JurnalPost.com - Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah sebuah ajang bagi mahasiswa/i untuk menerapkan teori-teori yang diterima saat proses pembelajaran di bangku kuliah kedalam dunia kerja yang sebenarnya. Melalui Praktek Kerja ini mahasiswa akan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan kedalam lingkungan kerja. Dan kegiatan ini juga dilaksanakan oleh salah satu Mahasiswa dari Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU, Azzahra dengan NIM 190902104. Dimana Zara dibimbing oleh Supervisor Sekolah sekaligus Dosen Pengampu yang sama dengan mata kuliah PKL yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos.,M.Kessos.
Dalam PKL 1, Metode pembelajaran yang digunakan Zara kepada anak jalanan adalah Tanya jawab, metode diskusi & pemberian nasehat. Sebagaimana Metode ini untuk dapat mengarahkan anak-anak yang ada di Komunitas Peduli Anak (KOPA) agar tidak melakukan sesuatu hal yang negatif yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Menjauhkan anak-anak dari hal-hal negatif yang ada di lingkungan sekitar, membimbing mereka agar selalu berbuat kebaikan dan menjadi seorang yang berguna di masyarakat.
Komunitas Peduli Anak (KOPA) Kota Medan merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan kesejahteraan sosial keluarga. LSM KOPA berdiri pada tahun 2005 dengan tujuan untuk mensejahterakan dan memandirikan anak-anak jalanan serta anak-anak yang bermasalah. Pendirian KOPA sendiri di prakarsai, Syafri Tanjung beserta para pemuda yang tinggal di daerah Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung di lokasi Lembaga Swadaya Masyarakat KOPA Medan, Jln. Syahbandar No.23 Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun, Pelaksanaan Praktikum I ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terhitung sejak tanggal 9 Maret 2022 hingga 10 Juni 2022.
Praktikum I ini merupakan praktek lapangan yang dapat dilakukan secara berkelompok maupun individu yang fokusnya menggunakan metode intervensi level mikro (case work). Pada praktikum ini mahasiswa diharapkan melakukan mini project yaitu mengaplikasikan metode case work dalam menyelesaikan masalah klien. Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak Zara dan kedua rekannya yaitu Helga & Sarah, dan pendiri KOPA Bapak Syafri Tanjung terlebih dahulu melaksanakan perencanaan pembelajaran. Tujuan perencanaan pembelajaran untuk mempermudah dalam proses pembelajaran, menumbuhkan situasi pembelajaran yang kondusif, dan berjalan secara efektif.
Berdasarkan hasil pengamatan dalam kegiatan pembelajaran anak-anak, Zara juga kedua rekannya yaitu Helga dan Sarah memberikan materi dengan menggunakan tanya jawab diselingi dengan candaan bersama anak-anak agar mereka tidak merasa bosan. Zara dengan kedua rekannya Helga & Sarah juga melakukan pendekatan dengan berbagai kegiatan dimulai dari mengasah minat dan bakat yaitu lomba mewarnai, bernyanyi bersama juga bercerita. Tak hanya minat dan bakat Zara dan kedua rekannya Helga & Sarah juga mengajari pemahaman umum seperti, Belajar B.inggris, Belajar berhitung, Membaca juga Belajar agama. Sesakali kami juga bermain games untuk melatih kekompakan di antara anak-anak. Tujuan pembelajaran tidak akan tercapai tanpa adanya interaksi yang baik antara zara dan kedua rekannya Helga & Sarah, karena interaksi merupakan merupakan bentuk komunikasi dan kerjasama antara Zara dan anak-anak sebagai warga belajar.
Di bulan berikutnya, Zara menempelkan poster dengan tema “ Classroom Rules “ hal ini di harapkan agar anak-anak memahami apa arti dari Sopan santu dan memiliki karakter yang baik. Sopan santun merupakan unsur penting dalam kehidupan bersosialisasi sehari–hari. Karakter merupakan suatu perilaku yang dimiliki oleh setiap individu. Setiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Secara harfiahnya, karakter menurut Hornby dan Pornwell dalam Barnawi dan M. Arifin (2012: 20) artinya kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nama atau reputasi.
Pada bulan berikutnya, Zara pun mulai memasuki tahapan selanjutnya yaitu melakukan mini projeck dengan salah satu klien anak dari KOPA Yang berusia 13 Tahun. Saat ini ia duduk dibangku kelas 5 SD AL merupakan salah satu klien yang juga sering menghadiri kegiatan belajar mengajar di LSM Komunitas Peduli Anak Kampung Aur. AL merupakan anak yang sedikit pendiam di awal kegiatan Belajar Mengajar AL merupakan anak yang memiliki permasalahan dengan kepercayaan dirinya, tak jarang AL Juga acuh tak acuh dengan pembelajaran yang berlansung AL juga sering tidak masuk sekolah. AL berperilaku baik dan ramah terhadap temannya tetapi memiliki perilaku pemalu dan kurang percaya diri terhadap orang baru.
Dalam membantu klien untuk kembali meningkatkan kepercayaan dirinya juga monitivasi belajarnya, Zara menggunakan metode Social case work, atau metode intervensi sosial pada individu ini merujuk pada upaya yang dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan keberfungsian sosial individu dengan tujuan agar individu atau keluarga dapat berperan dengan baik sesuai dengan tugas dalam lingkup sosial maupun individu mereka. Adapun proses penyelesaian masalah AL, yaitu:
• Engagemant, intake, dan contract : Merupakan tahap awal dalam praktek pertolongan, yaitu kontrak antara pekerja social dengan klien yang berakhir pada kesepakatan untuk terlibat dalam proses pertolongan. Di tahap ini Zara dan AL melakukan kontrak dengan klien terkait persetujuan tentang proses pada tahap intervensi selanjutnya. Serta Menyusun, merumuskan, serta menganalisa tindakan-tindakan apa saja yang akan dilakukan untuk membantu klien dalam rangka menyelesaikan permasalahannya.
• Asessment : Tahapan ini merupakan tahan dimana pekerja sosial, mengindentifikasi permasalahan klien juga berusaha untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan klien serta agar pekerja sosial dapat memahami potensi apa yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan klien. Dalam tahapan ini AL memiliki permasalahan kurangan kepercayaan diri yang disebabkan oleh kurangnya minat belajarnya yang di dasari dari kuranganya perhatian orang tua terhadap AL. Orang tua AL kurang memperhatiannya dan jarang memberikan arahan tentang penting sekolah juga belajar.
Ditahap Asessment ini Zara menggunakan form assessment sebagai landasan wawancara dan juga tools assessment ecomap.
• Planning/Perencanaan : Planning yaitu tahap untuk menyusun dan mengembangkan pelayanan yang menyeluruh untuk klien sesuai dengan hasil assesmen. planning (perencanaan) merupakan pemilihan strategi, teknik, dan metode yang didasarkan pada proses assessment masalah. Di karena lingkungan dan latar belakang dari AL ini, Zara mengalami kesulitan untuk memberikan metode kepada AL, di mulai dari memberikan nasehat dan arahan secara perlahan Zara mencoba memahami apa yang di senangi AL belajar dengan cara tanya jawab dengan sedikit hiburan perlahan-lahan AL menujukan perubahan sikapnya ke arah yang lebih baik.
• Intervention/implementation : intervensi sendiri dapat diartikan sebagai cara atau strategi memberikan bantuan kepada masyarakat (individu & Kelompok). Dalam tahapan intervesni ini Zara berharap dapat mengembalikan keberfunsian sosial AL. Di awal Zara memberikan konseling kepada AL secara face to face dimana Zara mecoba mengulik apa yang menjadi permasalahan AL. Kemudian Zara mencoba memberikan nasehat -nasehat ringan kepada AL dan pemahaman pentingnya bersekolah dan bersosialisasi dengan baik. Pada tahapan ini Zara mencoba membangun rasa kepercayaan diri AL dan menumbuhkan minat belajar AL dengan cara memberikan AL soal-soal umum yang menarik perhatiannya, metode yang digunakan ialah diskusi kelompok dimana soal yang diberikan merupakan soal tanya jawab. Dengan metode ini dapat terlihat AL menujukan perubahan ke arah yang lebih baik dimana sedikit demi sedikit AL sudah mulai percaya diri untuk memberikan jawaban dari soal yang diberikan Perlahan demi perlahan.
• Evaluasi : merupakan suatu tahapan penting dalam keseluruhan program intervensi sosial. Proses inilah yang akan menunjukkan apakah program intervensi sosial yang dilaksanakan telah menjawab persoalan yang muncul atau tidak, apakah program yang telah dilaksanakan benar-benar memenuhi kebutuhan klien atau tidak, sesuai dengan prosedur atau tidak dan bagaimana hambatan yang dialami.
• Terminasi : Dimana ini adalah tahapan akhir dari pemutusan hubungan pekerja sosial dengan klien.
Diakhir kegiatan praktikum I ini, Zara dan kedua rekannya yaitu Helga & Sarah memberikan sedikit rewerd kepada Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Anak (LSM KOPA) serta mengucakap terima kasih banyak atas bantuan dari bapak Syafri Tanjung dan ibu Sri Pohan selaku pengurus dan juga penangung jawab di LSM KOPA.
Oleh : Azzahra (190902104) Mahasiwa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda