Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Bersama Mahasiswa FISIP USU Membangun Kepercayaan Diri Anak

Bersama Mahasiswa FISIP USU Membangun Kepercayaan Diri Anak

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
21 Desember 2022, 17.00 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
8 menit baca
Bersama Mahasiswa FISIP USU Membangun Kepercayaan Diri Anak

JurnalPost.com - Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah bentuk penyelenggaraan kegiatan Pendidikan dan pelatihan dengan bekerja secara langsung,secara sistematik dan terarah dengan supervisi yang berkompeten. PKL dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional dan diharapkan akan menerapkan ilmu yang diperoleh, sekaligus dapat dipraktekkan oleh peserta PKL pada dunia kerja. Kegiatan ini juga di laksanakan oleh salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakutltas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatra Utara yang bernama Sarah Shahiba dengan NIM 190902106. Dimana Sarah Shahiba di bimibing oleh Supervisor Sekolah yaitu Bapak Dr.Bengkel M.Si dan juga Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos.,M.Kessos. sebagai dosen pengampu pada mata kuliah Praktikum/PKL II . Kegiatan Praktikum II ini dilaksanakan di Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Anak (LSM KOPA), yang beralamat Jl. Syah Bandar No.23, A U R, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212 . pelaksanaann kegiatan Praktikum/PKL II ini berjalan kurang lebih sekitar 4 bulan yaitu mulai dari 5 September sampai 20 Desember 2022.

Dimana pada pelaksaan Praktikum I praktikan juga melaksaakan kegiatan tersebut ditempat Praktikum/seting yang sama yaitu di LSM Komunitas Peduli Anak, yang menjadi pembeda pada pelaksaanan Praktikum I dan II adalah ruang lingkupnya. Pada Praktikum I (Individua atau Kelompok) memilik maknna outcome base ecucation atau hasil dari pelaksaanaan praktik menggunakan pendekatan project base learning education (PBL) adalah memberikan hasil/dampak pada klien secara individu, sedangkan Praktikum II (Organisasi atau Masyarakat) adalah memberikan hasil/dampak pada klien dalam Kelompok/Groupwork.

IKLAN

Komunitas Peduli Anak (KOPA) adalah sebuah Organisasi berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang Sosial, Pendidikan, Keagamaan, dan Kesejahteraan Sosial Keluarga dan Anak. Dari pengalaman penanganan anak jalanan dan anak bermasalah pada masa berdirinya sebuah yayasan sosial di bidang anak, maka Syafri Tanjung dan rekan-rekan membentuk lembaga Komunitas Peduli Anak (KOPA). Lembaga ini didirikan pada tahun 2005 dan dilahirkan atas dasar untuk kesejahteraan dan kemandirian anak jalanan dan anak-anak bermasalah seperti anak Yatim/Piatu, Autis, serta anak yang orangtuanya bekerja sebagai Pedagang Kaki Lima (Pedagang Kecil) dan orangtuanya yang berstatus Cerai/Broken Home.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Pada Praktikum II ini kegiatan dapat dilakukan secara individu oleh Praktikan. Dimana dalam pelaksanaan praktikum ini mahasiswa diharapkan melakukan mini project menggunakan metode intervensi mezzo (groupwork) guna membantu klien mengatasi masalah atau mengembalikan fungsi sosial klien melalui metode-metode pekerja sosial pada level intervensi Mezzo. Tetapi sebelum memulai melaksanakan mini project praktikan terlebih dahulu membangun relasi terhadap adik-adik yang ada di LSM KOPA guna menjalin kedekatan. Dengan mengadakan kegiatan seperti belajar bersama yaitu belajar menghitung, membaca, mewarnai, belajar Bahasa Inggris dan mengerjakan soal latihan, selain itu juga mengadakan kegiatan bermain games bersama guna melatih kekompakan dan kebersaaman antara adik-adik, juga melakukan sharing session.Selain kegiatan yang disebutkan tadi praktikan juga memberikan edukasi kepada adik-adik melalu media poster yang bertemakan “best food vs worst food” dimana dengan menempelkan serta menjelaskan mengenai makanan yang baik dan makanan yang tidak baik dapat mengedukasi adik-adik agar dapat memperbanyak mengkonsumsi makanan yang baik dan mengurangi makanan yang tidak baik.

Gambar 1. Rangkaian Kegiatan

Pada pertengahan pelaksaan Praktikum II Praktikan mulai membuat mini project. Sebelum itu praktikan mengali informasi dari Bapak Syafri Tanjung selaku SPV Lembaga dan beliau menyatakan bahwasanya terdapat beberapa anak yang memiliki latar belakang orang tuanya yang berstatus cerai dan juga beberapa dari mereka yang tidak tinggal dengan orang tua kandungnya. Setelah mendapatkan informasi tersebut barulah praktikan membentuk kelompok yang berisikan 5 orang anak berusia 5-12 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Praktikan melihat bahwasanya anak-anak dalam kelompok tersebut memilik masalah kurang mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya, sehingga mereka terlihat malu-malu/ kurang percaya diri dan tidak dapat mengekspresikan dirinya dengan baik. Dalam membantu klien untuk mengatasi masalah atau mengembalikan fungsi sosialnya praktikan menggunakan metode Groupwork pada level intervensi mezzo. Adapun tahapan yang digunakan praktikan adalah Tahapan Umum (General Method) yaitu sebagai berikut :

1. Engagement, Intake, Contract Tahap ini merupakan tahap awal yang berisikan pendekatan terhadap klien, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan, dan melakukan kesepakatan kontrak antara klien dan pekerja sosial.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Pada tahap ini praktikan melakukan pendekatan awal dengan para klien dengan membentuk kelompok diskusi. Praktikan juga mengajak para klien untuk saling bertukar cerita guna mengali informasi dan sumber-sumber sekitar klien. Setelah terjalin hubungan antara praktikan dengan klien barulah mulai membuat kesepakatan untuk melakukan tahapan selanjutnya.

2. Assessment Tahap ini merupakan penyelesaian masalah serta mengetahui Penyebab dan potensi yang digunkan untuk menyelesiakan masalah klien.

Pada tahap ini praktikan dalam mengasesment klien menggunakan form assessment sebagai landasan wawancara dan juga mengunakan tools assessment ecomap.

Hasil Assesment yang didapatkan :

KKN 179 UMM
Baca Juga

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

IKLAN

• Klien memiliki latar belakang yang sama yaitu orang tuanya bercerai • Beberapa klien tidak tinggal dengan orang tuanya dan jarang bertemu dengan ke 2 orang tuanya • Klien kurang mendapatkan perhatian dari ke2 orang tuanya • Klien kurang percaya diri dan kurang dalam mengengekspersikan perasaan mereka

Gambar 2. Pelaksanaan Mini Project

3. Perencaan/planning Tahap ini merupakan tahapan yang berisikan tentang rencana strategi yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah klien.

Pada tahap ini praktikan memilih strategi prartisiatif yaitu mengajak klien untuk terlibat langsung dalam penyelesaian masalah pada klien. Dalam rangka meningkatkan kepercayaan diri terhadap para klien praktikan merencanakan menggunakan metode CAMB (Cerita, Apresiasi, Motivasi, dan Biasakan) yaitu :

• Cerita adalah metode berkomunikasi universal yang sangat mempengaruhi jiwa manusia, suatu proses kreatif untuk menyampaikan pesan moral yang dapat ditiru dan ditingalkan. Saling berbagi cerita masing-masing dalam groupwork yang bertujuan untuk membantu klien dalam membangun kepercayaan dirinya. • Apresiasi adalah penilain baik dalam bentuk penghargaan sebagai tanda menghargai setiap aktivitas positif yang dilakukan juga membuat mereka mengetahui bahwa perbuatan baik mereka dapat membuat orang lain senang. • Motivasi adalah memberikan dorongan kepada klien agar dapat melakukan hal yang bermanfaat dan bertujuan baik. • Biasakan adalah proses pembelajaran yang berulang-ulang yang dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga sikap atau perilaku dapat melekat dan menetap secara otomatis tanpa disuruh.

4. Intervensi Tahap ini merupakan tahapan yang berisikan pelaksanaan program yang telah direncanakan dengan tujuan untuk memberikan perubahan terhadap klien.

Pada tahap ini praktikan mulai melaksanakan program CAMP kepada para klien dimulai dengan mengajak para klien untuk saling bercerita mulai dari kebiasaan sehari-hari, kegemaran hingga kecita-cita mereka. Tujuan dari metode Cerita ini adalah untuk membangun rasa percaya diri klien untuk bercerita dihadapan temannya dan juga mengajaknya untuk mengekspresikan dirinya. Pertemuan berikutnya praktikan mengajak klien untuk melakukan beberapa kegiatan kemudian memberikan apresiasi dari hasil yang mereka kerjakan yang bertujuan agar klien mengetahui apa yang dilakukannya membuat hasil yang baik sehingga klien merasa lebih percaya diri lagi. Selain itu praktikan juga memberikan motivasi dan edukasi kepada para klien agar mereka dapat lebih semangat lagi. Dan terakhir yaitu biasakan, disini praktikan membiasaka klien untuk berani bercerita, memimpin didepan, dan melakukan hal hal baik.

5. Evaluasi Tahap ini merupakan tahapan yang berisikan tentang monitoring dan control terhadap klien, sekaligus memastikan apakah sasaran atau tujuan dapat tercapai. Setelah melakukan pertemuan beberapa kali pertemuan dengan para klien, praktikan dapat melihat perkembangan yang dialamin oleh para klien dimana para klien sudah mulai terbuka, berani dan percaya diri serta dapat mengekspesikan diri mereka.

6. Terminasi Tahap ini merupakan tahap akhir yaitu pemutusan hubungan dengan klien ketika tujuan yang direncanakan telah tercapai. Pada tahap ini praktikan melakukan pemberhentian pemberian bantuan terhadap para klien dalam Groupwork. Dikarnakan para klien sudah dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka serta lebih baik dalam mengekspersikan diri mereka.

Diakhir kegiatan Praktikum/PKL II setelah selesai melaksanakan mini project praktikan memberikan kenangan-kenangan untuk LSM Komunitas Peduli Anak (KOPA) sebagai ucapan terima kasih praktikan kepada Bapak Syafri Tanjung dan Kak Sri Pohan tak lupa pula kepada seluruh adik-adik yang sudah terlibat selama pelaksanaan PKL. Dan juga mengharapkan para klien dan adik-adik lainnya dapat menjadi anak yang lebih baik lagi dan mendapatkan manfaat dari pelaksanaan Praktikum II ini.

Oleh : Sarah Shahiba (190902106) Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejateraan Sosial FISIP USU

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bersama-mahasiswa-fisip-usu-membangun-kepercayaan-diri-anak/40749/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 17.44 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

KKN-MAs Kelompok 88 Kembangkan Gunungsari Circular Farm di Kota Batu

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

Pilihan Editor

  1. 1 UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali
  2. 2

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  3. 3

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. 5

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.