Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Paraji yang Masih Menjadi Kepercayaan Warga Tajur Halang

Paraji yang Masih Menjadi Kepercayaan Warga Tajur Halang

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
14 Maret 2023, 18.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
14 Mar 2023, 18.49 WITA · 4 menit baca
4 menit baca
Paraji yang Masih Menjadi Kepercayaan Warga Tajur Halang

JurnalPost.com, Bogor, 26 Februari 2023 – Warga Tajur Halang yang masih percaya akan Paraji atau dukun beranak daripada dokter yang sudah berpengalaman di dalam bidang tersebut cukup banyak. Hal inipun dirasakan oleh salah satu Klinik yang berada di Tajur Halang, Kota Bogor. Karena banyak yang lebih memilih untuk berobat ke paraji daripada dokter.

Melihat keadaan masyarakat Tajur Halang yang masih minim akan pengetahuannya tentang kesehatan membuat Ana yang merupakan salah satu pendiri dari klinik tersebut mempunyai niat untuk ikut berkecimpung dalam dunia kesehatan. Fokus dari klinik ini sendiri yaitu untuk membantu masyarakat yang sakit dan juga persalinan. Tetapi melihat masyarakat di daerah Tajur Halang masih banyak yang percaya dengan dukun beranak atau yang biasa disebut paraji yang dimana kebanyakan mereka belum ada perizinan untuk melakukan hal tersebut dan harus dilakukan oleh orang yang sudah berpengalaman dan bersertifikasi.

IKLAN

“Kemarin sempat ada yang infeksi pada bagian tali pusar karena pemotongan yang salah, akhirnya anak itu dilarikan kesini dan sudah demam tinggi”, kata Ana selaku dokter yang berada di Klinik Arraz dalam wawancara, Minggu (26/2/2023). Biasanya hal ini terjadi di masyarakat yang masih tinggal di perkampungan dan masih mengikuti tradisi jaman dahulu karena tinggal dengan nenek atau ibunya. Menurut Ana selaku dokter umum yang berada di klinik tersebut juga mengatakan tetapi ada beberapa masyarakat yang memang tinggal di perumahan dan mereka lebih mudah untuk menerima informasi terkait bahaya akan persalinan yang masih dilakukan oleh orang yang belum berpengalaman dan memang tidak memiliki sertifikasi pada bidang tersebut. Hal itu dikarenakan mereka yang tingal di perumahan dan juga perkampungan terhalangi oleh pendidikan yang mereka ampuh.

Foto Utama
Baca Juga

Mahasiswa UNAIR Kembangkan Merchandise untuk Delapan Museum di Surabaya, Dorong Inovasi Promosi Wisata Sejarah

IKLAN

Selain tentang bahaya persalinan yang dilakukan oleh paraji bahaya penyakit yang paling umum dan yang mengancam masyarakat saat ini yaitu penyakit muntaber dan juga batuk pilek. “Saat ini yang penyakit yang sedang mengancam masyarakat yaitu muntaber dan pilek, dan karena kurangnya kesadaran dalam menjaga Kesehatan akhirnya penyakit tersebut ikut kesebar juga ke kelurganya yang lain, dan itulah yang menyebabkan banyaknya yang terkena penyakit tersebut”, kata Ana pada wawancara, Minggu (26/2/2023).

Tersebar dan merambatnya penyakit ini dapat terjadi karena kurang pedulinya masyarakat terhadap Kesehatan, dengan menggunakan alat makan berbarengan, tidak mencuci tangan dengan baik dan tidak menjalankan progam kesehatan dengan bagaimana seharusnya dijalankan dan dilaksakan. Bukan berarti karena pandemi covid telah usai kesadaran kita terhadap kesehatan berkurang. Hal ini juga bisa dilihat pada saat pandemi covid berlangsung. Masyarakat yang sakit juga takut untuk pergi ke dokter karena mereka beranggapan semua yang sakit nantinya akan dijustifikasi kalau mereka telah terkena covid. Karena itu mereka lebih memilih untuk mengurung diri di dalam rumah dan menunggu sakit tersebut reda dengan sendirinya walaupun sebenernya penyakit tersebut sudah harus ditangani oleh dokter.

Menurut Ana langkah yang bisa dilakukan dan efektif untuk meningkatkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan kepeduan mereka terhadap lingkungan yaitu dengan cara penyuluhan yang dilakukan kepada masyarakat sekitar Tajur Halang dan pendekatan secara persuasif.

Penulis : Nadira Said Assa’di

Kegitan Gambar1
Baca Juga

Tim Fakultas Vokasi UM Dampingi Penataan Desain Interior untuk Memperkuat Identitas Institusi

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/paraji-yang-masih-menjadi-kepercayaan-warga-tajur-halang/46785/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 16.02 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

Dosen UMI Edukasi Ibu Hamil tentang Sleep Hygiene dan Mindfulness untuk Cegah Risiko Hipertensi Kehamilan

Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

80 Mahasiswa UNTAG Surabaya dan UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pelatihan Migas di Cepu

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

Pilihan Editor

  1. 1 Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian
  2. 2

    82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

  3. 3

    Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

  4. 4

    Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

  5. 5

    FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.