Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Peran Ekowisata dalam Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Daerah

Peran Ekowisata dalam Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Daerah

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
11 Desember 2024, 07.41 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Keindahan Indonesia Timur

JurnalPost.com - Perkembangan pariwisata Indonesia saat ini melaju sangat pesat sesuai dengan perkembangan zaman. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap keuangan negara. Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia menjadikan suatu potensi wisata yang dapat dibanggakan negara Indonesia. Keindahan alam dan keragaman budaya yang bernilai tinggi dalam pasar industri ekowisata. Keragaman budaya yang dimiliki negara Indonesia dapat berupa keanekaragaman kesenian, bahasa, religi, pakaian adat, pengetahuan dan organisasi sosial. Pertumbuhan ekowisata rata-rata sebesar 10 persen per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata per tahun untuk pariwisata pada umumnya yaitu sebesar 4.6 persen per tahun. (Hijriati & Mardiana, 2014)

Pariwisata desa, dengan fokusnya pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, muncul sebagai pendorong utama dalam menciptakan ekonomi yang tangguh Melalui pengembangan ekowisata dan pemberdayaan pemuda lokal, pariwisata desa menawarkan solusi komprehensif untuk mengangkat komunitas pedesaan dan memastikan masa depan yang lebih cerah bagi semua. Bentuk ekowisata yang berkelanjutan menawarkan cara untuk mengapresiasi keindahan alam sambil melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem yang rapuh. Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab, ekowisata menciptakan lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, sekaligus melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang.

IKLAN

Mengembangkan Ekonomi Berkelanjutan: Peran Pariwisata Desa dalam Pengembangan Ekowisata dan Pemuda Lokal Pariwisata desa menjadi strategi penting untuk membangun ekonomi berkelanjutan di daerah terpencil. Melalui pengembangan ekowisata, desa-desa dapat memanfaatkan potensi alam dan budaya mereka untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan melestarikan lingkungan. Di sinilah peran pemuda lokal menjadi sangat krusial.

Panorama Danau Gegas dan bendungan di Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Baca Juga

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Pemberdayaan pemuda lokal juga sangat penting untuk keberhasilan pariwisata desa. Dengan melatih dan melengkapi pemuda dengan keterampilan yang dibutuhkan, masyarakat dapat menciptakan tenaga kerja yang terampil yang dapat memenuhi kebutuhan industri ini yang sedang berkembang. Mereka dapat menjadi pemandu wisata, pengelola homestay, atau wirausahawan yang menjual produk kerajinan dan makanan khas desa. Dengan keterlibatan pemuda, desa dapat menciptakan lapangan kerja lokal dan mendorong inovasi dalam pengelolaan pariwisata.

Hal ini tidak hanya memberikan peluang bagi kaum muda, tetapi juga memastikan keberlanjutan pariwisata desa dalam jangka Panjang. Dengan mempromosikan pariwisata berbasis alam, desa dapat menjadi tujuan wisata alternatif yang mengedepankan pengalaman autentik bagi pengunjung sekaligus mengurangi tekanan terhadap destinasi wisata yang sudah terlalu ramai.

Ekowisata dan Pengembangan Ekonomi Ekowisata menggabungkan aspek pariwisata dengan prinsip-prinsip konservasi lingkungan. Dengan mengembangkan tempat wisata yang berkelanjutan, desa-desa dapat menarik wisatawan yang peduli akan alam dan budaya lokal. Kegiatan ekowisata seperti hiking, pengamatan burung, dan wisata budaya tidak hanya mendatangkan pendapatan tetapi juga mempromosikan pelestarian lingkungan.

Masyarakat lokal di minta untuk berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan wisata, sehingga mereka dapat memanfaatkan keuntungan dari industri pariwisata. Ekowisata harus berorientasi pada masa depan, artinya harus dapat dipertahankan secara fisik dan ekonomi tanpa merusak lingkungan. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan ekowisata perlu membayar tiket masuk, sewa fasilitas, belanja barang lokal, dan menggunakan jasa lainnya. Ini berarti bahwa pendapatan masyarakat lokal meningkat secara langsung melalui transaksi-transaksi tersebut

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Pengembangan Ekowisata dan Contoh Prakteknya Ekowisata ini tidak dapat dipisahkan dengan konservasi. Oleh karenanya, ekowisata disebut sebagai perjalanan wisata bertanggung jawab. Kegiatan ekowisata yang sedang menjadi tren dunia dan diminati oleh wisatawan merupakan peluang bagi Indonesia, utamanya untuk meningkatkan pendapatan sektor wisata serta penyerapan tenaga kerja khususnya masyarakat lokal. Peningkatan kesejahteraan masyarakat, dapat diharapkan berpengaruh pada kepedulian terhadap kelestarian lokasi ekowisatanya.

