Jakarta, JurnalPost.com - Pada awal bulan Mei tahun 2022 "Shopee" Sunter, Jakarta Utara. Bahan pokok mengalami penurunan penjualan yang sangat drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan penurunan penjualannya melonjak turun bahkan mencapai 60%. Sehingga para pekerja khawatir akan menurunnya penjualan yang makin hari makin sedikit. Dikarenakan bahan pokok di "shopee" yang kini tidak bervariasi. sehingga membuat para pembeli berpindah alih untuk membelinya, dibandingkan bulan sebelumnya bahkan "shopee" menerima orderan sebanyak 1.500 barang per harinya. Tetapi di bulan Mei ini "shopee" mengalami penurunan bahan pokok, kini penjualannya hanya terjual 600 sampai 700 barang per harinya. Sebenarnya, dapat di ketahui bahan pokok di "shopee" seperti buah-buahan dan sayur-sayuran lainnya, selain harganya terjangkau kualitasnya pun tidak perlu diragukan lagi. Tetapi, menurut narasumber dikarenakan bahan pemasukan bahan pokok sedikit, dan tidak bervariasi kini hanya terhitung jari yang membelinya. Kini gaji para pekerja "shopee" pun menurun, dikarenakan yang makin hari makin sedikit penjualannya, solusi untuk saat ini adalah mengevaluasi dan Analisis Trend Pasar. Melakukan tinjauan berkala pada laporan penjualan, serta mengevaluasi program. Agar membuat pembeli tertarik untuk membelinya lagi. Hal itu sangatlah penting bagi penjualan "shopee" untuk saat ini. Dan para pekerja "shopee" memberi saran, pihak dari "shopee" untuk menambahkan variasi penjualan bahan pokok. Agar pembeli dapat tertarik dan meningkat seperti awal lagi. “ Dikarenakan barang penjualan bahan pokok terlalu sedikit. Dan tidak bervariasi, kini hanya terhitung jari yang membeli. Maka tingkat penjualannya jadi lebih sedikit. Untuk bisa membuat para pembeli membeli bahan pokok di "shopee" lagi, memperbanyak barang bervariasi agar peningkatan jualan pun naik."- Tutur narasumber sebagai salah satu karyawan "shopee" gudang Sunter, Jakarta Utara, Minggu (5/6) Menurut para narasumber sebagian mengatakan hal yang sama, dikarenakan permasalahannya adalah kurangnya bahan pokok bervariasi, dan pemasukan yang makin hari makin sedikit. Maka dari itu, para pekerja meminta untuk pihak "shopee" dapat menindak lanjuti masalah ini. “ Karena orderan di bulan mei ini pembeli sedikit, pekerja lain sangat khawatir akan hal ini. Para pekerja mengharapkan kedepannya bahan pokok di "shopee" segera di evaluasi dan bervariasi agar pembeli minat untuk membelinya lagi. “ - Tutur narasumber sebagai salah satu karyawan "shopee" gudang Sunter, Jakarta Utara, Minggu (5/6)
Oleh : Fidela Syazwina Nim : 2191031011 Institut Bisnis Nusantara
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda