
Surabaya, JurnalPost.com – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat memberikan berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, salah satunya cyberbullying atau perundungan yang terjadi melalui platform digital.
Berbeda dengan perundungan secara langsung, cyberbullying memiliki dampak yang lebih luas karena informasi dapat tersebar dengan cepat, menjangkau banyak pengguna, dan sulit dikendalikan. Kondisi tersebut menjadi semakin berisiko apabila disertai penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, maupun konten negatif di media sosial.
Melihat fenomena tersebut, dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi bertajuk “Literasi Digital & Anti-Cyberbullying: Membangun Keamanan Digital Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pendampingan Orang Tua”.
Dokumentasi : Sosialisasi Literasi Digital & Anti Cyberbullying di Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus, Sidoarjo 25 Juli 2026
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring pada 26 Juli 2026 tersebut melibatkan para orang tua dan anak berkebutuhan khusus yang berada di bawah pendampingan Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus, Sidoarjo.
Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai pentingnya kesadaran dalam menggunakan teknologi digital. Masyarakat, khususnya orang tua, tidak hanya diharapkan mampu memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur media sosial, tetapi juga memahami risiko serta jejak digital yang muncul dari setiap aktivitas di internet.
Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus merupakan lembaga nonprofit yang memiliki visi mendukung partisipasi aktif anak berkebutuhan khusus melalui peran orang tua dan masyarakat.
Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial, anak berkebutuhan khusus menghadapi tantangan tersendiri karena termasuk kelompok yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan lebih dalam berinteraksi di ruang digital.
Dokumentasi : Sosialisasi Literasi Digital & Anti Cyberbullying di Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus, Sidoarjo 25 Juli 2026
Cyberbullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti penghinaan, ujaran kebencian, penyebaran informasi palsu, penggiringan opini, hingga penyebaran konten menyesatkan. Berbagai tindakan tersebut berpotensi memengaruhi kondisi psikologis dan kesehatan mental anak apabila tidak mendapatkan penanganan serta pendampingan yang tepat.
Anak berkebutuhan khusus pada dasarnya memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi dan memanfaatkan teknologi digital. Pada saat yang sama, mereka juga berhak mendapatkan perlindungan dari berbagai bentuk kejahatan dan perundungan yang terjadi di media sosial.
Karena itu, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan nyaman. Orang tua perlu memiliki pemahaman mengenai penggunaan teknologi, mengenali risiko di media sosial, serta mampu memberikan pendampingan sesuai usia dan kebutuhan masing-masing anak.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, tim pengabdian masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur berharap kesadaran mengenai literasi digital dan pencegahan cyberbullying dapat semakin meningkat, terutama di lingkungan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Pemanfaatan teknologi digital tetap perlu didorong sebagai bagian dari perkembangan dan proses belajar anak. Namun, penggunaannya perlu disertai pengawasan, batasan yang tepat, serta pemahaman mengenai keamanan dan etika berinteraksi di ruang digital.
Dengan pendampingan orang tua yang memadai, anak berkebutuhan khusus diharapkan dapat memanfaatkan teknologi secara lebih aman, positif, dan bertanggung jawab sekaligus terhindar dari berbagai risiko cyberbullying di dunia digital.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda