27.2 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

Dispar Maros Diminta Pantau Perilaku Kupu-Kupu di Bantimurung

JURNALPOST.COM – Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, meminta Pemkab Maros (Dinas Pariwisata Maros) untuk melakukan penelitian dan pemantauan untuk mengetahui siklus hidup dan perilaku kupu-kupu yang ada di Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung, Kabupaten Maros.

Dispar Maros Diminta Pantau Perilaku Kupu-Kupu di Bantimurung

Hal ini karena berdasarkan informasi yang diterimanya, ada waktu tertentu yang terjadi dalam setahun dimana ribuan kupu-kupu yang ada di Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung akan berkumpul di salah satu hamparan lahan disana.

“Saya kurang faham siklus hidupnya kupu-kupu disana itu. Tapi menurut informasi dari orang yang pernah melihat itu, dalam satu tahun pasti ada waktu tertentu kupu-kupu itu berkumpul di sebuah hamparan lahan di sekitar Bantimurung, dan itu biasanya terjadi tidak lama, hanya sekitar 2 atau 3 hari,” ungkap Agus, kemarin.

Apabila waktu siklus ini bisa diketahui, maka dikatakannya momen ini akan bisa menjadi objek wisata baru yang unik dan sangat menarik yang diyakininya pasti sangat laku untuk dijual kepada para wisatawan.

“Ini akan jadi objek wisata yang sama seperti di Jepang, yang ada waktu tertentu dimana bunga sakura mekar. Ini sangat berpotensi untuk dijual. Tapi untuk momen berkumpulnya kupu-kupu di Bantimurung ini dalam satu tahun itu pasti terjadi, cuma kita belum tahu pastinya kapan itu terjadi,” ujarnya.

Untuk itu Agus me.inta agar Dinas Pariwisata dan lengelola Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung bisa melakukan oenelitian dan pemantauan pada kupu-kupu yang ada disana agar bisa diketahui gejala alam atau tanda-tanda yang menunjukkan peristiwa itu akan terjadi.

“Harus kita tau apa tanda-tandanya supaya kita bisa mengetahui dan menjual momen itu menjadi tujuan wisata. Itu berpotensi jadi wisata baru. Itu pasti sangat menarik sekali. Saya sendiri sangat ingin untuk bisa melihat itu. Saya harap pihak Dinas Pariwisata Maros bisa melakukan penelitian tentang apa tanda-tanda dan gejala-gejala bahwa akan terjadi hal seperti itu. Jadi kita bisa tau sekitar bulan apa atau musim apa,” ungkapnya.

Akan tetapi untuk saat ini, Agus mengatakan, yang paling utama untuk segera dipublish adalah foto mengenai momen tersebut.

“Tapi saya minta diusahakan dulu itu ada fotonya, jadi bisa kita ekspose. Karena itu hal yang sangat luar biasa,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas pariwisata Kabupaten Maros, Rahmat Burhanuddin, membenarkan informasi yang didengar oleh Wakil Gubernur Sulsel tersebut.

“Iya, memang ada waktu tertentu dalam satu tahun kupu-kupu yang ada disana (Bantimurung) itu berkumpul di salah satu hamparan lahan, dan itu jumlahnya ribuan. Itu sangat indah sekali,” ujarnya.

Terkait permintaan Wakil Gubernur agar Dinas Pariwisata bjsa melakukan penelitian dan pemantauan untuk bisa mengetahui kapan jadwal waktu atau momen berkumpulnya kupu-kupu yang ada di Bantimurung, Rahmat mengatakan, pihaknya siap dan akan melakukan hal itu.

“Nanti kita akan coba melakukan pemantauan dan penelitian untuk mengetahui kapan dan apa yang kira-kira busa membuat kulu-kupu itu berkumpul,” ucapnya. (fo)

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini