Oleh : Ni Luh Putu Eka Pradnyawati (Mahasiswa Prodi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)
JurnalPost - Sudah berapa umur anda hari ini?? Pernahkah terlintas dipikiran untuk ikut memiliki perusahaan besar yang berdiri di Indonesia?? Saya rasa banyak dari kita ingin memiliki perusahaan dan menjadi pemiliknya. Tanpa kita sadari, kita bisa lho memilikinya, tanpa harus membuat perusahaan sendiri. Ketika kita membangun perusahaan sendiri, pasti banyak modal, tenaga dan waktu yang kita perlukan, itupun kadang belum tentu langsung menjadi perusahaan besar dan berhasil. Nah, lewat pasar modal kita bisa memiliki perusahaan besar yang ada di Indonesia.
Pasar modal itu sebenarnya apa sih? Pasar modal adalah sarana bertemunya perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah) yang membutuhkan dana dari masyarakat untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, dengan masyarakat yang hendak menginvestasikan dana mereka. Untuk mendapatkan pendanaan, perusahaan atau institusi tersebut menerbitkan saham atau surat utang, dan masyarakat pemodal (investor) yang men”dana”i perusahaan maupun institusi tersebut dengan membeli instrumen tersebut di pasar modal dalam bentuk saham. Karena itu pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara.
Masyarakat yang tidak mengerti apa itu transaksi di pasar modal, bisa tiba-tiba ikut masuk di dalamnya untuk melakukan transaksi, hanya karena melihat orang-orang di sekitar yang meraih keuntungan atau cuan yang menggiurkan. Padahal mereka belum mengetahui secara jelas bagaimana cara mendapatkan keuntungan tersebut. Mereka hanya mengetahui keuntungan yang diperoleh dalam waktu yang singkat, serta tidak membutuhkan waktu lama. Setelah memulai transaksi, orang-orang seperti ini hanya melipat tangan berdoa dan berharap apa yang dikerjakannya membawa keuntungan besar secara instan dan mudah. Mereka tidak mengetahui bagaimana alur transaksi yang terjadi di dunia investasi, yang mereka ketahui hanya menyerahkan modal dan mendapatkan untung. Padahal kita ketahui bersama, dunia investasi juga memiliki resiko. Ada tiga resiko yang wajib diketahui oleh masyarakat yang akan memulai investasi di pasar modal, yakni resiko tinggi, sedang, dan juga rendah. Ketika kita menginginkan return yang tinggi, secara otomatis kita memilih resiko yang tinggi. Sebab resiko yang tinggi akan berpengaruh kepada hasil yang besar pula.
Namun terkadang masyarakatyang kurang pemahaman di dalam pasar modal banyak yang berakhir dengan bangkrut, sehingga beranggapan pasar modal adalah sumber dari kebangkrutan mereka. Ketika memutuskan untuk mengawali investasi di pasar modal, maka kita harus mampu membedakan antara judi dan investasi. Mungkin terlihat sangat tipis perbedaanya, namun memliki dampak yang luar biasa. Ketika melakukan judi, tidak sedikit orang dalam melakukan transaksi dalam dunia pasar modal tidak menggunakan logika. Mereka hanya menggunakan keyakinan, tanpa mempertimbangkan data-data yang bisa mereka kaji kembali. Penjudi biasanya, hanya mengharapkan keuntungan, dan terkadang lebih banyak menutup mata pada adanya potensi kerugian yang menyebabkan terjadinya kebangkrutan. Segala keputusan diambil secara irasional.
Beda halnya dengan para pelaku bisnis atau investasi. Mereka adalah orang-orang yang memperhitungkan setiap langkah tindakannya berdasarkan pertimbangan data, fakta, atau informasi yang selalu diupayakan keakuratannya.Untuk memperoleh keuntungan, mereka justru berusaha meminimalisir dan mengantisipasi segala risiko.Karena mereka sadar bahwa dunia bisnis atau investasi seperti dua mata pisau,ada sisi potensi untung, ada juga potensi rugi. Dengan berusaha mengantisipasi potensi rugi, para profesional bisnis atau investor tahu bahwa keuntungan akan mengikutinya. Sehingga yang menjadi pokok perhatian bukan masalah instrumennya, tapi attitude dari para pelakunya. Fenomena ini bisa dikatakan sebagai perilaku keuangan. Perilaku keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam mengatur keuangan sehari- hari yang meliputi perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian dan penyimpanan untuk masa depan. Munculnya perilaku keuangan merupakan dampak dari besarnya hasrat seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan tingkat pendapatan yang diperoleh (Kholilah dan Iramani, 2013).
Pemaparan diatas jelas, memberikan gambaran penting, agar sekiranya kita tidak memiliki sikap mental penjudi, melakukan kegiatan atau membuat keputusan secara irrasional demi mendapatkan keuntungan. Alangkah baiknya kita belajar terlebih dahulu hal-hal yang mendasar terkait dunia trading dan investasi. Karena ketika kita sudah paham dasar dari pengambilan keputusannya. Maka kita akan mampu meminimalisir resikonya. Ketika kita mau untuk mengasah diri dengan belajar, maka kita akan memperbesar peluang keberhasilan dengan berpikir rasional dan yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan mental kita.
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebelum memutuskan untuk memulai suatu investasi di dalam Pasar Modal, antara lain:
1. Pahami Dasar Investasi Salah satu hal yang harus diperhatikan bagi pengguna saham untuk pemula adalah kamu harus memahami dasar-dasar investasi saham terlebih dahulu. Jangan langsung tergoda untuk melakukan investasi saham tanpa mengetahui dasar atau cara berinvestasi dengan tepat. Kamu bisa membaca buku, blog, maupun menonton Youtube untuk mencari referensi. Lebih lanjut, kedepannya kamu bisa lebih paham untuk memilih investasi, dan mengetahui produk investasi mana yang lebih menguntungkan buat kamu.
2. Pahami Cara Memperoleh Keuntungan dari Saham Hal yang harus diperhatikan jika kamu ingin memulai saham untuk pemula adalah dengan cara memahami proses mencari keuntungan dari melakukan saham. Ada tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapat keuntungan dari saham yakni antara lain sebagai berikut:
a. Capital Gain Capital Gain merupakan cara mencari keuntungan dengan selisih antara harga jual dan harga beli saham suatu perusahaan. Sebagai contoh, kamu membeli saham dari perusahaan ABC sebanyak 100 lembar dengan harga Rp100, kemudian kamu menjualnya dengan harga Rp150, kamu akan mendapatkan keuntungan Capital Gain sebesar Rp 5.000.
b. Dividen Dividen juga merupakan cara mendapatkan keuntungan dalam melakukan investasi saham. Dividen merupakan pembagian keuntungan kepada para pemegang saham oleh perusahaan. Nah, biasanya perusahaan yang sudah matang yang akan memberikan keuntungan kepada pemegang saham.
3. Jangan Langsung Percaya Rekomendasi Bagi kamu yang ingin memulai saham untuk pemula adalah jangan mempercayakan semua rekomendasi yang diberikan kepada kamu. Saat ini, ada banyak sekali rumor yang beredar mengenai saham. Terlebih, biasanya banyak orang yang baru memulai saham bergabung dengan grup-grup whatsapp untuk melihat dan berdiskusi soal saham. Seringkali terdapat banyak rekomendasi saham yang tidak valid. Pastikan kamu memilih sumber rekomendasi saham yang kredibel dan memang memiliki pengalaman yang banyak.
4. Tentukan Kemampuan Kamu Mengeluarkan Modal Sudah menjadi sifat natural investasi bahwa semakin tinggi keuntungan yang kamu dapat, maka semakin tinggi juga risiko yang kamu dapatkan. Oleh karena itu, kamu sebagai orang yang baru mulai investasi untuk pemula sebaiknya mengukur kemampuan finansial yang kamu miliki. Sebaiknya, kamu memilih investasi saham dengan modal yang tidak terlalu besar terlebih dahulu untuk menghindari kerugian yang besar juga.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda