JurnalPost - Purworejo - Adanya pandemi Covid-19 memberikan hantaman yang cukup keras di berbagai sektor usaha, terutama usaha kuliner. Banyaknya batasan-batasan yang harus dilakukan mengakibatkan berkurangnya konsumen yang datang dan berkunjung. Hal inilah yang membuat Tajab Muaram salah satu pelaku usaha bisnis kuliner di Purworejo melakukan inovasi dalam usahanya agar dapat tetap bertahan dan bangkit.
Salah satu usaha kuliner yang dirintisnya yaitu Bale Panggung Resto yang telah didirikan sejak Juni 2017 lalu. Sebuah restoran berkonsep nature garden yang menyediakan berbagai macam makanan yang cocok disambangi bersama teman atau keluarga. Menurutnya berbisnis di masa pandemi Covid-19 tidaklah mudah, bahkan hal itu membuat penjualan dan omsetnya turun hingga 70 persen. Tajab Muaram yang ditemui pada Rabu (13/10) mengatakan, “ Yang tadinya 1 hari dapat menjual 100 porsi makanan, karena pandemi kita hanya bisa menjual 30 porsi. Dari segi pemasukan berkurang drastis, tapi bagaimanapun caranya kita harus bertahan agar tidak kehilangan apa yang sudah dirintis”.
Alasan Tajab Muaram tetap bisa bertahan ditengah pandemi yaitu mempunyai tanggung jawab tidak hanya untuk dirinya sendiri ataupun keluarganya, tetapi juga tanggung jawab kepada karyawan dan memastikan mereka mendapatkan nafkah untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.
Untuk membangun bisnis menurutnya tidak mudah, harus konsisten dan memiliki kemauan yang besar agar tidak stuck di tempat dan merasa puas. Tajab Muaram mau tidak mau harus memutar otak demi bisa menjalankan bisnis yang dirintisnya, dengan berinovasi salah satunya dengan mengusung café dengan konsep persawahan yaitu Jembarna coffe & eatery.
Cafe Jembarna merupakan cafe berkonsep persawahan yang terletak di Desa Prigelan, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo berdampingan dengan Bale Panggung Resto yang telah didirikan sebelumnya. Sensasi makan sambil menikmati hembusan angin sawah dapat dirasakan saat mengunjungi tempat ini. Tajab Muaram mengatakan, “awalnya tidak terlalu memikirkan konsep persawahan, tetapi karena orang tua mempunyai lahan disini dan dengan berjalannya waktu maka berfokus untuk adanya perubahan konsep yang berbeda dengan kebanyakan cafe lainnya.”
Cafe ini mulai beroprerasi pada 9 Agustus 2021. Sesuai dengan konsepnya, café ini berdiri di tengah hamparan sawah yang luas. Adapun untuk menu makanan yang ditawarkan yaitu berupa traditional & western food. Selain itu, dekorasi tempat dan spot-spot yang aesthetic membuat pengunjung dapat berswafoto dengan puas disini. Café ini dilengkapi dengan coffee shop, kolam renang kecil, dan dapur yang didesain secara terbuka sehingga pengunjung dapat melihat langsung proses dan kebersihan dalam memasaknya. Tak hanya itu, Café Jembarna menyajikan live music akustik setiap malam Minggunya dan tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Cafe ini buka mulai pukul 12.00 siang hingga 22.00 malam setiap harinya.
Dengan kondisi pandemi yang sudah mulai mereda, peraturan-peraturan ketat juga mulai dilonggarkan dan dengan melalui konsep yang unik tersebut, membuat penjualan ikut terdongkrak. Terkadang untuk hari weekend penjualan hingga naik 100 persen. Begitulah usaha yang dilakukan untuk tetap bertahan dan berjuang dalam menghadapi rintangan pandemi ini. Tidak ada hal yang sia-sia untuk tujuan baik disetiap apa yang dilakukan.
Rencana yang akan dilakukan ke depan, Tajab Muaram mengatakan dirinya akan memperbaiki café dengan konsep yang sama yaitu outdoor namun dengan nuansa yang baru dan berbeda, selain itu juga akan melakukan inovasi pada menu makanan serta menyediakan layanan delivery order ke seluruh tempat di Purworejo.
Penulis : Dephia Putri Ardana/Muhammad Zakaria Rahman, mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Editor : Annisa
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda