JurnalPost.com - Tri Dharma Perguruan Tinggi, terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu penerapannya, karena diharapkan dapat menerapkan teori yang telah didapat dari kegiatan perkuliahan, dan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat.
Eldinda Faridzi Rachmayani S dengan NIM 190902082, merupakan mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara melaksanakan Praktik Kerja Lapangan I di Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah Pulo Brayan Medan. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini dibimbing oleh Supervisor Sekolah, yaitu Ibu Erni Asneli Asbi, M.Si dan dimonitor oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah, yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kesos.
Kegiatan yang dilakukan selama masa Praktikum ini adalah bermain dan belajar, hal ini agar anak – anak panti asuhan tidak jenuh dan bosan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Dalam setiap akhir pertemuan Eldinda bersama dengan rekannya, yaitu Cellyna dan Dinda selalu memberikan cemilan agar anak – anak panti semangat untuk bertemu lagi di kemudian hari.
Pada bulan pertama, kegiatan yang dilakukan, yaitu perkenalan diri dengan anak – anak panti lalu mangajak anak – anak panti untuk bermain sambil belajar dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan dasar dan mengajak anak panti mengembangkan bakatnya.
Pada bulan kedua masa praktikum, Eldinda mengajak anak – anak panti menempelkan poster tentang ‘’Disiplin’’ agar mengajarkan mereka untuk melatih tanggung jawab, lebih menghargai waktu, dan berperilaku sopan santun. Sebelum melakukan mini project Eldinda bersama rekannya juga melakukan pendekatan dengan memanfaatkan barang bekas menjadi gantungan hijab, membuat reed diffuser sebagai pewangi ruangan, dan menyusun puzzle untuk melatih fokus pada anak – anak panti.
Pada bulan ketiga praktikum, Eldinda melakukan mini project dengan mengambil satu klien berinisial CF, berusia 13 tahun dan saat ini sedang berada di kelas 6 SD, yang memiliki permasalahan dalam lingkungan pertemanan. Hal ini cukup menarik perhatian Eldinda karena selama proses pendekatan CF masih kurang terbuka dan sering menunduk saat ditanya. Eldinda menggunakan metode casework secara umum dengan beberapa proses penyelesaian yang dilakukan, yaitu:
1. Engagement, Intake, Contract. Tahap awal dalam praktek pertolongan yang berisikan kontrak awal dengan klien dan membuat kesepakatan untuk terlibat dalam keseluruhan proses dan membuat perjanjian berapa lama proses intervensi akan dilakukan.
2. Assesment. Pada tahap ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang masalah, dengan mengetahui penyebab masalah dan potensi yang dapat digunakan agar meminimalisir atau menyelesaikan masalah. Pada tahap ini, Eldinda menggunakan Form Assesment agar wawancara yang dilakukan lebih tersusun dengan baik dan Tools Assesment yang Eldinda gunakan adalah Ecomap. Tools ini sangat mebantu Eldinda dalam proses wawancara karena menjadi lebih tau bagaimana hubungan CF dengan lingkungannya. Berdasarkan hasil wawancara yang telah Eldinda lakukan, dapat disimpulkan bahwa CF dijauhi oleh beberapa teman – teman nya karena ia sering melakukan bully secara verbal ataupun non verbal. CF mengaku bahwa pernah melakukan bullying secara fisik terhadap temannya, seperti memukul dan mencubit dengan beralasan karena gemas dengan temannya. CF juga enggan untuk meminta maaf kepada teman yang pernah dibully olehnya. CF juga merasa memiliki sikap yang emosional ada pada dirinya dan masih sulit untuk mengontrolnya.
3. Planning. Tahap ini digunakan Eldinda untuk melakukan pemilihan strategi dengan sumber – sumber yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Pada tahap ini juga ditetapkan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu CF sangat berperan besar atas permasalahnnya sendiri. Pada tahap ini Eldinda memberikan edukasi agar CF dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain.
4. Intervensi. Pada tahap ini dilakukan tindakan yang mengarah kepada beberapa bagian sistem sosial atau proses dengan tujuan memberikan perubahan. Pada tahap ini, Eldinda memberikan edukasi tentang bullying kepada CF, menjelaskan mengapa bullying tidak boleh dilakukan. Pada tahap ini juga Eldinda mengajak CF untuk bertukar peran dengan cara mengajak ia berpikir bagaimana jika ia berada di posisi korban yang pernah ia bully, hal tersebut dapat menyadarkan CF agar tidak melakukan bullying lagi. Kemudian menjelaskan kepada CF agar memiliki kesadaran akan kesalahannya, bahwa dengan CF berperan sebagai korban dan merasakan apa yang dirasakan oleh korban bully yang dilakukan oleh CF. Pada tahap ini Eldinda juga mengajak CF untuk meminta maaf kepada temannnya yang pernah ia bully dan memberitahu kepada CF bagaimana cara mengendalikan emosi dalam merespon orang sekitar.
5. Evaluasi. Tahap ini merupakan salah satu cara untuk menetukan apakah sasaran dan tujuan sudah tercapai. Pada tahap ini saya melihat perkembangan sikap CF terdapat peningkatan, salah satunya meminta maaf kepada teman yang pernah ia bully, dan CF juga dapat mengontrol emosinya sedikit demi sedikit dalam merespon teman – temannya.
6. Terminasi. Tahap ini merupakan hubungan antara pekerja sosial dengan klien akan dihentikan. Pada tahap ini saya menghentikan pemberian bantuan kepada CF karena ia sudah dapat menyelesaikan masalahnya, dan kembali berteman dengan orang sekitarnya, dan dapat lebih mengontrol emosinya.
Setelah dilaksanakannya semua tahapan selama kurang lebih 3 bulan, sehingga kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini berakhir. Eldinda dengan kedua rekannya mengucapkan terimakasih kepada pihak Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah Pulo Brayan Medan karena telah menerima kami untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan di panti asuhan ini.
Bapak Darius selaku pimpinan Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah Pulo Brayan Medan, dan Bapak Zulkifli selaku sekretaris panti asuhan, dan kepada Ibu Ade sebagai pengurus panti, dan anak – anak panti asuhan yang sudah banyak membantu kami semasa praktikum. Kami mengucapkan terimakasih karena sudah berkenan menerima kami.

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda