Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Dampak Pandemi, Omset Bisnis Fotocopy di Singaraja Merosot

Dampak Pandemi, Omset Bisnis Fotocopy di Singaraja Merosot

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Oktober 2021, 21.26 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
07 Okt 2021, 21.26 WITA · 6 menit baca
6 menit baca
Dampak Pandemi, Omset Bisnis Fotocopy di Singaraja Merosot
Catatan arsip: sebagian dokumentasi gambar pada artikel ini tidak lagi tersedia.
Oleh: Kadek Surya Darmawan (Mahasiswa Prodi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha) JurnalPost - Sekarang ini kata Pandemi Covid-19 tidaklah asing didengar di telinga kita. Pandemi COVID-19 yang berawal pada tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 serta kebijakan kebijakan yang bersifat penanggulangan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi ini. Tidak dipungkiri nyaris semua sektor terdampak, tak terkecuali UMKM. Dampak yang ditimbulkan akibat merebaknya Pandemi covid-19 dalam kurun waktu hampir 2 tahun sejak tahun 2020 hingga saat ini, membuat usaha fotocopy di kota Singaraja mengalami penurunan omset bahkan sampai menutup usahanya. Hal ini disebabkan banyak kendala yang dihadapi para usahawan yang bergerak di bidang usaha fotocopy dan hal ini pula terjadi hampir di seluruh Indonesia bahkan dunia. Banyaknya usaha fotocopy yang mengalami kebangkrutan karena pemilik tidak siap menerima perubahan dan menghadapi kendala-kendala yang datang begitu cepat. Seperti yang diungkapkan Mila, salah satu pemilik Fotocopy Ud. SD (Surya Darma) yang berada di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Minggu (3 Oktober 2021). seperti jasa fotocopy pada umumnya, selain menawarkan jasa perbanyak dokumen juga ada layanan print, jilid, laminating dan mejual beberapa jenis alat tulis dan kantor. Dari sisi harga dibilang Surya Darma Fotocopy sangat terjangkau, sebagai contoh untuk fotocopy dan print copy harga Rp. 200, print mulai Rp. 500 - Rp 1,500 per lembar tergantung komposisi warnanya. Untuk jilid mulai dari Rp. 4,000 – Rp 15,000 tergantung ketebalan dan jenis jilidan (plastic dan kertas) dan laminating harganya mulai dari Rp. 5,000 – Rp. 6,000 tergantung besarnya (A4 atau F4). Ia menjelaskan produk yang paling laris dan mendapatkan keuntungan lebih besar justru Print dan Jilid. Sebagai tambahan fasilitas juga disediakan akses internet dan wifi gratis. Pelanggan fotocopy paling banyak berasal dari kalangan siswa, mahasiswa dan pekerja kantoran yang berasal dari sekitaran wilayah desa tukadmungga dan desa terdekat seperti dari Desa Anturan, Desa Selat dan Desa Tegallinggah. Menurutnya penjualan turun sampai 50% dua tahun terakhir ini, sebelum adanya wabah virus corona ia bisa meraup keuntungan hingga Rp. 400,000 dalam sehari. Namun, kini pendapatan dari hasil itu semakin hari menunjukkan penurunan.

Faktor Penyebab Menurunnya Omset Bisnis Fotocopy

Adapun faktor penyebab menurunnya omset sebagai dampak Virus Corona-19 adalah sebagai berikut: Menurunnya jumlah pelanggan (kebutuhan akan fotocopy menurun), Pembatasan waktu buka tutup toko oleh aturan pemerintah dan kebutuhan pokok yang semakin mahal. Pertama, Menurunnya pelanggan disebabkan siswa dan mahasiswa sudah tidak belajar di sekolah lagi. Pembelajaran secara daring online berdampak pada kebutuhan akan fotocopy berkas dan buku menurun. Siswa sekarang kebanyakan mencari refrensi di internet tidak seperti biasanya saat sekolah masih melakukan proses pembelajaran secara tatap muka di mana siswa diwajibkan untuk memiliki sebuah buku untuk mata pelajaran tertentu sehingga diwajibkan untuk membeli atau menggandakannya. Di samping itu siswa saat pembelajaran normal sering kali menggandakan soal-soal ulangan dan ujian serta tugas-tugas sekolah yang diwajibkan untuk mengumpul sehingga berdampak pada usaha fotocopy ini. Kedua, aturan pemerintah juga sering berubah seiring penanggulangan dampak covid-19 ini. Adanya aturan PPKM Skala Mikro di mana mengatur buka tutup toko yang dimulai tanggal 9 Pebruari 2021 hingga saat ini adanya intruksi Menteri dalam negeri no 43, dan 44 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, level 3 dan level 2 Wilayah Jawa Bali. Dalam perpanjangan PPKM ini, tak ada lagi daerah yang menerapkan PPKM level 4 di Jawa-Bali. Namun PPKM level 4 masih diterapkan di sejumlah daerah di luar Jawa-Bali. Berikut ini perkembangan kasus baru di Kabupaten Buleleng. Ketiga, kebutuhan pokok yang semakin mahal membuat pemilik usaha fotocopy geleng-geleng kepala hal ini bagaikan maju kena mundur juga kena. Jika menaikkan harga di masa pandemi ini akan berdampak pada sepinya pelanggan. Dengan harga normal saja orang-orang sudah mulai mengurangi pengeluarannya di bidang penggandaan berkas apalagi kita naikkan harga.

Apa yang perlu disiapkan untuk membuka Bisnis fotocopy?

Tak pelit informasi beliau berbagi beberapa modal yang harus dikeluarkan jika ingin memulai usaha fotocopy. Hal wajib yang musti ada tentu saja mesin fotocopy dengan kisaran 28-35 juta, untuk printer 2,5 juta, computer dengan spesifikasi yang memadai paling tidak seharga 3-5 juta per unit, alat kacip besar 1 jt, kelengkapan meja dan lainnya bisa sampai 10 jt. Hal yang tidak boleh dilewatkan adalah biaya perawatan dan service mesin, ketersediaan kertas dan atk lainnya, biaya internet, listrik dan gaji karyawan.

Bagaimana bisnis fotocopy dapat bertahan dan survive?

Bisnis fotocopy/ penggandaan dokumen akan selalu dibutuhkan masyarakat. Walaupun kebanyakan beralih online namun fotocopy tetaplah dibutuhkan. Sayangnya beberapa pengusaha fotocopy di singaraja gulung tikar. Adapun cara mengatasi masalah di saat pandemi covid-19 ini melanda yaitu dengan menggunakan analisis SWOT. SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana. a. Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten, properti intelektual Anda, dan lokasi Anda. Dengan mengoptimalkan kekuatan yang ada misalkan karyawan yang ramah, cekatan, wifi gratis dan pelayanan antar jemput bisa membuat usaha ini dapat bertahan dan survive. Sekarang adalah jamannya seseorang untuk berbelanja tanpa datang langsung ke tempat usaha yang dituju. Maka dari itu dengan belajar dari kelemahan itu dapat menjadikan kekuatan yang luar biasa untuk menambah pelanggan dan meraup keuntungan. Kekuatan terbesar adalah semangat, keyakinan dan kesabaran dari pelaku usaha itu sendiri. Jika yakin maka apapun bisa di atasi walaupun adanya pandemi ini sekalipun. b. Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan. Walaupun dahulu pernah diberlakukan buka tutup toko/ usaha dari pukul 08.00-14.00 wita, dan pernah di perlonggar sampai Pukul 16.00. Sehingga waktu transaksi sangatlah minim yang berefek ke penghasilan harian. Hal ini membuat pelaku usaha menguras tenaga untuk tetap berjuang mengatasi hal tersebut dan menjadikannya peluang yang menguntungkan seperti melayani secara online system. c. Namun di saat pandemi, antar jemput merupakan peluang yang luar biasa dalam mendapatkan profit. Sekarang adalah jamannya digital sehingga penyedia jasa fotocopy juga bisa menggunakan aplikasi whatshapp dalam bertransaksi atau melayani pelanggan. Misalnya siap melayani print copy/print warna tinggal kirim ke whatshapp dan pelanggan tinggal menunggu di rumah. Walaupun banyak kendala yang dihadapi saat pemberlakuan PPKM namun tidak menyurutkan semangat untuk melayani pelanggan sehingga pelanggan tidak akan hilang. Peluang lainnya dengan adanya orang melakukan vaksinasi bisa kita kerjakan jasa pencetakan sertifikat sudah divaksin. Setelah terpuruk dari mobilitas masyarakat seperti pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di tahun 2021 secara bertahap oleh Pemerintah bisa berharap dapat menekan penyebaran covid-19 ini. Alhasil Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi diakui berhasil dalam memerangi dan menanggulangi pandemi ini oleh beberapa negara di dunia. Untuk itu kepercayaan dan berfikir positif terhadap pemimpin kita sangatlah perlu. Tetaplah semangat, yakin, bersabar serta selalu bersyukur untuk tetap bertahan. Kita optimis, pandemi pasti berakhir dan usaha akan berjalan normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dampak-pandemi-omset-bisnis-fotocopy-di-singaraja-merosot/26201/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 13.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

Pilihan Editor

  1. 1 Mantan Kanit Lantas Polsek Sedayu, Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Lurah Argorejo Bantul
  2. 2

    Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

  3. 3

    Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan

  4. 4

    Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

  5. 5

    Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.