JurnalPost.com - Kintamani merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika Anda berada di Bali. Biasanya, Bali dikenal dengan suhu yang relatif panas, namun Kintamani memiliki suhu yang cenderung rendah dikarenakan secara geografis Kintamani berada di dataran tinggi ± 1.400 mdpl. Perjalanan menuju Kintamani dari Kota Denpasar dapat ditempuh selama 1 jam 30 menit dengan jarak sekitar 61 km.
Secara administratif, kecamatan Kintamani memiliki 48 desa yang tersebar di area pegunungan, area Danau Batur, dan kawasan perdesaan lainnya. Desa Batur Tengah adalah salah satu desa yang memiliki spot pemandangan terbaik di Kintamani. Terdapat Museum Batur Global Geopark yang menyajikan informasi mengenai Geopark Batur, jalur pemandangan panelokan yang khas dengan penjual souvenir asongan dan spot pemandangan terbaik untuk melihat Danau Batur dan Gunung Batur.
Saat berbelanja souvenir, Anda akan dikerumuni oleh penjualnya, dan jangan lupa untuk melakukan penawaran (bargaining) sebagai seni dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal, namun tentu saja dengan tetap memperhatikan kebermanfaatan bagi masyarakat lokal. Di jalur panelokan ini, telah disediakan juga pembatas kaca yang dapat memperindah pemandangan saat melakukan photoshoot. Dulunya, jalur panelokan ini belum dilengkapi dengan fasilitas pembatas kaca dan dipenuhi dengan pedangan yang tidak beraturan, namun pemerintah mulai memberikan perhatian dengan melakukan penataan agar memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Saatnya makan siang, Anda dapat memilih berbagai restoran yang menyediakan makan siang dengan sistem prasmanan (buffet) dengan pemandangan langsung ke Batur Global Geopark yang terdiri dari danau, pegunungan, dan hamparan pasir hitam yang biasanya banyak dimanfaatkan untuk photoshoot prewedding. Hamparan pasir hitam tersebut terbentuk dari aliran lava yang membeku akibat letusan Gunung Batur di masa lalu yang mana warna hitamnya berasal dari material vulkanik. Makanan yang disediakan pada restoran-restoran juga bervariasi mulai dari makanan lokal seperti Mujair Nyatnyat, makanan nasional bahkan sampai manakan internasional. Selain restoran dengan sistem prasmanan, terdapat juga cafeshop yang sudah mulai bertumbuh dengan konsep bangunan dan desain yang menarik seperti dominan menggunakan tembok kaca, sehingga memperlihatkan keindahan Batur Global Geopark.
Jika Anda menyukai buah, Kintamani dikenal sebagai penghasil buah Jeruk Kintamani yang manis. Anda dapat membelinya melalui pedagang yang berjualan disepanjang jalan Kintamani, atau berhenti di perkebunan jeruk yang menyediakan sistem petik sendiri. Sistem beli dan petik sendiri menawarkan akitivas bagi wisatawan. Dari sisi gastronomi, wisatawan mendapatkan pengetahuan dengan melihat langsung bagaimana bentuk dari pohon jeruk, daunnya, dan proses pematangan buah jeruk tersebut. Kegiatan ini dapat dilakukan pada saat berangkat atau saat pulang dari Kintamani.
Apabila Anda memiliki minat untuk mandi air panas, Kintamani juga menyediakan pemandian air panas yang tepat berada dipinggir Danau Batur. Terdapat beberapa pemandian air panas yang dikelola oleh maysarakat lokal dan swasta. Uniknya, pemandian air panas Kintamani menyediakan berbagai wahana permaianan yang hampir sama dengan waterboom, sehingga memberikan aktivitas tambahan bagi wisatawan yang hendak mandi. Jangan khawatir, tersedia juga klinik kesehatan apabila terjadi insiden yang tidak diinginkan.
Dari segi pertumbuhan pariwisata, Kintamni termasuk destinasi yang cukup cepat berdaptasi dengan tersedianya berbagai fasilitas pariwisata yang telah disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Hal ini tentunya sebagai upaya dalam memberikan pelayanan yang terbaik dengan harapan wisatawan yang berkunjung merasa puas dan memiliki keinginan untuk berkunjung kembali, sehingga dari segi bisnis pariwisata, Kintamani dapat tunbuh dengan prinsip berkelanjutan.
Penulis: Agnes Tresia Silalahi Program Studi Pariwisata UPN “Veteran” Jawa Timur
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda