Seperti yang diungkapkan Mila, salah satu pemilik Fotocopy Ud. SD (Surya Darma) yang berada di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Minggu (3 Oktober 2021). seperti jasa fotocopy pada umumnya, selain menawarkan jasa perbanyak dokumen juga ada layanan print, jilid, laminating dan mejual beberapa jenis alat tulis dan kantor. Dari sisi harga dibilang Surya Darma Fotocopy sangat terjangkau, sebagai contoh untuk fotocopy dan print copy harga Rp. 200, print mulai Rp. 500 - Rp 1,500 per lembar tergantung komposisi warnanya. Untuk jilid mulai dari Rp. 4,000 – Rp 15,000 tergantung ketebalan dan jenis jilidan (plastic dan kertas) dan laminating harganya mulai dari Rp. 5,000 – Rp. 6,000 tergantung besarnya (A4 atau F4). Ia menjelaskan produk yang paling laris dan mendapatkan keuntungan lebih besar justru Print dan Jilid. Sebagai tambahan fasilitas juga disediakan akses internet dan wifi gratis. Pelanggan fotocopy paling banyak berasal dari kalangan siswa, mahasiswa dan pekerja kantoran yang berasal dari sekitaran wilayah desa tukadmungga dan desa terdekat seperti dari Desa Anturan, Desa Selat dan Desa Tegallinggah. Menurutnya penjualan turun sampai 50% dua tahun terakhir ini, sebelum adanya wabah virus corona ia bisa meraup keuntungan hingga Rp. 400,000 dalam sehari. Namun, kini pendapatan dari hasil itu semakin hari menunjukkan penurunan.
Dampak Pandemi, Omset Bisnis Fotocopy di Singaraja Merosot
Oleh: Kadek Surya Darmawan (Mahasiswa Prodi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)
JurnalPost - Sekarang ini kata Pandemi Covid-19 tidaklah asing didengar di telinga kita. Pandemi COVID-19 yang berawal pada tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 serta kebijakan kebijakan yang bersifat penanggulangan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi ini. Tidak dipungkiri nyaris semua sektor terdampak, tak terkecuali UMKM. Dampak yang ditimbulkan akibat merebaknya Pandemi covid-19 dalam kurun waktu hampir 2 tahun sejak tahun 2020 hingga saat ini, membuat usaha fotocopy di kota Singaraja mengalami penurunan omset bahkan sampai menutup usahanya. Hal ini disebabkan banyak kendala yang dihadapi para usahawan yang bergerak di bidang usaha fotocopy dan hal ini pula terjadi hampir di seluruh Indonesia bahkan dunia. Banyaknya usaha fotocopy yang mengalami kebangkrutan karena pemilik tidak siap menerima perubahan dan menghadapi kendala-kendala yang datang begitu cepat.
Seperti yang diungkapkan Mila, salah satu pemilik Fotocopy Ud. SD (Surya Darma) yang berada di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Minggu (3 Oktober 2021). seperti jasa fotocopy pada umumnya, selain menawarkan jasa perbanyak dokumen juga ada layanan print, jilid, laminating dan mejual beberapa jenis alat tulis dan kantor. Dari sisi harga dibilang Surya Darma Fotocopy sangat terjangkau, sebagai contoh untuk fotocopy dan print copy harga Rp. 200, print mulai Rp. 500 - Rp 1,500 per lembar tergantung komposisi warnanya. Untuk jilid mulai dari Rp. 4,000 – Rp 15,000 tergantung ketebalan dan jenis jilidan (plastic dan kertas) dan laminating harganya mulai dari Rp. 5,000 – Rp. 6,000 tergantung besarnya (A4 atau F4). Ia menjelaskan produk yang paling laris dan mendapatkan keuntungan lebih besar justru Print dan Jilid. Sebagai tambahan fasilitas juga disediakan akses internet dan wifi gratis. Pelanggan fotocopy paling banyak berasal dari kalangan siswa, mahasiswa dan pekerja kantoran yang berasal dari sekitaran wilayah desa tukadmungga dan desa terdekat seperti dari Desa Anturan, Desa Selat dan Desa Tegallinggah. Menurutnya penjualan turun sampai 50% dua tahun terakhir ini, sebelum adanya wabah virus corona ia bisa meraup keuntungan hingga Rp. 400,000 dalam sehari. Namun, kini pendapatan dari hasil itu semakin hari menunjukkan penurunan.
Seperti yang diungkapkan Mila, salah satu pemilik Fotocopy Ud. SD (Surya Darma) yang berada di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Minggu (3 Oktober 2021). seperti jasa fotocopy pada umumnya, selain menawarkan jasa perbanyak dokumen juga ada layanan print, jilid, laminating dan mejual beberapa jenis alat tulis dan kantor. Dari sisi harga dibilang Surya Darma Fotocopy sangat terjangkau, sebagai contoh untuk fotocopy dan print copy harga Rp. 200, print mulai Rp. 500 - Rp 1,500 per lembar tergantung komposisi warnanya. Untuk jilid mulai dari Rp. 4,000 – Rp 15,000 tergantung ketebalan dan jenis jilidan (plastic dan kertas) dan laminating harganya mulai dari Rp. 5,000 – Rp. 6,000 tergantung besarnya (A4 atau F4). Ia menjelaskan produk yang paling laris dan mendapatkan keuntungan lebih besar justru Print dan Jilid. Sebagai tambahan fasilitas juga disediakan akses internet dan wifi gratis. Pelanggan fotocopy paling banyak berasal dari kalangan siswa, mahasiswa dan pekerja kantoran yang berasal dari sekitaran wilayah desa tukadmungga dan desa terdekat seperti dari Desa Anturan, Desa Selat dan Desa Tegallinggah. Menurutnya penjualan turun sampai 50% dua tahun terakhir ini, sebelum adanya wabah virus corona ia bisa meraup keuntungan hingga Rp. 400,000 dalam sehari. Namun, kini pendapatan dari hasil itu semakin hari menunjukkan penurunan.
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda