Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Ramadan Menurut Ilmu Psikologi dan Kedokteran

Ramadan Menurut Ilmu Psikologi dan Kedokteran

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
20 April 2021, 13.38 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Ramadan Menurut Ilmu Psikologi dan Kedokteran
Oleh : T.M.Ichsan Bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan bagi pemeluk agama Islam. JURNALPOST - Para muslim di seluruh dunia menyambut bulan ini dengan penuh kegembiraan dan rasa takwa terhadap  Allah SWT. Di Indonesia bulan suci Ramadhan bertepatan pada tanggal 13 April 2021 sampai dengan 13 Mei 2021. Bulan ini identik dengan sholat Tarawih, Tadarus Al-Qur’an dan tentunya menunggu berbuka puasa atau istilah gaulnya dengan “Ngabuburit’. Dalam ajaran Islam puasa Ramadhan merupakan puasa yang bertepatan di bulan Ramadhan yang dapat menghapus kesalahan atau dosa yang telah diperbuat, asalkan dilakukan dengan iman dan megharapkan pahala dari ridha Allah SWT. Manfaat puasa Ramadhan menurut ilmu Kedokteran
  1. Mengontrol gula darah
Dengan berpuasa tubuh kita akan membatasi asupan kalori dan mengurangi resistensi insulin dengan demikian sensitivitas tubuh terhadap insulin dapat meningkat sehingga glukosa dari aliran darah dapat berpindah ke sel tubuh lebih efesien.
  1. Menjaga berat badan
Sudah menjadi rahasia umum bahwa puasa bisa menurunkan berat badan dengan sehat. Hal ini merupakan karena pembakaran lemak secara berlebihan terjadi akibat kita berpuasa seharian penuh. Akan tetapi perlu kita sadari berat badan akan bertambah jika kita tetap tidak mengontrol kalori yang dimakan saat berbuka.
  1. Meningkatkan kekebalan tubuh
Puasa bermanfaat untuk menigkatkan kekebalan tubuh. Dengan kita berpuasa limfosit akan meningkat hingga 10 kali lipat yang membuat tubuh tetap sehat dan segar. Nah sangat menarik bukan, selain kita mendapatkan pahala dari Allah SWT kita juga mendapatkan banyak sekali manfaat dari puasa, tidak hanya pada kesehatan fisik tetapi juga pada kesehatan mental, berikut manfaat puasa menurut ilmu psikologi.   Manfaat puasa Ramadhan menurut ilmu Psikologi
  1. Puasa meningkatkan kontrol Diri
Puasa menganjurkan untuk menahan diri dari makan, minum dan juga menahan dari prilaku tercela. Menurut Belgin (1987) mengungkapkan bahwa orientasi religius intrinsik dapat memiliki konsekuensi Positif, termasuk terhadap variable kepribadian seperti kontrol diri, kecemasan,keyakinan irrasional, depresi dan sifat-sifat yang lain. Munurut Calhoun dan Acocella (1990) kemampuan individu untuk memadukan, mengarahkan dan mengatur prilakunya dalam menghadapi stimulus sehingga menghasilkan akibat yang diinginkan dan menghindari hal yang tidak diinginkan.
  1. Meningkatkan nilai prilaku sosial
Pada waktu berpuasa umat muslim dianjurkan untuk beramal dan besedekah  sebanyak-banyaknya, suasana itu memimbulkan efek positif yang meningkatkan nilai prilaku sosial. Perilaku tersebut di lakukan secara terus menerus yang menimbukan bekas pada diri seseoarang yang relatif menetap.
  1. Melatih mental anak
Perkembangan seorang anak sangatlah ditentukan oleh orang tuanya dan juga ligkunganya, dengan berpuasa anak dilatih untuk meningkatkan kesabaran dan juga rasa simpati terhadap orang lain. Anak yang di berikan stimulus oleh orangtuanya membuatnya merasa syukur atas apa yang dimilikinya dan juga membuat anak tidak membuang-buang makanan dengan berpuasa anak dilatih untuk saling menyayangi satu sama lain. Puasa membuat anak merasa tentram dan juga damai, hal ini membuat mental anak merasa nyaman dan berkembang dengan baik. Penulis merupakan Mahasiswa Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ramadan-menurut-ilmu-psikologi-dan-kedokteran/19756/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 14.22 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Pilihan Editor

  1. 1 Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya
  2. 2

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  3. 3

    Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

  4. 4

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. 5

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.