Penulis: Irma Kurniasari
Surabaya, JurnalPost.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan merajut dan pemasaran digital di RW 04 Kelurahan Penjaringansari, Surabaya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan secara bertahap selama Juni hingga Juli. Program ini mengangkat tema pengembangan keterampilan merajut dan digitalisasi sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Tim pengabdian terdiri atas Irma Kurniasari, S.E., M.M., Refiana Dwi Maghfiroh, S.M., M.M., serta Aninditya Daniar, S.Sn., M.Sn. Mereka memberikan pelatihan kepada ibu-ibu prasejahtera dan perempuan yang telah memasuki masa purna tugas agar tetap memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan aktivitas produktif.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kreativitas peserta, tetapi juga membuka peluang terciptanya produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Keterampilan merajut dinilai dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha rumahan yang mampu membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Ketua Tim Pengabdian, Irma Kurniasari, mengatakan bahwa merajut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai aktivitas produktif yang memberikan manfaat rekreatif sekaligus ekonomi.
Menurutnya, produk rajutan mempunyai karakteristik unik karena memadukan kreativitas, keterampilan manual, ketelitian, dan nilai seni. Keunikan tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
“Produk hasil rajutan tidak hanya memiliki fungsi, tetapi juga mengandung nilai kreativitas dan seni yang dapat meningkatkan nilai jualnya,” ujar Irma.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik dasar merajut, mulai dari mengenali alat dan bahan, membuat simpul dasar, membaca pola sederhana, hingga mempraktikkan pembuatan buket bunga rajut.
Peserta juga memperoleh materi mengenai perhitungan harga pokok produksi. Pengetahuan tersebut diberikan agar mereka mampu menghitung seluruh biaya produksi dan menentukan harga jual produk secara tepat.
Foto: Dokumentasi pribadi
Proses pelatihan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan peserta. Metode tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami setiap tahapan merajut serta mengembangkan keterampilannya secara mandiri setelah program selesai.
Selain pelatihan produksi, tim pengabdian memberikan pendampingan mengenai pembuatan konten pemasaran digital. Pendampingan ini menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pemasaran produk rajutan yang dihasilkan peserta.
Materi pemasaran digital meliputi teknik mengambil foto produk yang menarik, menyusun narasi promosi yang informatif, memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran, serta membangun identitas produk agar lebih mudah dikenali calon konsumen.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, peserta diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat memperkenalkan dan memasarkannya kepada konsumen secara lebih luas.
Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari Ketua PKK RW 04 Kelurahan Penjaringansari yang turut hadir dalam pelaksanaan program. Keterlibatan organisasi masyarakat dinilai penting untuk menjaga kesinambungan kegiatan pemberdayaan setelah program pengabdian berakhir.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan organisasi lokal diharapkan dapat menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Peserta juga didorong untuk terus melakukan inovasi produk, meningkatkan kualitas hasil rajutan, dan mengoptimalkan pemasaran melalui berbagai platform digital.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun komunitas perempuan yang kreatif, produktif, dan mandiri secara ekonomi. Keterampilan yang diperoleh peserta juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda