Sidoarjo, JurnalPost.com – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) memberikan pelatihan implementasi pembelajaran STEM berbasis Smart Sensor dan Edge Artificial Intelligence atau Edge AI kepada siswa SMK YPM 4 Taman, Sidoarjo.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026, dengan menyasar siswa bidang minat Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Program yang didukung melalui pendanaan internal skema PkM-EDU itu mengusung tema “Implementasi Pembelajaran STEM Berbasis Edge AI dan Smart Sensor untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK pada Penguasaan Teknologi AI”.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya UPN Veteran Jawa Timur dalam mendukung peningkatan kompetensi teknologi siswa sekolah menengah kejuruan di tengah pesatnya transformasi digital.
Tim pengabdian terdiri atas sejumlah dosen lintas bidang keahlian, yaitu Dr. Nailul Hasan, Akbar Sujiwa, Muhamad Aris Burhanudin, dan Fajar Timur.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa aktif UPN Veteran Jawa Timur, yakni Elangga Setio Mangkurizki, Maretha Theresila Nova, Luvian Athallah Henny Putra, dan Windy Andina Putri.
Para mahasiswa mendampingi peserta selama proses penyampaian materi, diskusi, simulasi, dan praktik penggunaan perangkat teknologi.

Membekali Siswa dengan Teknologi Masa Depan
Pemilihan siswa RPL SMK YPM 4 Taman sebagai peserta didasarkan pada kebutuhan untuk membekali calon talenta digital dengan kemampuan yang tidak hanya terbatas pada pembuatan aplikasi konvensional.
Siswa juga perlu memahami integrasi antara pemrograman, perangkat keras, sensor, kecerdasan buatan, dan pengolahan data secara langsung pada perangkat lokal.
Melalui pendekatan STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics, peserta diperkenalkan pada penerapan ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika dalam pengembangan solusi berbasis teknologi.
Pendekatan tersebut dipadukan dengan Smart Sensor dan Edge AI sebagai teknologi yang semakin banyak digunakan dalam berbagai sektor industri.
Edge AI merupakan teknologi kecerdasan buatan yang memungkinkan proses pengolahan data dilakukan secara langsung pada perangkat lokal tanpa harus selalu mengirimkan data ke server atau layanan komputasi awan.
Sementara itu, Smart Sensor memungkinkan perangkat mendeteksi, mengolah, dan memberikan respons terhadap kondisi tertentu secara otomatis.
Pengenalan kedua teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman siswa mengenai perkembangan Internet of Things, sistem otomasi, pengenalan objek, pengolahan data sensor, dan kecerdasan buatan.
Perkecil Kesenjangan Pendidikan dan Industri
Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat kebutuhan dunia industri terus berubah. Lulusan SMK tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dasar, tetapi juga harus adaptif, inovatif, dan mampu mempelajari teknologi baru.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkecil kesenjangan antara pembelajaran di lingkungan pendidikan vokasi dan kebutuhan industri berbasis teknologi.
Melalui pembelajaran berbasis proyek dan praktik langsung, siswa diharapkan mampu memahami hubungan antara teori yang dipelajari di sekolah dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
Program tersebut juga mendorong siswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengembangkan gagasan serta menciptakan solusi sederhana berbasis kecerdasan buatan.
Kenalkan AI melalui Scratch
Rangkaian kegiatan disusun secara komprehensif melalui penyampaian materi teori dan praktik oleh dosen sesuai bidang keahlian masing-masing.
Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Nailul Hasan, S.Si. dengan materi mengenai dasar-dasar teori kecerdasan buatan dan perkembangannya di tingkat global.
Peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI, cara kerja sistem kecerdasan buatan, perkembangan teknologi, serta peluang penerapannya dalam berbagai bidang.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Muhamad Aris Burhanudin, S.Si., M.Sc. yang mengenalkan konsep kecerdasan buatan secara interaktif menggunakan pemrograman Scratch.
Penggunaan Scratch dipilih agar peserta dapat memahami logika pemrograman dan konsep AI melalui tampilan visual yang lebih sederhana dan mudah dipelajari.
Melalui metode tersebut, siswa diajak menyusun instruksi, memahami alur pemrograman, dan mengembangkan proyek sederhana secara interaktif.
Praktik Smart Sensor dan Pengenalan Wajah
Pada sesi berikutnya, Fajar Timur, M.Si. memberikan materi mengenai pengenalan Smart Sensor beserta fungsi dan penerapannya dalam berbagai perangkat teknologi.
Peserta mempelajari bagaimana sensor dapat digunakan untuk membaca kondisi lingkungan, mendeteksi objek, mengumpulkan data, serta menjalankan perintah tertentu secara otomatis.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Akbar Sujiwa, S.Si., M.Si. melalui praktik implementasi Edge AI menggunakan mikrokontroler ESP32-CAM.
Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada penggunaan ESP32-CAM untuk menjalankan fungsi pengenalan wajah atau face recognition.
Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana perangkat kamera dan mikrokontroler digunakan untuk menangkap gambar, memproses data wajah, dan mengenali objek secara lokal.
Praktik tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa karena memadukan unsur pemrograman, perangkat keras, sensor, kamera, dan kecerdasan buatan dalam satu sistem.
Selama kegiatan berlangsung, tim mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur memberikan pendampingan secara intensif kepada peserta.
Pendampingan dilakukan untuk membantu siswa memahami materi, menyelesaikan kendala teknis, mengoperasikan perangkat, dan mencoba berbagai fungsi yang tersedia.
Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, dan mencoba langsung perangkat yang digunakan dalam pelatihan.

Mendorong Lahirnya Inovator Muda
Melalui pelatihan tersebut, siswa SMK YPM 4 Taman diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai teknologi kecerdasan buatan, Smart Sensor, dan Edge AI.
Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal awal bagi siswa untuk mengembangkan proyek teknologi secara mandiri maupun melanjutkan pendidikan pada bidang teknologi informasi, teknik, dan kecerdasan buatan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keberanian siswa dalam mengeksplorasi teknologi baru.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
UPN Veteran Jawa Timur melalui program Pengabdian kepada Masyarakat berkomitmen untuk terus mendorong transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
Program serupa diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan agar semakin banyak siswa sekolah vokasi memperoleh akses terhadap pembelajaran teknologi mutakhir.
Dengan penguasaan teknologi yang semakin baik, siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi inovator muda yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi persaingan dunia kerja di era digital.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda