Oleh: Endang Triana Simanjuntak (Mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)
JurnalPost.com - Thrift yang dalam Bahasa Indonesia artinya hemat atau sebuah perilaku yang sangat memperhatikan jumlah uang yang dikeluarkan untuk dapat membeli suatu barang. Selanjutnya thrifting menjadi sebuah istilah dunia bisnis yang sekarang sangat fenomena yang memiliki arti perdagangan atau jual beli barang bekas.
Awal mula tahun 2013, bisnis barang bekas mulai masuk dan berkembang di Indonesia. Di beberapa daerah mulai terbentuk lokasi-lokasi yang kemudian menjadi personifikasi atas barang-barang bekas. Sebut saja satu yang cukup terkenal di kota Medan. Sebuah tempat bernama Monza yang awalnya sebuah nama jalan yang menjual barang bekas utamanya pakaian, tas ataupun kebutuhan sandang lainnya. Monza sendiri artinya Mongonsidi Plaza dan selanjutnya setiap barang bekas dinamakan Monza.
Menilik perkembangan bisnis thrifting ini yang sekarang naik kelas, di mana bukan hanya menyasar masyarakat golongan ekonomi bawah namun sekarang sudah merambah masyarakat golongan atas atau yang memiliki kemampuan ekonomi sangat baik sudah barang tentu bisnis ini semakin digandrungi masyarakat.
Fenomena menarik saat ini bisnis thrifting sudah menjadi bisnis yang kekinian bahkan sangat trend di masa kini. Ditambah dengan mulai digencarkannya Gerakan Menyelamatkan Bumi (Save The Earth) yang salah satunya dihimbau untuk dapat dapat mendaur ulang produk atau pemakaian barang bekas yang diangggap mampu mengurangi sampah rumah tangga. Fenomena ini ditangkap banyak pelaku usaha ditambah dengan embel-embel pecinta lingkungan maka thrifting dianggap menjadi sebuah bisnis yang patut digeluti saat ini. Beberapa produk yang sering diperjualbelikan untuk bisnis thrifting antara lain :
1. Pakaian 2. Tas 3. Sepatu 4. Jam Tangan 5. Buku 6. Perhiasan 7. Berbagai produk rumah tangga 8. Alat elektronik
Sifat produk yang sangat penting untuk dapat menjadi produk dalam bisnis thrifting adalah produk yang awalnya bernilai atau memiliki value yang berharga atau mahal, sudah memiliki brand atau gengsi terhadap merek, awet atau tahan lama, langka atau memiliki history (trend barang antik) maupun barang-barang yang cepat mengalami perubahan mode.
Bagaimana peluang dan cara membuka bisnis Thrift Shop bagi kawula muda dan tidak bermodal besar? Peluang membuka bisnis Thrift Shop saat ini masih cukup cerah. Terutama bagi para generasi muda. Karena generasi muda jaman sekarang berpola konsumtif dan senang mengikuti trend namun pendapatan cukup terbatas. Sehingga hal ini bisa menjadi solusi atas masalah tersebut. Mereka bisa mendapatkan produk yang diinginkan atau yang dibutuhkan dengan harga terjangkau. Tentunya ini menjadi sebuah peluang bisnis yang cukup menarik. Apalagi modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar dibandingkan dengan bisnis jual beli barang yang baru.
Selain itu perkembangan era digital maupun banyaknya platform penjualan semakin memudahkan penjual untuk menjual atau mempromosikan barang dagangannya. Sekarang cukup dengan menulis kata thrift, second, preloved maka sudah muncul berbagai situs maupun aplikasi yang dapat menajdi platform penjualan barang thrift.
Nah, untuk memulai bisnis thrifthing ini juga tentunya harus memenuhi beberapa kaidah bisnis yang ada. Hal-hal yang perlu dilakukan sontohnya :
1. Pilihlah produk yang spesifik dan cukup anda kuasai Misalkan Anda ingin memilih produk pakaian, maka kita harus tahu pakaian mana yang sedang trend, kemudian minimal mengetahui perkiraan ukuran tubuh dan size pakaiannya
2. Pemilihan target pasar yang sesuai Misalkan jika anda memilih pakaian, target anda pakaian utk siapa? Pria, wanita, busana kantor, olahraga, sekolah, atau busana anak. Bisa melakukan survei kecil terhadap komunitas daerah tempat jualan, Spt daerah kampus, pasti kebutuhan adalah pakaian resmi, kemeja. Jika di daerah banyak perkantoran, kebutuhannya pakaian kantor dll
3. Lakukan pemilihan tempat-tempat yang menyediakan produk thrift yang akan anda jual Masih dengan contoh thrift pakaian, maka harus mencari tahu kira-kira di mana tersedianya penjualan ball thrift (ball pakaian) yang baik. Bisa dilihat dari resume atau review yang banyak tersedia di situs penjualan
4. Melakukan Re-Condition atau menambah nilai jual Anda bisa menambah nilai jual terhadap barang-barang thrift tersebut dengan tetap memperhatikan nilai ekonomis yang bisa dijual. Contohya mencuci bersih, diberi plastik, mewantex atau pun membuang kotoran yang ada.
Demikianlah beberapa ulasan singkat terkait bisnis thrifting yang sedang trend saat ini dan bisa diterapkan untuk menjadi sumber pendapatan baru bagi kita. Jangan gengsi dengan bahasa bekas ataupun dipandang sebagai bisnis rendahan. Namun jika kita melakukan beberapa langkah di atas dan menerapkan strategi bisnis yang baik, sangat mungkin bisa menjadi pundi-pundi uang yang baru bagi kita. Jadi tunggu apalagi? Mari kita mencoba merubah barang bekas menjadi berkah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda