JurnalPost.com - Bisnis tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia, bahkan bisnis merupakan kegiatan yang sering dilakukan sehari-hari oleh manusia sebagai penghasilan dan nilai tambah bagi konsumen. Manusia berperan sebagai produsen, perantara dan konsumen. Produsen berperan sebagai penghasil produk dalam suatu kegiatan bisnis, perantara sebagai penjual produk yang telah dihasilkan produsen dan konsumen sebagai pengguna dari produk tersebut.
Dalam dunia bisnis, etika sangat diperlukan untuk mengelola dan menjalankan setiap kegiatan bisnis. Dengan etika yang baik, bisnis yang dijalankan akan mudah berkembang. Dalam Islam menekankan adanya moralitas sangat penting, seperti persaingan yang sehat, kejujuran, keterbukaan dan keadilan. Menerapkan nilai-nilai moralitas sangat penting dan merupakan tanggung jawab bagi para pelaku bisnis. Bagi seorang muslim nilai-nilai tersebut merupakan cerminan keimanannya kepada Allah.
Etika produksi dalam Islam merupakan ibadah, sehingga tujuan dan prinsipnya pada dasarnya untuk ibadah. Perusahaan tidak hanya mementingkan keuntungan saja, tetapi juga manfaatnya. Islam juga mengajarkan untuk mengkonsumsi dan menggunakan harta secara wajar dan seimbang, agar terhindar dari kekikiran dan pemborosan.
Dalam Islam semua orang bebas dalam melakukan aktivitas bisnis kecuali yang dilarang yaitu tidak boleh dalam berbisnis terdapat ketidakadilan dan riba, terdapat prinsip ataupun landasan yang perlu dijalankan dan merupakan pedoman dasar dalam berbisnis yang baik. Etika bisnis islam berprinsip untuk selalu menjunjung tinggi dan melaksanakan nilai-nilai yang ada di Al-Quran dan hadis, oleh karena itu apa yang di ajarkan dan di anjurkan untuk dilakukan merupakan sesuai dengan syariat Islam yang baik dan benar. Dalam hal ini kebebasan manusia sesungguhnya tidak mutlak, tetapi merupakan kebebasan yang bertanggung jawab dan berkeadilan. Bertanggung jawab berarti bahwa manusia sebagai pelaku bisnis, mempunyai tanggung jawab kepada Allah atas perilaku bisnis. Harta sebagai bagian bisnis dalam Islam adalah amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Dalam ekonomi Islam, bisnis dan etika tidak harus dipandang sebagai dua hal yang bertentangan, sebab bisnis yang merupakan simbol dari urusan duniawi juga dianggap sebagai ibadah. Artinya, jika bisnis diniatkan sebagai ibadah dan merupakan kepatuhan kepada Allah, maka bisnis dengan sendirinya harus sejalan dengan kaidah-kiadah moral yang berlandasan keimanan kepada Allah. Bahkan dalam Islam, pengetian bisnis tidak di batasi dengan urusan dunia saja, tetapi mencakup seluruh kegiatan di dunia yang diniatkan sebagai ibadah untuk meraih keuntungan atau pahala.
Tujuan dari pelaksanaan dan penerapan etika bisnis islam dalam kehidupan berbisnis, antara lain yaitu; membangun kode etik bisnis yang sesuai syariat Islam, dapat menyelesaikan perselisihan, dan meningkatkan ukhuwah islamiah. Tujuan keberadaan etika bisnis Islam agar para pebisnis muslim terhindar dari apa yang dilarang oleh Allah dan menjalankan apa yang diajarkan, dengan menjalankan bisnis sesuai dengan syariat Islam, seorang muslim terhindar dari berbagai dosa dan bentuk kezaliman di dunia, serta mendatangkan berkah yang melimpah.
Oleh: Muhammad Iansyah Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda