Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Lingkungan Sebagai Sumber Antibiotik

Lingkungan Sebagai Sumber Antibiotik

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
21 Desember 2022, 01.19 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Lingkungan Sebagai Sumber Antibiotik
Gambar 1. Kapsul antibiotik (Peter Dazeley/ Getty Images)

JurnalPost.com - Sebagai tempat hidup, lingkungan senantiasa menjadi sumber dari berbagai produk baru sekaligus menjadi inspirasi bagi manusia untuk terus mengembangkan ilmu teknologi. Berbagai makhluk hidup termasuk mikoorganisme hidup di lingkungan sekitar kita. Salah satu jenis mikroorganisme tersebut adalah bakteri. Bakteri merupakan kelompok makhluk hidup bersel tunggal yang tidak memiliki membran sel (prokariota), organisme ini dapat hidup pada kondisi lingkungan yang beragam tak terkecuali kondisi ekstrim. Bakteri berperan penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam produksi antibiotik. Dikutip dari Davies (2006) istilah antibiotik pertama kali diperkenalkan oleh Selman Waksman sebagai senyawa yang diproduksi oleh suatu mikroorganisme dan memiliki kemampuan untuk mencegah pertumbuhan atau bahkan membunuh mikroorganisme lain. Oleh karena kemampuan tersebut, antibiotik telah sejak lama digunakan dalam pharmaceutical untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme, terutama bakteri.

Antibiotik bekerja dengan menargetkan dinding sel, membran sel, sintesis protein, sintesis DNA dan RNA, dan metabolisme asam folat (vitamin B9) yang terjadi dalam bakteri. Target-terget tersebut umumnya tidak ditemukan pada sel eukariot sehingga pengobatan dengan antibiotik pada manusia relatif tidak bersifat toksik.

IKLAN

Gambar 2. Target kerja antibiotik (Wright, 2010)

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Oleh karena mikroorgansime hidup di lingkungan, maka penemuan antibiotik pertama tentulah diperoleh dari lingkungan. Penerapan ilmu bioteknologi dalam hal ini menjadi penting untuk dilakukan, salah satunya adalah dengan studi metagenomik terhadap sampel lingkungan yang menjadi dasar penemuan berbagai gen pengkode protein, tak terkecuali juga membantu penemuan senyawa antibiotik.

Dikutip dari Ribeiro da Cunha et al. (2019) Selman Waksman juga menjadi bagian dari sejarah awal penemuan antibiotik dimana pada 1937 Waksman menyadari bahwa kompleks bakteri Actinomycetes yang ada dalam tanah mampu menghambat pertumbuhan bakteri lain, hingga pada 1947 ditemukan bahwa antibiotik dihasilkan oleh strain Streptomyces griseus dan dinamakan sebagai antibiotik streptomycin. Streptomycin mampu menghambat sintesis protein melalui pengikatan pada unit ribosomal 30s bakteri.

IKLAN

Tidak hanya streptomycin, antibiotik lain seperti turbomycin juga berhasil ditemukan melalui skrining pustaka genom terhadap sampel tanah. Saat itu para peneliti saat itu sedang mencari gen yang berkaitan dengan hemolisin–toksin yang menyebabkan lisis sel darah merah—pada pustaka DNA yang diekstraksi dari sampel tanah dan ditumbuhkan pada Escherichia coli, kemudian secara tidak sengaja mereka menemukan turbomycin yang mampu melubangi membran sel yang susceptible, menyebabkan organel sel keluar dan sel tersebut menjadi mati. Turbomycin terbagi menjadi dua yakni Turbomycin A dan Turbomycin B, keduanya diketahui mampu menghambat pertumbuhan dari berbagai bakteri gram positif maupun negatif (Gillespie et al., 2002).

Gambar 3. Diagram penemuan antibiotik Turbomycin melalui skrining pustaka genom. (Clark & Pazdernik, 2012)

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Namun seperti halnya makhluk hidup yang terus beradaptasi, bakteri juga demikian. Bakteri penyebab infeksi terus beradaptasi dengan lingkungannya dan paparan terus menerus antibiotik yang sama pada akhirnya menyebabkan bakteri mampu mengontrol efek biologis antibiotik tersebut. Hal itulah yang disebut sebagai resistensi antibiotik. Untuk mengatasi resistensi antibiotik ini diperlukan suatu antibiotik baru yang mampu bekerja melawan bakteri yang telah beradaptasi. Antibiotik baru ini dapat diperoleh melalui penerapan bioteknologi menggunakan pustaka genom sampel lingkungan, atau sintesis di laboratorium setelah memahami biosintesis bakteri terkait. Penggunaan kedua cara tersebut harus tetap memperhatikan toksisitas dan biaya yang diperlukan (Wright, 2010).

Oleh Maya Lianawati KBK Kimia Hayati Universitas Pendidikan Indonesia

Referensi Clark, D. P., & Pazdernik, N. J. (2012). Biotechnology: Academic Cell Update. Elsevier Inc. Davies, J. (2006). Are antibiotics naturally antibiotics ? Journal of Industrial Microbiology and Biotechnology, 33(7), 496–499. https://doi.org/10.1007/s10295-006-0112-5 Gillespie, D. E., Brady, S. F., Bettermann, A. D., Cianciotto, N. P., Liles, M. R., Rondon, M. R., Clardy, J., Goodman, R. M., Handelsman, J., Gillespie, D. E., Brady, S. F., Bettermann, A. D., Cianciotto, N. P., Liles, M. R., Rondon, M. R., Clardy, J., & Goodman, R. M. (2002). Isolation of Antibiotics Turbomycin A and B from a Metagenomic Library of Soil Microbial DNA. Applied and Environmental Microbiology, 68(9), 4301–4306. https://doi.org/10.1128/AEM.68.9.4301 Ribeiro da Cunha, B., Fonseca, L. P., & Calado, C. R. C. (2019). Antibiotic Discovery: Where Have We Come from, Where Do We Go? Antibiotics, 8(2), 45. https://doi.org/10.3390/antibiotics8020045 Wright, G. D. (2010). Q&A: Antibiotic resistance: where does it come from and what can we do about it ? BMC Biology, 8(1), 1–6. https://doi.org/10.1186/1741-7007-8-123

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/lingkungan-sebagai-sumber-antibiotik/40711/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 18.53 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Pilihan Editor

  1. 1 Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI
  2. 2

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  3. 3

    Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  5. 5

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.