Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Meningkatkan Pendapatan Nasional Pasca Pandemi

Meningkatkan Pendapatan Nasional Pasca Pandemi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
30 Desember 2022, 11.21 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Ekonomi Digital

Oleh: Yheva Venora Oktavianti, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang

JurnalPost.com - Seperti sudah yang kita ketahui, Indonesia telah dilanda wabah virus Covid-19. Tahun 2020 merupakan puncak tertinggi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia telah menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi negara Indonesia, salah satunya dalam segi perekonomian. Perekonomian yang memburuk akibat pandemi Covid-19 juga ikut menurunkan pendapatan nasional negara Indonesia. Akibatnya, Indonesia masuk ke dalam kategori menengah ke bawah dalam hal pendapatan negara. Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di sebuah negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode. Biasanya, satu periode dalam pendapatan nasional adalah satu tahun.

IKLAN

Pendapatan nasional memiliki beberapa manfaat, diantaranya:

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

1. Mendapat informasi tentang tingkat kemakmuran masyarakat, misalnya untuk mengetahui kualitas hidup masyarakat, hingga standar hidup pada lingkungan masyarakat tersebut yang dapat memengaruhi tingkat ekonomi negara tersebut.

2. Membandingkan kinerja ekonomi dalam berbagai sektor hingga daerah, yaitu untuk mengetahui dengan jelas sektor ekonomi yang lebih maju, begitu pula sebaliknya.

3. Membantu pemerintah mengukur perubahan dan melakukan evaluasi yang terjadi, dimana evaluasi yang pemerintah lakukan menyangkut tentang kebijakan ekonomi yang selama ini telah diterapkan. Selain itu, manfaat ini juga akan membantu pemerintah untuk melihat perubahan apa yang terjadi dalam negaranya, terutama pada sektor ekonomi. Itulah sebabnya pemerintah dapat melihat perubahan ekonomi pada negaranya dengan mudah.

IKLAN

Setelah mengalami penurunan ekonomi pada tahun 2020, BPJS mencatat ekonomi Indonesia pada tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,69 persen. Ya, Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi. Lalu apa faktor pendorong peningkatan ekonomi di Indonesia pada tahun 2021? Peningkatan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 ini diantaranya didorong oleh peningkatan kinerja ekspor dimana pada tahun 2021, ekspor mengalami pemulihan yang kencang akibat permintaan barang-barang ekspor Indonesia tinggi tahun lalu. Selanjutnya peningkatan ekonomi didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah. Perbaikan ekonomi ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil bangkit setelah mengalami tekanan selama beberapa triwulan terakhir akibat Covid-19

bayar
Baca Juga

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Selain itu, faktor pendorong peningkatan pendapatan nasional di Indonesia tahun 2021, diantaranya industri pengolahan dimana akan dapat memperluas lapangan pekerjaan dan memberikan kesempatan kerja. Selanjutnya, faktor pendorong peningkatan pendapatan nasional di Indonesia tahun 2021, yaitu konsumsi. Konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga keluarga, perusahaan, dan negara akan menyebabkan terjadinya proses produksi dan distribusi yang akan memberikan pemasukan yang besar untuk pendapatan suatu negara. Dan faktor pendorong yang terakhir yaitu investasi. Investasi memiliki hubungan positif dengan pendapatan nasional, dimana saat investasi naik, maka pendapatan nasional akan naik, begitu pula sebaliknya, saat investasi turun maka pendapatan nasional akan ikut turun. Ketika pengusaha atau individu atau pemerintah melakukan investasi, maka akan ada sejumlah modal yang akan ditanam, ada sejumlah pembelian barang modal (yang tidak dikonsumsi), tetapi digunakan untuk produksi, sehingga dapat memacu produktivitas untuk menghasilkan barang dan jasa.

Perhitungan pendapatan nasional dilakukan dengan 3 cara, diantaranya:

1. Pendekatan Pengeluaran Cara ini cukup mudah karena hanya perlu menjumlahkan seluruh pengeluaran dari berbagai sektor ekonomi seperti rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri suatu negara selama satu tahun. Pengeluaran yang dimaksudkan dalam pendekatan pengeluaran bisa mencakup konsumsi, investasi, pemerintah, ekspor, dan impor.

2. Pendekatan Produksi Pendekatan ini dapat dipahami sebagai kegiatan untuk menciptakan suatu barang atau jasa yang memiliki nilai tambah. Cara menghitungnya dapat dilakukan dengan menjumlahkan nilai tambah dari seluruh sektor produksi selama satu tahun.

Olahan Mangga
Baca Juga

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

3. Pendekatan Pendapatan Pada metode pendekatan ini, pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh seluruh pemilik faktor produksi selama satu tahun. Faktor produksi yang dimaksudkan meliputi tenaga kerja, modal, tanah, keterampilan, keahlian, atau kewirausahaan. Adapun pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi tersebut berbeda satu sama lain. Pendapatan tenaga kerja berupa upah, pemilik modal berupa bunga, pemilik tanah berupa sewa, dan keterampilan/keahlian berupa laba.

Dapat kita lihat bersama-sama, bahwa peningkatan ekonomi di Indonesia tahun 2021 tidak terlepas dari peran seluruh penduduknya, mulai dari masyarakat hingga pemerintah. Dan kita bisa melihat bahwa pemerintah terus berupaya agar ekonomi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun dengan terus menyusun dan menetapkan kebijakan-kebjakan yang ada secara baik dan sesuai.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/meningkatkan-pendapatan-nasional-pasca-pandemi/41592/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.20 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS

Bergantung Pasokan Luar Daerah, Harga Pangan di Pasar Ciputat Mudah Bergejolak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Pilihan Editor

  1. 1 Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa
  2. 2

    Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

  3. 3

    Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  4. 4

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.