Berikut ini merupakan contoh praktek ekowisata yang sederhana dan mudah diterapkan oleh siapa saja di berbagai daerah atau tujuan wisata:

IKLAN

Ekowisata di Hutan Bakau Mangrove Hutan Mangrove Bali atau Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai yang terletak di Denpasar menjadi salah satu spot wisata favorit. Luasannya mencapai 1.373 hektare dengan panjang 1,5 kilometer. Pengunjung bisa rehat sejenak sembari menghirup udara segar di tower khusus di tengah hutan. Tower ini juga instagramable, sehingga banyak dijadikan latar belakang untuk berswafoto. Dari puncak tower pengunjung bisa menikmati keindahan alam hutan bakau dari atas.

Pesona Malam Jalan Tunjungan
Baca Juga

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Mangrove berfungsi penting bagi sumber pendapatan masyarakat. Apalagi sebagian besar nelayan memeluk Hindu yang memegang teguh konsep Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan lingkungan.

Kelompok Nelayan juga memiliki area pembibitan tanaman mangrove. Mereka akan menanami kembali tanaman mangrove yang mati atau rusak. Penanaman mangrove dilakukan hingga ke pelosok-pelosok hutan sembari menggunakan perahu atau kano.

Ada setidaknya 16 jenis vegetasi bakau di Hutan Mangrove Bali didominasi Rhizophora, Bruguiera, dan Xylocarpus. Keberadaannya memberi naungan terhadap satwa air dan darat di sekitarnya. Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya Ngurah Rai mencatat sekitar 61 jenis burung, empat reptil, 30 jenis Crustacease, dan delapan jenis ikan hidup di dalamnya.

Hutan Mangrove Bali berada di segi tiga emas pusat pariwisata Pulau Dewata. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Sanur, Pantai Kuta, dan Kawasan Jimbaran. Posisi strategis ini memungkinkan pengunjung obyek wisata lain yang awalnya tidak berniat berkunjung, kemudian menjadi tertarik berkunjung.

Manfaat Ekonomi Mengembangkan ekowisata dan memberdayakan pemuda lokal dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi daerah pedesaan. Pariwisata dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan, dan mendorong investasi di infrastruktur. Hal ini dapat mengarah pada peningkatan standar hidup, pengurangan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Selain itu, ekowisata dapat membantu melestarikan lingkungan alam, yang sangat penting untuk keberlanjutan jangka panjang.

Manfaat Sosial Pariwisata desa juga dapat memberikan manfaat sosial yang positif. Ini dapat membantu membangun rasa bangga dan identitas komunitas, karena masyarakat setempat melihat nilai dalam warisan dan budaya mereka. Ini juga dapat meningkatkan pemahaman budaya antara wisatawan dan masyarakat setempat, yang mengarah pada toleransi dan rasa hormat yang lebih besar.

Keterlibatan dalam ekowisata sering kali meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat mengenai praktik berkelanjutan dan konservasi dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang ekosistem lokal dan tantangan yang dihadapi, sehingga mendorong perilaku yang lebih ramah lingkungan. serta meningkatkan kualitas hidup melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan infrastruktur. Dengan pendekatan yang tepat, ekowisata dapat menjadi alat yang efektif untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah-daerah tersebut

Kesimpulan Dengan memberdayakan pemuda lokal dan mengembangkan ekowisata, pariwisata desa dapat menjadi penggerak untuk ekonomi berkelanjutan yang seimbang secara ekologis, sosial, dan ekonomi. Ini menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan standar hidup, melestarikan lingkungan, dan memperkuat komunitas. Dengan berinvestasi para pemuda lokal dan ekowisata dapat membangun masa depan yang lebih cerah bagi daerah pedesaan, Diharapkan ekowisata dapat berperan lebih efektif dalam memberdayakan perekonomian masyarakat daerah, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta melestarikan budaya dan lingkungan setempat.

Oleh: Raffadenta Moelia Hanzah

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/peran-ekowisata-dalam-memberdayakan-ekonomi-masyarakat-daerah/75535/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 15.24 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Pilihan Editor

  1. 1 Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang
  2. 2

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  3. 3

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. 4

    MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

  5. 5

    Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.