Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Analisis efisiensi Social, Local dan Mobile Marketing

Analisis efisiensi Social, Local dan Mobile Marketing

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
09 Juli 2021, 21.47 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
09 Jul 2021, 21.47 WITA · 5 menit baca
5 menit baca
Analisis efisiensi Social, Local dan Mobile Marketing

Social, Local, dan Mobile Marketing (SoLoMo)

SoLoMo merupakan singkatan dari Sosial, Local, dan Mobile marketing dan merupakan istilah umum untuk merujuk pada sebuah pendekatan pemasaran yang baru. Ini merupakan pendekatan pemasaran yang mewakili konvergensi dari tiga jenis pemasaran yang berbeda ini. Sosial mengacu pada dominasi teknologi sosial; mobile adalah mobilitas konsumen termasuk kenyamanan mereka berbelanja melalui smartphone mereka; dan terakhir, lokal mewakili penggunaan teknologi berbasis lokasi. SoLoMo bukan merupakan standar manufaktur tetapi merupakan sebuah cara menggambarkan konvergensi teknologi sosial, lokal, dan seluler dan penggunaannya dalam pemasaran. Hubungan antara ketiga elemen ini  sangat penting karena menciptakan peluang. Strategi SoLoMo yang sukses dapat meningkatkan kesuksesan bisnis serta mengubah perilaku konsumen. Ketika konsumen merasa terhubung dengan merek / bisnis, keterlibatan di antara mereka menjadi meningkat dan dapat membangun kepercayaan serta loyalitas konsumen. Selain itu, perlu diingat bahwa strategi "dari mulut ke mulut" selalu penting.
  1. Social: Konsumen bersosial
Maksud sosial disini adalah bukan hanya mereka banyak berbicara tetapi juga dengan bantuan prevalensi teknologi social mereka dapat terhubung dengan baik. Konsumen sekarang dapat menerima dan mengirimkan informasi dengan lebih mudah dan instan daripada sebelumnya, sehingga hal ini telah mengubah cara mereka membeli produk dan layanan. Konsumen tidak lagi melihat merek sebagai sumber informasi utama; saat ini mereka lebih cenderung berkonsultasi dengan sumber daya pihak ketiga dan lainnya di jejaring sosial mereka. Kegiatan sosial umum mencari saran, membaca atau menulis ulasan, atau berbagi pengalaman mereka dengan jejaring sosial mereka.Menurut beberapa hasil penelitian, pemilik perangkat seluler menggunakan perangkat mereka untuk mencari saran dari teman dan keluarga saat mereka berada di toko; statistik lain juga menunjukkan seberapa besar pengaruh teman terdekat pada keputusan pembelian. Proses pemasaran social terdiri atas 5 elemen. Terdapat perencanaan, yang melibatkan penelitian dan evaluasi, pengembangan pesan dan materi di mana materi dan metode penyampaian pesan kepada audiens target ditentukan; pretesting; implementasi; evaluasi dan feedback.
  1. Mobile : sekarang Sebagian besar konsumen ditentukan oleh mobilitas mereka.
Mobilitas konsumen, ditambah dengan kemampuan berbelanja di smartphone atau tablet mereka membuat pengalaman belanja modern menjadi tidak terlihat seperti sebelumnya. Berbelanja sebelumnya merupakan pengalaman yang berbeda; hanya beberapa dekade yang lalu, banyak keluarga akan menggunakan hari libur terbaik mereka untuk pergi berbelanja di pusat kota Sekarang, belanja bisa hampir menjadi hal yang mudah dilakukan, dengan piyama di rumah, atau dari kursi penumpang mobil saat bepergian. Ditambah seiring berkembangnya teknologi, menyebabkan perangkat seluler mempengaruhi perilaku konsumen dengan cara yang tak terbayangkan. Jangan mengabaikan fakta bahwa mobilitas konsumen meningkatkan kebutuhan menggabungkan sosial dan seluler. Sekarang, kebanyakan konsumen menggunakan multiple screens sekaligus. Seperti bermain social media sambil menonton televisi. Lingkungan multi-screen ini mempengaruhi perilaku konsumen begitu juga dengan pemasaran. Semakin banyak layar yang digunakan konsumen, semakin besar juga peluang bagi  konsumen untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu, pemasaran harus selalu konsisten dan dapat diakses lewat layar maupun perangkat yang digunakan konsumen.
  1. Local: Konsumen menjadi social dimana mereka berada
Biasanya platform yang berbasis lokasi didorong oleh beberapa jenis penawaran promosi, dimana perusahaan menawarkan kesempatan bagi konsumer untuk memberikan komentar, menilai, dan membagikan pegalaman mengenai bisnis mereka. Berdasarkan riset, 38% pengguna smartphone lebih terbuka untuk menerima pesan promosi melalui SMS ketika pesan tersebut didasarkan pada lokasi mereka. Hasil statistik juga menunjukkan apa peluang pemasaran local dan  relevansi lokal meningkatkan ketertarikan konsumen dalam menerima pesan tepat dimana mereka berada.

Peluang Sosial, Lokal, dan Mobile marketing

Jadi, mengapa SoLoMo berbeda? Peluang dapat ditemukan dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang dinamis dan relevan dengan:
  • Menghubungkan ketiga elemen tersebut sehingga dapat mengait konsumen pada persimpangan social, mobile, dan local.
  • Menyelaraskan semua sumber daya internal, terutama yang bersentuhan langsung dengan konsumen. Ini sangat penting agar strategi SoLoMo menjadi sukses. Jika berhasil menjalankan promosi, tetapi staf  lini depan tidak terlatih dan sadar, kesempatan yang terlewatkan tidak dapat dihindari.
  Langkah mulus konsumen dalam berpindah antara channel dan platform yang satu dengan yang lainnya membuat para pemasar produk diharuskan untuk memiliki strategi yang terintegrasi.  Seseorang bisa mengunjungi toko menggunakan aplikasi yang berdasarkan lokasi, menukarkan penawaran, membagikan komentar di platform tersebut, dan kemudian memposting pembaruan ke dinding facebook mereka atau platform lainnya, sambal kemudian  merujuk kepada halaman facebook pe-retail. Strategi marketing SoLoMo membuat pelanggan merasa nyaman. Sehingga para pelanggan juga ingin ikut berpartisipasi dalam prosesnya. Kebanyakan pemasar dikondisikan untuk "menjual". Pemasaran tradisional adalah tentang menentukan manfaat produk atau layanan berdasarkan fitur, kemudian mengemasnya dalam materi pemasaran. Mindset atau pola pikir  yang terbaru adalah bagaimana consumer dapat merasa terbantu dengan disediakannya konten yang relevan untuk membantu mereka menemukan, membeli dan menggunakan produk dan juga jasa yang disediakan perusahaa. Karena sekrang, pemasar harus bisa memposisikan diri sebagai pelanggan dan mengidentifikasi di mana pengalaman pelanggan dalam menerima produk dan jasa yang ditawarkan pemasar. Sehingga hal Ini mengharuskan pemasar untuk merangkul pola pikir yang berkembang yang dapat memicu pelanggan untuk  menjadi penasaran, mengajukan pertanyaan, dan dengan bijaksana mempertimbangkan setiap langkah siklus pembelian. Mencoba menjadi pelanggandari bisnis yang anda jalankan, serta rajin mengejar solusi dan konten merupakan cara agar banyak pelanggan berminat dengan bisnis anda. Masih dengan tujuan utama untuk menjual produk atau layanan, tetapi diharapkan dengan cara diatas dapat menciptakan konsumen yang setia dan pada akhirnya akan menggunakan lebih banyak dari apa yang ditawarkan dan memberi tahu orang lain juga, sebagian besar didasarkan oleh pengalaman pelanggan dalam menggunakan produk dan jasa yang anda tawarkan. Strategi SoLoMo yang berhasil menguntungkan para pemasar, bukan hanya meningkatkan bisnis, tetapi dengan mengubah perilaku-perilaku  konsumen. Ketika campaign SoLoMo berhasil, keterikatan konsumen dengan brand menjadi meningkat. Konsumen menjadi merasa terhubung dengan brand dan menjadi langganan. Melalui berbagi dari ‘mulut ke mulut’, konsumen dapat membangun merek. Konsumen setia juga bersedia menawarkan umpan balik dan membantu mengidentifikasi masalah yang dapat ditingkatkan oleh merek. Mengetahui bahwa mereka memiliki suara, konsumen, dan bisnis mendapat manfaat dari semangat kolaborasi, penciptaan bersama, dan inovasi, yang berubah menjadi win-win solution (saling menguntungkan kedua pihak).

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/analisis-efisiensi-social-local-dan-mobile-marketing/23137/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 13.25 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Pernah Bangkrut hingga Harus Mulai dari Nol, Derra Pratama Kini Banting Setir Jadi TikTok Affiliate

Pilihan Editor

  1. 1 Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia
  2. 2

    Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

  3. 3

    Mahasiswa UNAIR Kembangkan Merchandise untuk Delapan Museum di Surabaya, Dorong Inovasi Promosi Wisata Sejarah

  4. 4

    Ketika Ilmu Kehilangan Adab: Pentingnya Pendidikan Akhlak Sejak Usia Dini dalam Tradisi Pesantren

  5. 5

    Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.