SURABAYA, JurnalPost.com – Pengalaman magang menjadi salah satu sarana penting bagi mahasiswa hukum untuk memahami penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam dunia kerja profesional. Kesempatan tersebut dirasakan Reza Eka Saputra, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, yang menjalani program magang di bagian Legal PT Japfa Indoled Center.
Melalui kegiatan ini, Reza memperoleh pengalaman langsung mengenai tugas dan tanggung jawab divisi legal dalam mendukung berbagai kebutuhan hukum perusahaan. Sejumlah aktivitas yang diikutinya memberikan pemahaman baru, mulai dari pengelolaan administrasi hukum, penanganan dokumen pertanahan, hingga pengamatan proses penyelesaian persoalan hukum.
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk menghubungkan pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik hukum yang dijalankan dalam lingkungan perusahaan.
Mengenal Administrasi Hukum dan Pengelolaan Dokumen Pertanahan
Salah satu kegiatan yang dipelajari Reza selama magang adalah pengelompokan dokumen Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).
Melalui kegiatan tersebut, ia memahami pentingnya pengelolaan dokumen pertanahan secara sistematis, terstruktur, dan tertib administrasi.
Dokumen SHGB memiliki peran penting dalam pembuktian hak atas tanah. Oleh karena itu, pengarsipan yang baik diperlukan untuk memastikan dokumen mudah ditemukan, diperiksa, dan digunakan ketika dibutuhkan untuk kepentingan hukum perusahaan.
Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian dalam mengelola dokumen legal. Kesalahan dalam pengelompokan atau pencatatan berpotensi menimbulkan kendala administratif yang dapat memengaruhi kelancaran pekerjaan.
Mengamati Proses Persidangan Secara Langsung
Selain mempelajari administrasi dokumen, Reza mendapat kesempatan mengamati jalannya persidangan di pengadilan.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tahapan persidangan, proses pemeriksaan perkara, serta dinamika yang berlangsung dalam praktik penegakan hukum.
Melalui pengamatan langsung, ia dapat membandingkan materi hukum acara yang dipelajari selama perkuliahan dengan penerapannya dalam proses persidangan.

Kesempatan ini sekaligus memperluas pemahamannya mengenai peran para pihak yang terlibat dalam persidangan dan pentingnya prosedur hukum dalam penyelesaian suatu perkara.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting karena mahasiswa tidak hanya memahami ketentuan hukum melalui buku dan penjelasan dosen, tetapi juga melihat bagaimana proses hukum berlangsung secara langsung.
Belajar Menelusuri Alat Bukti untuk Kepentingan Laporan Hukum
Pengalaman lainnya diperoleh melalui keterlibatan dalam kegiatan pencarian dan penelusuran alat bukti yang diperlukan sebagai bahan penyusunan laporan kepada kepolisian.
Dalam kegiatan tersebut, Reza mempelajari pentingnya ketelitian dalam mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menyesuaikan dokumen maupun informasi dengan persoalan hukum yang sedang ditangani.
Ia memahami bahwa penyusunan laporan hukum tidak hanya membutuhkan kemampuan merangkai kalimat secara formal, tetapi juga memerlukan kecermatan dalam memastikan kelengkapan informasi serta relevansi bukti pendukung.
Ketepatan informasi dan kelengkapan dokumen menjadi aspek penting agar laporan yang disusun memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
Pengalaman ini turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya koordinasi, tanggung jawab, dan kehati-hatian dalam menjalankan pekerjaan di bidang hukum perusahaan.
Mendapat Kesempatan Menyusun Permohonan Penetapan Identitas
Salah satu pengalaman yang cukup berkesan bagi Reza adalah kesempatan mempelajari penyusunan permohonan penetapan satu orang yang sama.
Permohonan tersebut berkaitan dengan kebutuhan penegasan identitas seseorang ketika terdapat perbedaan penulisan nama atau data identitas dalam sejumlah dokumen resmi.
Melalui kegiatan ini, Reza memperoleh pemahaman mengenai penyusunan dokumen permohonan yang digunakan dalam proses hukum di pengadilan.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya kesesuaian identitas, kelengkapan dokumen pendukung, serta ketelitian dalam menyusun permohonan hukum.
Bagi mahasiswa hukum, kesempatan mempelajari penyusunan dokumen semacam ini menjadi pengalaman praktis yang melengkapi pemahaman teoritis mengenai hukum acara dan administrasi peradilan.
Selain itu, Reza juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan dan fasilitas kerja yang digunakan oleh bagian Legal perusahaan.
Pengenalan tersebut membantunya memahami sistem kerja, penggunaan sarana pendukung, serta pentingnya kemampuan beradaptasi dalam lingkungan profesional.
Magang Menjadi Bekal Memasuki Dunia Kerja
Berbagai kegiatan selama menjalani magang memberikan pemahaman bahwa pekerjaan di bidang legal perusahaan memiliki cakupan yang luas.
Tanggung jawab bagian legal tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian persoalan hukum, tetapi juga mencakup pengelolaan administrasi, pemeriksaan dokumen, pemenuhan kebutuhan hukum perusahaan, serta dukungan terhadap kepatuhan dan legalitas kegiatan operasional.
Reza mengungkapkan bahwa pengalaman magang tersebut memberikan banyak pembelajaran yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui kegiatan perkuliahan.
“Melalui kegiatan magang di PT Japfa Indoled Center ini, mahasiswa memperoleh banyak pengalaman yang tidak hanya meningkatkan pemahaman terhadap praktik hukum, tetapi juga melatih ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja profesional,” ujar Reza Eka Saputra, mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Surabaya.
Menurutnya, pengalaman langsung di lingkungan perusahaan menjadi kesempatan untuk mengenali tuntutan pekerjaan sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam bidang hukum.
Selain memperluas wawasan mengenai praktik hukum perusahaan, kegiatan magang juga memberikan pembelajaran tentang pentingnya profesionalisme, kemampuan berkomunikasi, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
Melalui pengalaman tersebut, Reza semakin memahami bahwa penguasaan teori hukum perlu diimbangi dengan kemampuan menerapkannya dalam situasi nyata.
Kegiatan magang ini menunjukkan pentingnya hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia industri dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus pengalaman praktis.
Dengan pengalaman yang diperoleh selama magang, mahasiswa diharapkan memiliki bekal lebih kuat untuk menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya dalam bidang hukum korporasi dan administrasi legal perusahaan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda