Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Menyelami Lika-liku Perjalanan Menuju Surga yang Tersembunyi, Pantai Widodaren Yogyakarta

Menyelami Lika-liku Perjalanan Menuju Surga yang Tersembunyi, Pantai Widodaren Yogyakarta

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Maret 2024, 17.28 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pantai Widodaren Yogyakarta

Oleh: Indah Ratna Dewi (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University)

JurnalPost.com - Pantai Widodaren, sebuah surga tersembunyi di Gunung Kidul, Yogyakarta yang dikenal akan keindahan alamnya yang memukau. Pantai Widodaren memiliki pesona tebing-tebing yang tinggi, banyak rerumputan, dan terumbu karang yang tajam. Memang terdengar sedikit mengerikan, tapi itu semua akan terbayar jika melihat pemandangan dari atas tebing yang begitu menajkjubkan. Terlebih jika cuaca sedang cerah, langit sedang cantik dan ditambah dengan eloknya laut yang bersatu padu membuat lukisan sang pencipta semakin indah tiada tandingnya. Sayangnya, untuk menyaksikan keindahan Pantai Widodaren bukan perjalanan yang mudah.

IKLAN

Aku menjelajahi keindahan alam ini ditemani dengan kawan-kawanku dikala kami menyambut libur akhir tahun. Namun, perjalanan kami menuju pantai ini penuh dengan lika-liku yang mengejutkan. Berangkat dari Jakarta, kota kelahiran kami yang terkenal dengan kemacetan dan kepadatan penduduknya tidak membuat kami patah semangat untuk menjemput keindahan Pantai Widodaren. Kami memulai perjalanan di siang yang cerah dengan bermodal meminjam mobil milik orang tua salah satu dari kami. Salah satu temanku adalah seorang pengemudi berpengalaman, memimpin perjalanan dengan hati-hati. Namun, tidak lama setelah kami meninggalkan Jakarta, kami mendapati jalan raya dipenuhi dengan kemacetan panjang. Sebuah kecelakaan lalu lintas besar telah terjadi 500 meter tepat di depan mobil yang kami tumpangi.

Panorama Danau Gegas dan bendungan di Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Baca Juga

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Meskipun terganggu, kami memutuskan untuk tetap tenang dan mencari jalur alternatif. Kami melewati pemukiman yang padat penduduk udan gang-gang terpencil demi mempersingkat waktu perjalanan. Meskipun awalnya kecewa karena tertahan dalam kemacetan, kami mulai menemukan kegembiraan dalam menjelajahi jalan-jalan kecil yang jarang kami lewati dan hanya mengandalkan teknologi Google Maps. Tetapi, perjalanan kami belum selesai, cuaca berubah menjadi mendung. Angin kencang mulai bertiup, dan hujan lebat mulai turun dengan derasnya. Kami memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah warung di pinggir jalan untuk memberi keluarganya istirahat dan menunggu hujan reda. Akhirnya, hujan mulai mereda dan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan harapan cuaca akan kembali cerah agar kami bisa menikmati sunset di Pantai Widodaren. Karena memang jarak dari warung tempat kami meneduh dan Pantai Widodaren sudah dekat.

IKLAN

Namun, baru selangkah kami memula pejalanan, mobil mereka kami terjebak di dalam lumpur yang dalam. Beberapa orang warga lokal yang baik hati datang untuk membantu kami. Dengan bersama-sama dan berkat semangat gotong royong, kami dan warga lokal berhasil menarik mobil keluar dari lumpur. Bersyukur tidak ada bagian mobil yang rusak.

Setelah melewati semua rintangan itu, akhirnya kami tiba di Pantai Widodaren di sore hari yang cerah bertepatan dengan matahari sedang tenggelam diufuk barat. Meskipun lelah dan menguras kesabaran, keindahan pantai yang terbentang di hadapan kami membuat semua kesulitan perjalanan terasa seperti hal yang kecil. Kami mulai memanjat tebing yang tidak terlalu tinggi untuk melihat pemandangan dari atas tebing. Hal yang tak pernah bisa dibayangkan, ternyata seindah ini ciptaan Tuhan. Perpaduan langit sunset, birunya laut, suara ombak, suara burung berkicau seolah memeluk kami yang kelelahan menghadapi perjalanan yang berlika-liku.

“Sangat worth it hanya dengan membayar Rp 5.000 sudah bisa melihat pemandangan seindah ini, minusnya kurang bersih aja pantai nya. Sayang sekali kalau sampahnya makin banyak.” Ujar salah satu pengunjung Pantai Widodaren.

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Hari menunjukkan sudah malam, langit mulai menggelap, kami menyiapkan tenda di bawah bintang-bintang, dan dengan api unggun yang hangat, kami berkumpul sambil menikmati makan malam yang sederhana. Di akhir hari yang penuh petualangan ini, kami menyadari bahwa perjalanan menuju Pantai Widodaren bukanlah sekadar tentang mencapai tujuan akhir, tetapi tentang petualangan yang kami alami bersama di sepanjang jalan. Meskipun penuh dengan liku-liku tak terduga, perjalanan ini membawa mereka lebih dekat satu sama lain dan memberi kami kenangan yang takkan pernah mereka lupakan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menyelami-lika-liku-perjalanan-menuju-surga-yang-tersembunyi-pantai-widodaren-yogyakarta/65670/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 15.50 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Pilihan Editor

  1. 1 Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan
  2. 2

    82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

  3. 3

    Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

  4. 4

    Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

  5. 5

    Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.