JurnalPost.com - Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur Fakultas pertanian melalui program magang MBKM bermitra dengan CV. Reja Mayur diberi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan dibangku perkuliahan ke dunia kerja secara nyata. CV. Reja Mayur merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang agrobisnis khususnya produk pertanian organic yang memiliki brand bernama Twelve’s Organic. Twelve’s Organic ini menawarkan berbagai produk salah satunya fresh produk, wisata kebun yang berlokasi di Jl. Mawar, Dusun Sembong, Claket, Kec. Pacet, Kabupaten Mojokerto. Dalam menjalankan usahanya Twelve’S Organik ini memiliki tag line yaitu ready to use artinya ketika konsumen membeli sayuran dan buah di Twelve’s Organik maka konsumen dapat lagsung mengolahnya tanpa harus menyortir ulang, sehingga tidak ada sayuran yang terbuang dikarenakan sudah dilakukan proses penyortiran.
Twelve’s Organik dalam menangani limbah produksinya seperti sisa hasil penyortiran atau sisa panen yang berlebihan biasanya dibuang dan terkadang juga dijadikan kompos atau diambil oleh orang orang yang minat karena memang masih layak dimakan namun memang tidak lolos sortir dikarenakan tidak sesuai dengan spesfikasi yang telah ditetapkan. Sisa sayuran dan buah tidak hanya bisa dijadikan kompos namun dapat diolah kembali dijadikan tambahan nilai jual sayuran. Maka untuk meningkatkan nilai jual sayuran adalah dengan melakukan pengolahan untuk memberikan nilai tambah (value added) terhadap sayuran.
Tempat pembuangan sisa hasil sortir dan sisa panen berlebih
Dalam hal ini CV. Reja Mayur mengadakan kegiatan untuk mahasiswa pemagang membuat inovasi produk olahan yang terbagi kedalam beberapa kelompok. kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh CV.Reja Mayur untuk mengembangkan potensi mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur serta sebagai saran perusahaan untuk memberikan nila tambah terhadap sayur dan buah yang tidak lolos sortir. Dalam pelaksanaan kegiatan ini Saya Alvin Maulidiah bersama rekan setim yang berjumlah 3 anggota berinovasi membuat olahan berbahan dasar dari labu kuning yang diolah menjadi minuman sehat namun kekinian. Saat ini trend yang sedang gencar yaitu minuman boba sehingga muncul inovasi membuat boba versi sehat yaitu terbuat dari labu kuning, susu sapi murni serta santan.
Kegiatan pembuatan produk olahan berbahan dasar labu kuning
Pada kegiatan ini mahasiswa diberikan kebebasan dalam membuat olahan produk dengan syarat sebisa mungkin bahan yang digunakan merupakan bahan organik yang terbebas dari bahan kimia. Berdasarkan kegiatan tersebut dapat belajar untuk mengembangkan sebuah produk hingga produk tercipta sempurna. Beberapa kelompok lain mendaptkan kesempatan membuat inovasi berbahan dasar labu siam, ketela, lobak, wortel dan lain lain yang diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Selain berinovasi produk olahan juga diberi kesempatan untuk menjual hasil olahan yang telah dibuat. Serta ikut menjualkan hasil produk olahan kelompok lain. Hal ini guna mendorong mahasiswa untuk berwirausaha.
Kegiatan penjualan hasil produk olahan
Untuk menjual hasil olahan yang dibuat maka harus menentukan harga jual dengan menghitung biaya tetap, biaya variabel serta perolehan keuntungan yang didapat. Dan juga harus menentukan strategi untuk memperkenalkan dan menentukan target market yang akan dibidik serta cara mempromosikan produk baru ke masyarakat.
Pamflet promosi hasil olahan
Dengan adanya kegiatan ini memperoleh pengalaman dalam mengembangkan sebuah produk, menentukan harga jual produk serta menentukan strategi untuk mempromosikan produk. Diharapkan juga inovasi yang telah dibuat menjadi ladang saran bagi perusahaan.
PENULIS : ALVIN MAULIDIAH, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR (PESERTA MAGANG MBKM)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda