapang) memberikan materi mengenai 12 komponen PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) dan juga praktek langsung ke laboratorium lapang.

Selain adanya dukungan pemerintah berupa pupuk bersubsidi, pemberian benih padi, dan kegiatan sekolah lapang, Kecamatan Nanngung juga diberi dukungan berupa sarana prasarana berupa alat pengolahan pertanian agar tercapainya modernisasi dalam sistem pertanian. Alat pengolahan pertanian beberapa diantaranya seperti alat pengolah tanah yaitu Handtraktor sebanyak 58 unit, Pompa air sebanyak 34 unit, Cultivator lahan darat sebanyak 6 unit, 16 paket bantuan Handsprayer atau alat menyiram tanaman maupun alat semprot hama pada tumbuhan, dan alat penanam bibit dengan jumlah, jarak, kedalaman yang seragam yaitu Transplanter sebanyak 2 unit. Meskipun alat sudah cukup banyak, belum bisa menjadikan pertanian Kecamatan Nanggung sebagai sepenuhnya modernisasi.

Alasan mengapa Kecamatan Nanggung belum bisa sepenuhnya modernisasi adalah karena budaya dari masyarakatnya itu sendiri yang menolak modernisasi dalam mengadopsi inovasi berupa metode dan teknologi. Salah satunya menolak teknik pengendalian hama tikus di area persawahan atau yang disebut Gropyokan, Ataupun pengolahan tanah yang masih menggunakan cangkul.

HUT ke 58, Semen Tonasa Gandeng BULOG
Baca Juga

HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

Bagaimanapun hambatan tersebut harus segera ditanggulangi. Kepala daerah Kecamatan Nanggung memberikan tindakan berupa selalu melaksanakan penyuluhan dengan pendekatan persuasif secara bertahap, akhirnya beberapa kelompok tani yang sudah menerapkan 12 komponen PTT ( Pengelolaan Tanaman Terpadu ) komoditas padi, mereka merasakan hasil yang meningkat.

Oleh: Indri Rahmawati, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/keadaan-sektor-pertanian-di-kecamatan-nanggung/46700/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 16.26 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dosen UMI Edukasi Ibu Hamil tentang Sleep Hygiene dan Mindfulness untuk Cegah Risiko Hipertensi Kehamilan

Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas

Masjid sebagai Pusat Pendidikan Islam: Antara Semangat Mendirikan Lembaga dan Tantangan Manajemen

Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

Pilihan Editor

  1. 1 Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia
  2. 2

    Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

  3. 3

    Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

  4. 4

    Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

  5. 5

    Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.