JurnalPost.com - 3 kawasan wisata yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) dinyatakan ditutup dari aktivitas wisata. Penutupan 3 site wisata ini karena cuaca ekstrem yang terjadi.
"Mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, kami sampaikan bahwa untuk sementara dilakukan upaya antisipasi," kata Kepala TN Babul, Abdul Rajab kepada detikSulsel, Minggu (11/1/2026).
3 site wisata alam tersebut adalah Gunung Bulusaraung dan Leang Londrong yang terletak di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, dan wisata alam Pattunuang, Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Rajab mengatakan, penutupan jalur pendakian ke Gunung Bulusaraung mempertimbangkan angin kencang dan jalur pendakian yang licin. Selain itu, potensi pohon tumbang juga membahayakankeselamatan pendaki.
"Kawasan Gunung Bulusaraung, ditutup untuk aktivitas pendakian karena mempertimbangkan risiko angin kencang, jalur pendakian yang licin, serta potensi pohon tumbang yang membahayakan keselamatan pendaki," ucapnya.
Sementara itu, penutupan kawasan wisata Leang Londrong dan Pattunuang merujuk pada peningkatan debit air dan intensitas angin kencang yang dapat mengancam keselamatan pengunjung.
"Kawasan wisata alam Leang Londrong dan Pattunuang ditutup sementara karena peningkatan debit air yg dpt membahayakan keselamatan pengunjung," ujarnya.
Rajab mengatakan, kawasan wisata Bantimurung tetap akan dibuka untuk umum dengan pertimbangan debit air saat ini terpantau masih di bawah batas minimum ketinggian yang dianggap membahayakan. Dia mengatakan hal itu berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Maros.
"Hasil diskusi bersama dengan Disparpora Kabupaten Maros dengan TN Bantimurung Bulusaraung disepakati tetap dibuka untuk umum. Namun pengunjung diimbau untuk tidak beraktivitas di beberapa site sekitar air terjun dan sepanjang aliran sungai," ucapnya.
"Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan bahwa debit air saat ini terpantau masih di bawah batas minimum ketinggian yang dianggap membahayakan, sambil terus dilakukan pemantauan situasi di lapangan utk pengambilan kebijakan operasional selanjutnya," lanjutnya.
Dia menambahkan, penutupan site wisata dalam kawasan TN Babul ini mulai berlaku, Minggu (11/1) sampai kondisi cuaca dinyatakan aman untuk aktivitas wisata.
"Berlaku mulai tanggal 11 Januari 2026 sampai dengan kondisi cuaca dinyatakan membaik dan aman untuk aktivitas wisata," pungkasnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda