JurnalPost.com - Banyak orang yang beranggapan apabila sampah atau barang rongsokan tidak ada nilainya sehingga dibuang begitu saja. Namun siapa sangka, barang sisa-sisa dari rumah tangga dan pertokoan tersebut dapat dijadikan jalan untuk menambah pemasukan untuk karang taruna atau biasa disebut IMKA (Ikatan Muda-Mudi Kadipolo) yang berada di dusun Kadipolo, Sendangtirto, Berbah, Sleman. Kegiatan ini kami sebut dengan kegiatan merongsok. Kegiatan merongsok sering kami lakukan di hari Minggu pagi hingga siang hari. Kegiatan tersebut dilakukan karang taruna dusun Kadipolo bersama dengan mahasiswa KKN UAD Mandiri 89.
“Kami yang tergabung di karang taruna dusun Kadipolo mencoba memanfaatkan sampah yang sering kali dibuang begitu saja, sampah yang dikumpulkan dengan cara jemput bola ini akan dijual untuk menambah uang kas karang taruna. Uang kas ini kami gunakan untuk membayar wifi bulanan, yang mana wifi tersebut ditujukan untuk warga umum. Masyarakat yang berada di dusun Kadipolo dapat menggunakan fasilitas wifi ini. Jika ada pelajar yang harus mengerjakan tugas online, pelajar tersebut dapat menggunakan wifi tersebut sesuai yang dibutuhkan.” jelas Resa selaku ketua tim rosok.
Resa melanjutkan, sebetulnya kegiatan ini awalnya dikhususkan hanya untuk mengambil barang yang sudah tidak terpakai lagi di rumah para anggota karang taruna dusun Kadipolo, akan tetapi banyak warga dusun Kadipolo yang memberikan barang yang sudah tidak dipakai lagi. Banyak warga dusun Kadipolo berfikir lebih baik mendukung karang taruna agar lebih maju dengan memberikan barang yang tidak digunakan lagi untuk di jual di rosok untuk menambah uang kas karang taruna dusun Kadipolo daripada dijual di pengepul rosok yang biasa keliling di dusun Kadipolo.
Sedekah rosok ini dilakukan dengan dengan sistem jemput bola, sehingga masyarakat yang memiliki barang tidak terpakai bisa menyiapkan di depan rumah mereka. Hal ini sudah menjadi rutinitas warga di dusun Kadipolo. Barang yang sudah tidak digunakan lagi dan yang sudah di persiapkan warga di dusun Kadipolo nantinya di ambil oleh tim rosok karang taruna. Karang taruna dan mahasiswa KKN UAD Mandiri 89 mulai berkeliling di dusun Kadipolo dengan membawa gerobak dorong berwana kuning. Setelah selesai berkeliling di dusun untuk mengambil barang tidak terpakai, barang-barang yang terkumpul ini akan di bawa ke rumah rosok karang taruna di dusun Kadipolo dan dipilih sesuai dengan jenis barang. Barang tersebut dikelompokkan seperti kertas, plastik dan besi. Hal ini dilakukan agar mempermudah dalam menjual barang tidak terpakai ini ke pengepul guna menambah uang kas karang taruna.
Kegiatan rongsok ini dilakukan secara rutin yaitu dua minggu sekali. Dengan diawali diumumkan dahulu di pengeras suara di masjid dusun Kadipolo, hal ini dilakukan agar warga dusun Kadipolo tahu kalau pada hari Minggu pagi ini karang taruna akan mengambil barang bekas yang sudah tidak terpakai. Dalam satu kali keliling yang dilakukan oleh karang taruna dan mahasiswa KKN di dusun Kadipolo biasanya mendapat barang bekas sebanyak dua gerobak penuh. Terkadang melebihi dari dua gerobak, sehingga beberapa anggota karang taruna dan mahasiswa KKN harus berjalan sambil membawa barang yang tidak terpakai menuju rumah rongsok karang taruna dusun Kadipolo. Kegiatan rongsok ini tidak memberatkan bagi anggota karang taruna dan mahasiswa, justru kegiatan ini membuat keakraban antara warga dengan karang taruna dusun Kadipolo dan mahasiswa KKN.
Nama Penulis : Muhammad Rafik Adnan Kurniansyah Organisasi : Mahasiswa PGSD Universitas Ahmad Dahlan, KKN UAD Mandiri Periode 89
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda