JurnalPost.com - Kegiatan Praktikum I yang di lakukan di KKSP Medan Pusat Pendidikan Dan Informasi Hak Anak di tempatkan wilayah dampingan di jalan Brigjend Katamso Gang. Perwira, Kec. Medan Maimun, Kota Medan. Dengan mahasiswa praktik yaitu Shifa Bilbi, dan supervisor sekolah adalah Ibu Mia Aulina Lubis S.sos M.Kesos. Kegiatan PKL I ini berlangsung yang di mulai dari pertengahan Maret.
Wilayah dampingan ini memiliki banyak masyarakat di satu gang terdapat anak-anak yang sering ikut berpatisipasi sekitar 10-20 anak dari yang umur 1- 13 tahun dari yang belum mulai sekolah sampai ke tingkat SD dan mempunyai 1 ibu kepala lingkungan yaitu ibu donna dan 1 kakak pedamping yaitu kaki iin.
Shifa mengatakan bahwa pada bulan Maret ia melakukan agenda awal yaitu perkenalan diri antara Shifa dengan ibu kepala lingkungan dan kedua temannya yaitu Wanur Dillah dan Emmy Silvia dengan anak-anak di wilayah dampingan, bermain game, bernyanyi, dan membuat yel-yel agar membuat anak-anak lebih percaya dan membuat pendekatan emosional serta memberikan reward kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan. Pada saat bermain game disitu kami bertanya siapa yang sudah sekolah dan yang belum untuk mengetahui siapa aja yang belum pandai membaca, menulis, mewarnai serta berhitung. Di bulan April, agenda yang di lakukan Shifa dan kedua temannya menempelkan poster, dan menjelaskan materi tentang isi dari masing-masing poster, membuat kegiatan berupa Bertani yaitu menanam bawang serta membuat kelompok belajar dengan kemampuan yang dimilikinya.
Shifa dan teman – temannya beberapa kali melakukan sharing session, membuat origami, belajar dan bermain tebak-tebakan untuk menumbuhkan rasa kompak pada diri mereka masing-masing dan yang kalah pada game tebak-tebakan akan diberi hukuman yang sesuai kemampuannya. Untuk menimbulkan rasa percaya diri dan keberanian penuh dalam menunjukan bakat masing-masing di depan orang ramai. Pada agenda belajar untuk memperkenalkan huruf, angka dan Bahasa inggris dasar.
Pada pertemuan selanjutnya dibulan yang sama shifa dan kedua temannya, melaksanakan agenda kreatifitas dari origami yaitu membuat bentuk yang sesuai keinginan anak-anak untuk meningkatkan ketelitian dan mengasah ketangkasan anak.
Selanjutnya kami melakukan agenda buka Bersama di bulan Ramadhan Bersama anak-anak wilayah dampingan serta masyarakat yang ada disana. Buka puasa ini dilaksanakan selain budaya dari wilayah tersebut tetapi untuk menjalin silaturahmi bersama masyarakat setempat. Dan kami menghadiri agenda sosialisasi perubahan iklim untuk membangun kecintaan individu dan kelompok akan lingkungan dan menerapkan bagaimana lingkungan sebagai rumah yang harus kita jaga dan lestarikan.
Di bulan Mei, agenda yang di lakukan Shifa dan kedua temannya adalah mewarnai, belajar Bersama untuk membantu tugas sekolah mereka dan belajar matematika
Pada tanggal 21 Mei Shifa memiliki klien yang bernama OP ( nama samaran ) yang berusia 8 tahun. OP sedang duduk di bangku TK jika diteliti lagi OP sepertinya telat masuk sekolah dikarenakan usia nya sudah tidak memungkinkan untuk TK, tetapi OP masih kesulitan dalam memahami matematika apalagi jika ada soal hitungan dalam perjumlahan maupun pengurangan.
Shifa membantu klien dengan bermodalkan buku dan pulpen untuk membantu klien lebih memahami matematika dengan memberikan soal-soal Latihan dan cara pengerjaannya sampai OP bisa menyelesaikan soal-soal tersebut. Agar tidak bosan diselingi dengan mewarnai sketsa untuk lebih semangat dalam mempelajari matematika.
Metode yang dilakukan Shifa dalam membantu kliennya adalah dengan menggunakan metode casework. Metode casework yang digunakan Shifa adalah metode case work oleh Zastrow, diantaranya adalah sebagai berikut,
1. Intake dan Contract, perjanjian mengenai kontrak yang akan dilakukan. 2. Assessment, pengenalan lebih dalam terhadap klien, mendengarkan keluh kesah klien, dan masalah individu yang dihadapi klien. Tools yang digunakan adalah Ecomap 3. Planning, perencanaan yang di buat Shifa adalah memberikan dukungan dan dorongan kepada klien untuk memecahkan masalahnya, dan menjelaskan apa keinginan mendalam dari klien, maka terjawablah bahwa OP ingin lebih lagi dalam memahami dan mengerjakan matematika karena menurutnya pelajaran matematika adalah hal yang sulit seperti memecahkan suatu teka-teki sulit seperti menjebak namun menyenangkan 4. Intervensi, pada tahap ini Shifa menjelaskan tentang materi matematika melalui buku tulis dengan cara cepat perjumlahan dan pengurangan susun kebawah dan memberikan soal cepat jawab. 5. Evaluasi, tahap ini dilakukan Shifa untuk menilai apa-apa saja yang telah dilakukan Shifa dan kliennya, apa kelebihan dan kekurangannya agar bisa terus diperbaiki kedepannya.
Dari 5 tahap yang sudah dilakukan tadi, akhirnya OP bisa lebih mengerti matematika dan lebih memahami cara pengerjaan dengan metode susun kebawah. Shifa berharap kliennya tersebut bisa lebih memahami dan mengerti lagi dalam mengerjakan soal matematika dan ia juga berharap kliennya tersebut semakin teliti dalam mengerjakan soal – soal matematika.

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda