JurnalPost.com - Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah bentuk penyelenggaraan kegiatan Pendidikan dan pelatihan dengan bekerja secara langsung,secara sistematik dan terarah dengan supervisi yang berkompeten. PKL dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional dan diharapkan akan menerapkan ilmu yang diperoleh, sekaligus dapat dipraktekkan oleh peserta PKL pada dunia kerja. Kegiatan ini juga di laksanakan oleh salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakutltas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatra Utara yang bernama Sarah Shahiba dengan NIM 190902106. Dimana Sarah Shahiba di bimibing oleh Supervisor Sekolah yaitu Bapak Dr.Bengkel M.Si dan juga Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos.,M.Kessos. sebagai dosen pengampu pada mata kuliah Praktikum/PKL II . Kegiatan Praktikum II ini dilaksanakan di Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Anak (LSM KOPA), yang beralamat Jl. Syah Bandar No.23, A U R, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212 . pelaksanaann kegiatan Praktikum/PKL II ini berjalan kurang lebih sekitar 4 bulan yaitu mulai dari 5 September sampai 20 Desember 2022.
Dimana pada pelaksaan Praktikum I praktikan juga melaksaakan kegiatan tersebut ditempat Praktikum/seting yang sama yaitu di LSM Komunitas Peduli Anak, yang menjadi pembeda pada pelaksaanan Praktikum I dan II adalah ruang lingkupnya. Pada Praktikum I (Individua atau Kelompok) memilik maknna outcome base ecucation atau hasil dari pelaksaanaan praktik menggunakan pendekatan project base learning education (PBL) adalah memberikan hasil/dampak pada klien secara individu, sedangkan Praktikum II (Organisasi atau Masyarakat) adalah memberikan hasil/dampak pada klien dalam Kelompok/Groupwork.
Komunitas Peduli Anak (KOPA) adalah sebuah Organisasi berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang Sosial, Pendidikan, Keagamaan, dan Kesejahteraan Sosial Keluarga dan Anak. Dari pengalaman penanganan anak jalanan dan anak bermasalah pada masa berdirinya sebuah yayasan sosial di bidang anak, maka Syafri Tanjung dan rekan-rekan membentuk lembaga Komunitas Peduli Anak (KOPA). Lembaga ini didirikan pada tahun 2005 dan dilahirkan atas dasar untuk kesejahteraan dan kemandirian anak jalanan dan anak-anak bermasalah seperti anak Yatim/Piatu, Autis, serta anak yang orangtuanya bekerja sebagai Pedagang Kaki Lima (Pedagang Kecil) dan orangtuanya yang berstatus Cerai/Broken Home.
Pada Praktikum II ini kegiatan dapat dilakukan secara individu oleh Praktikan. Dimana dalam pelaksanaan praktikum ini mahasiswa diharapkan melakukan mini project menggunakan metode intervensi mezzo (groupwork) guna membantu klien mengatasi masalah atau mengembalikan fungsi sosial klien melalui metode-metode pekerja sosial pada level intervensi Mezzo. Tetapi sebelum memulai melaksanakan mini project praktikan terlebih dahulu membangun relasi terhadap adik-adik yang ada di LSM KOPA guna menjalin kedekatan. Dengan mengadakan kegiatan seperti belajar bersama yaitu belajar menghitung, membaca, mewarnai, belajar Bahasa Inggris dan mengerjakan soal latihan, selain itu juga mengadakan kegiatan bermain games bersama guna melatih kekompakan dan kebersaaman antara adik-adik, juga melakukan sharing session.Selain kegiatan yang disebutkan tadi praktikan juga memberikan edukasi kepada adik-adik melalu media poster yang bertemakan “best food vs worst food” dimana dengan menempelkan serta menjelaskan mengenai makanan yang baik dan makanan yang tidak baik dapat mengedukasi adik-adik agar dapat memperbanyak mengkonsumsi makanan yang baik dan mengurangi makanan yang tidak baik.
Gambar 1. Rangkaian Kegiatan
Pada pertengahan pelaksaan Praktikum II Praktikan mulai membuat mini project. Sebelum itu praktikan mengali informasi dari Bapak Syafri Tanjung selaku SPV Lembaga dan beliau menyatakan bahwasanya terdapat beberapa anak yang memiliki latar belakang orang tuanya yang berstatus cerai dan juga beberapa dari mereka yang tidak tinggal dengan orang tua kandungnya. Setelah mendapatkan informasi tersebut barulah praktikan membentuk kelompok yang berisikan 5 orang anak berusia 5-12 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Praktikan melihat bahwasanya anak-anak dalam kelompok tersebut memilik masalah kurang mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya, sehingga mereka terlihat malu-malu/ kurang percaya diri dan tidak dapat mengekspresikan dirinya dengan baik. Dalam membantu klien untuk mengatasi masalah atau mengembalikan fungsi sosialnya praktikan menggunakan metode Groupwork pada level intervensi mezzo. Adapun tahapan yang digunakan praktikan adalah Tahapan Umum (General Method) yaitu sebagai berikut :
1. Engagement, Intake, Contract Tahap ini merupakan tahap awal yang berisikan pendekatan terhadap klien, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan, dan melakukan kesepakatan kontrak antara klien dan pekerja sosial.
Pada tahap ini praktikan melakukan pendekatan awal dengan para klien dengan membentuk kelompok diskusi. Praktikan juga mengajak para klien untuk saling bertukar cerita guna mengali informasi dan sumber-sumber sekitar klien. Setelah terjalin hubungan antara praktikan dengan klien barulah mulai membuat kesepakatan untuk melakukan tahapan selanjutnya.
2. Assessment Tahap ini merupakan penyelesaian masalah serta mengetahui Penyebab dan potensi yang digunkan untuk menyelesiakan masalah klien.
Pada tahap ini praktikan dalam mengasesment klien menggunakan form assessment sebagai landasan wawancara dan juga mengunakan tools assessment ecomap.
Hasil Assesment yang didapatkan :
• Klien memiliki latar belakang yang sama yaitu orang tuanya bercerai • Beberapa klien tidak tinggal dengan orang tuanya dan jarang bertemu dengan ke 2 orang tuanya • Klien kurang mendapatkan perhatian dari ke2 orang tuanya • Klien kurang percaya diri dan kurang dalam mengengekspersikan perasaan mereka
Gambar 2. Pelaksanaan Mini Project
3. Perencaan/planning Tahap ini merupakan tahapan yang berisikan tentang rencana strategi yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah klien.
Pada tahap ini praktikan memilih strategi prartisiatif yaitu mengajak klien untuk terlibat langsung dalam penyelesaian masalah pada klien. Dalam rangka meningkatkan kepercayaan diri terhadap para klien praktikan merencanakan menggunakan metode CAMB (Cerita, Apresiasi, Motivasi, dan Biasakan) yaitu :
• Cerita adalah metode berkomunikasi universal yang sangat mempengaruhi jiwa manusia, suatu proses kreatif untuk menyampaikan pesan moral yang dapat ditiru dan ditingalkan. Saling berbagi cerita masing-masing dalam groupwork yang bertujuan untuk membantu klien dalam membangun kepercayaan dirinya. • Apresiasi adalah penilain baik dalam bentuk penghargaan sebagai tanda menghargai setiap aktivitas positif yang dilakukan juga membuat mereka mengetahui bahwa perbuatan baik mereka dapat membuat orang lain senang. • Motivasi adalah memberikan dorongan kepada klien agar dapat melakukan hal yang bermanfaat dan bertujuan baik. • Biasakan adalah proses pembelajaran yang berulang-ulang yang dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga sikap atau perilaku dapat melekat dan menetap secara otomatis tanpa disuruh.
4. Intervensi Tahap ini merupakan tahapan yang berisikan pelaksanaan program yang telah direncanakan dengan tujuan untuk memberikan perubahan terhadap klien.
Pada tahap ini praktikan mulai melaksanakan program CAMP kepada para klien dimulai dengan mengajak para klien untuk saling bercerita mulai dari kebiasaan sehari-hari, kegemaran hingga kecita-cita mereka. Tujuan dari metode Cerita ini adalah untuk membangun rasa percaya diri klien untuk bercerita dihadapan temannya dan juga mengajaknya untuk mengekspresikan dirinya. Pertemuan berikutnya praktikan mengajak klien untuk melakukan beberapa kegiatan kemudian memberikan apresiasi dari hasil yang mereka kerjakan yang bertujuan agar klien mengetahui apa yang dilakukannya membuat hasil yang baik sehingga klien merasa lebih percaya diri lagi. Selain itu praktikan juga memberikan motivasi dan edukasi kepada para klien agar mereka dapat lebih semangat lagi. Dan terakhir yaitu biasakan, disini praktikan membiasaka klien untuk berani bercerita, memimpin didepan, dan melakukan hal hal baik.
5. Evaluasi Tahap ini merupakan tahapan yang berisikan tentang monitoring dan control terhadap klien, sekaligus memastikan apakah sasaran atau tujuan dapat tercapai. Setelah melakukan pertemuan beberapa kali pertemuan dengan para klien, praktikan dapat melihat perkembangan yang dialamin oleh para klien dimana para klien sudah mulai terbuka, berani dan percaya diri serta dapat mengekspesikan diri mereka.
6. Terminasi Tahap ini merupakan tahap akhir yaitu pemutusan hubungan dengan klien ketika tujuan yang direncanakan telah tercapai. Pada tahap ini praktikan melakukan pemberhentian pemberian bantuan terhadap para klien dalam Groupwork. Dikarnakan para klien sudah dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka serta lebih baik dalam mengekspersikan diri mereka.
Diakhir kegiatan Praktikum/PKL II setelah selesai melaksanakan mini project praktikan memberikan kenangan-kenangan untuk LSM Komunitas Peduli Anak (KOPA) sebagai ucapan terima kasih praktikan kepada Bapak Syafri Tanjung dan Kak Sri Pohan tak lupa pula kepada seluruh adik-adik yang sudah terlibat selama pelaksanaan PKL. Dan juga mengharapkan para klien dan adik-adik lainnya dapat menjadi anak yang lebih baik lagi dan mendapatkan manfaat dari pelaksanaan Praktikum II ini.
Oleh : Sarah Shahiba (190902106) Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejateraan Sosial FISIP USU
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda