Oleh: Yheva Venora Oktavianti, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang
JurnalPost.com - Seperti sudah yang kita ketahui, Indonesia telah dilanda wabah virus Covid-19. Tahun 2020 merupakan puncak tertinggi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia telah menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi negara Indonesia, salah satunya dalam segi perekonomian. Perekonomian yang memburuk akibat pandemi Covid-19 juga ikut menurunkan pendapatan nasional negara Indonesia. Akibatnya, Indonesia masuk ke dalam kategori menengah ke bawah dalam hal pendapatan negara. Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di sebuah negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode. Biasanya, satu periode dalam pendapatan nasional adalah satu tahun.
Pendapatan nasional memiliki beberapa manfaat, diantaranya:
1. Mendapat informasi tentang tingkat kemakmuran masyarakat, misalnya untuk mengetahui kualitas hidup masyarakat, hingga standar hidup pada lingkungan masyarakat tersebut yang dapat memengaruhi tingkat ekonomi negara tersebut.
2. Membandingkan kinerja ekonomi dalam berbagai sektor hingga daerah, yaitu untuk mengetahui dengan jelas sektor ekonomi yang lebih maju, begitu pula sebaliknya.
3. Membantu pemerintah mengukur perubahan dan melakukan evaluasi yang terjadi, dimana evaluasi yang pemerintah lakukan menyangkut tentang kebijakan ekonomi yang selama ini telah diterapkan. Selain itu, manfaat ini juga akan membantu pemerintah untuk melihat perubahan apa yang terjadi dalam negaranya, terutama pada sektor ekonomi. Itulah sebabnya pemerintah dapat melihat perubahan ekonomi pada negaranya dengan mudah.
Setelah mengalami penurunan ekonomi pada tahun 2020, BPJS mencatat ekonomi Indonesia pada tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,69 persen. Ya, Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi. Lalu apa faktor pendorong peningkatan ekonomi di Indonesia pada tahun 2021? Peningkatan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 ini diantaranya didorong oleh peningkatan kinerja ekspor dimana pada tahun 2021, ekspor mengalami pemulihan yang kencang akibat permintaan barang-barang ekspor Indonesia tinggi tahun lalu. Selanjutnya peningkatan ekonomi didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah. Perbaikan ekonomi ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil bangkit setelah mengalami tekanan selama beberapa triwulan terakhir akibat Covid-19
Selain itu, faktor pendorong peningkatan pendapatan nasional di Indonesia tahun 2021, diantaranya industri pengolahan dimana akan dapat memperluas lapangan pekerjaan dan memberikan kesempatan kerja. Selanjutnya, faktor pendorong peningkatan pendapatan nasional di Indonesia tahun 2021, yaitu konsumsi. Konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga keluarga, perusahaan, dan negara akan menyebabkan terjadinya proses produksi dan distribusi yang akan memberikan pemasukan yang besar untuk pendapatan suatu negara. Dan faktor pendorong yang terakhir yaitu investasi. Investasi memiliki hubungan positif dengan pendapatan nasional, dimana saat investasi naik, maka pendapatan nasional akan naik, begitu pula sebaliknya, saat investasi turun maka pendapatan nasional akan ikut turun. Ketika pengusaha atau individu atau pemerintah melakukan investasi, maka akan ada sejumlah modal yang akan ditanam, ada sejumlah pembelian barang modal (yang tidak dikonsumsi), tetapi digunakan untuk produksi, sehingga dapat memacu produktivitas untuk menghasilkan barang dan jasa.
Perhitungan pendapatan nasional dilakukan dengan 3 cara, diantaranya:
1. Pendekatan Pengeluaran Cara ini cukup mudah karena hanya perlu menjumlahkan seluruh pengeluaran dari berbagai sektor ekonomi seperti rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri suatu negara selama satu tahun. Pengeluaran yang dimaksudkan dalam pendekatan pengeluaran bisa mencakup konsumsi, investasi, pemerintah, ekspor, dan impor.
2. Pendekatan Produksi Pendekatan ini dapat dipahami sebagai kegiatan untuk menciptakan suatu barang atau jasa yang memiliki nilai tambah. Cara menghitungnya dapat dilakukan dengan menjumlahkan nilai tambah dari seluruh sektor produksi selama satu tahun.
3. Pendekatan Pendapatan Pada metode pendekatan ini, pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh seluruh pemilik faktor produksi selama satu tahun. Faktor produksi yang dimaksudkan meliputi tenaga kerja, modal, tanah, keterampilan, keahlian, atau kewirausahaan. Adapun pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi tersebut berbeda satu sama lain. Pendapatan tenaga kerja berupa upah, pemilik modal berupa bunga, pemilik tanah berupa sewa, dan keterampilan/keahlian berupa laba.
Dapat kita lihat bersama-sama, bahwa peningkatan ekonomi di Indonesia tahun 2021 tidak terlepas dari peran seluruh penduduknya, mulai dari masyarakat hingga pemerintah. Dan kita bisa melihat bahwa pemerintah terus berupaya agar ekonomi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun dengan terus menyusun dan menetapkan kebijakan-kebjakan yang ada secara baik dan sesuai.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda