Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

  2. Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

  3. Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

  4. Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

  5. Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Foto profil Gilang Pamungkas
Penulis: Gilang Pamungkas
04 November 2026, 09.15 WITA Editor: Rina Maharani
5 menit baca
Kisah Narti

BOJONEGORO, JurnalPost.com – Di tengah aktivitas perdagangan Pasar Banjarejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, seorang pedagang kedelai bernama Narti terus menekuni usahanya untuk menopang perekonomian keluarga. Dari aktivitas jual beli yang berlangsung setiap hari, ia mampu memperoleh omzet yang cukup besar sekaligus mempertahankan pelanggan dari berbagai kalangan.

Bagi Narti, berjualan kedelai bukan sekadar mencari keuntungan. Usaha tersebut telah menjadi sumber penghasilan keluarga yang dijalankan dengan ketekunan dan komitmen untuk menjaga kualitas barang dagangan.

IKLAN

Setiap hari, ia melayani pembeli yang datang ke pasar, mulai dari pedagang tahu dan tempe hingga masyarakat yang membutuhkan kedelai untuk konsumsi rumah tangga.

Kisah Widji
Baca Juga

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Permintaan kedelai yang terus ada menjadi salah satu alasan Narti tetap optimistis menjalankan usaha perdagangan tersebut.

"Alhamdulillah, usaha berjualan kedelai ini sudah menjadi sumber penghasilan keluarga. Setiap hari selalu ada pembeli yang datang, mulai dari pedagang tahu dan tempe hingga masyarakat yang membeli untuk kebutuhan sendiri. Kalau kondisi pasar ramai, penjualan juga meningkat sehingga omzet yang diperoleh cukup besar," ujar Narti.

Permintaan Kedelai Jadi Penopang Usaha

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha pengolahan tahu dan tempe.

Kebutuhan bahan baku yang berlangsung secara berkelanjutan membuat perdagangan kedelai memiliki pasar tersendiri, termasuk di lingkungan pasar tradisional.

Pasar Tradisional
Baca Juga

Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

Hal inilah yang dirasakan Narti selama menjalankan usahanya di Pasar Banjarejo.

Sebagian pelanggan yang datang merupakan pelaku usaha yang membutuhkan kedelai sebagai bahan baku produksi. Sementara itu, pembeli lainnya berasal dari masyarakat yang berbelanja untuk keperluan sehari-hari.

Menurutnya, aktivitas perdagangan dapat meningkat ketika kondisi pasar sedang ramai. Meski demikian, jumlah penjualan tetap dipengaruhi kebutuhan pelanggan dan situasi pasar.

Karena itu, Narti berupaya menjaga ketersediaan barang dagangan agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi.

Pensiun Tak Menghalangi Produktivitas
Baca Juga

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Jaga Kualitas dan Kepercayaan Pelanggan

Menjalankan usaha perdagangan kedelai membutuhkan ketelatenan. Selain menyediakan stok yang cukup, pedagang harus memperhatikan kualitas kedelai serta menentukan harga jual yang sesuai dengan kondisi pasar.

Narti menyadari bahwa persaingan usaha menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap pedagang.

Untuk mempertahankan pelanggan, ia berusaha menjaga kualitas barang sekaligus memberikan pelayanan yang baik kepada pembeli.

Kepercayaan pelanggan menjadi bagian penting dalam keberlangsungan usahanya. Apalagi, sebagian pembeli merupakan pelanggan tetap yang membutuhkan pasokan kedelai secara rutin.

Bagi pedagang tahu dan tempe, ketersediaan kedelai merupakan kebutuhan utama agar proses produksi dapat berlangsung.

Hubungan baik antara pedagang dan pelanggan pun menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

IKLAN

Di sisi lain, perubahan harga komoditas juga perlu diperhatikan. Harga pembelian yang mengalami kenaikan dapat memengaruhi kebutuhan modal serta harga jual kepada pelanggan.

Oleh karena itu, kemampuan mengatur persediaan dan keuangan usaha menjadi hal penting agar kegiatan perdagangan tetap berjalan.

Manfaatkan Rekening BRI untuk Mengelola Hasil Penjualan

Di tengah kesibukannya berdagang, Narti juga memanfaatkan layanan perbankan untuk membantu mengelola keuangan.

Sebagai nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, ia menggunakan rekening bank sebagai tempat menyimpan uang hasil penjualan kedelai.

Menurut Narti, keberadaan rekening perbankan memberikan kemudahan karena hasil usaha tidak harus selalu disimpan dalam bentuk uang tunai.

"Uang hasil jualan bisa disimpan di rekening sehingga lebih aman dan tidak perlu selalu membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Apalagi, sebagai pedagang pasar, transaksi setiap hari cukup sering," jelasnya.

Bagi pedagang tradisional, pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan usaha dapat terus beroperasi.

Uang hasil penjualan tidak seluruhnya dapat dianggap sebagai keuntungan. Sebagian dana harus dialokasikan kembali untuk membeli persediaan kedelai serta memenuhi kebutuhan operasional.

Dengan pengelolaan yang baik, pedagang dapat mempersiapkan modal pembelian barang dagangan tanpa mengganggu kebutuhan keluarga.

Narti menilai layanan perbankan memberikan manfaat dalam mengatur keuangan usaha, terutama ketika aktivitas transaksi berlangsung cukup sering.

Berharap Usaha Terus Berkembang dan Bisa Menyekolahkan Anak

Selain mempertahankan usaha yang telah dijalankan, Narti juga memiliki harapan agar perdagangan kedelainya terus berkembang.

Ia ingin jumlah pelanggan semakin bertambah sehingga penghasilan keluarga dapat terus meningkat.

Baginya, usaha perdagangan memiliki arti penting karena menjadi sumber penghidupan sekaligus sarana mempersiapkan masa depan keluarga, termasuk pendidikan anak.

"Harapannya, usaha saya semakin berkembang, pelanggan semakin banyak, dan hasilnya bisa terus membantu memenuhi kebutuhan keluarga serta menyekolahkan anak. Semoga BRI juga terus memberikan pelayanan yang mudah bagi pedagang kecil seperti kami," pungkasnya.

Kisah Narti memperlihatkan bahwa pasar tradisional masih menjadi ruang ekonomi penting bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Aktivitas perdagangan yang berlangsung setiap hari tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi keluarga pedagang.

Melalui ketekunan, pelayanan kepada pelanggan, dan pengelolaan keuangan yang baik, Narti terus berupaya mempertahankan usaha kedelainya di Pasar Banjarejo.

Perjalanannya menjadi gambaran bahwa usaha perdagangan tradisional tetap memiliki peluang untuk berkembang, terutama ketika didukung kemampuan menjaga kepercayaan pelanggan dan memanfaatkan layanan keuangan sesuai kebutuhan.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pedagang-kedelai-pasar-banjarejo-bojonegoro-nasabah-bri/98518/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 10.10 WITA

  • #BRI
  • #Bojonegoro
  • #Keuangan Usaha
  • #Pasar Banjarejo
  • #Pasar Tradisional
  • #UMKM
  • #pedagang kedelai

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027
  2. 2

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. 3

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  4. 4

    Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. 5

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.