Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Bergantung Pasokan Luar Daerah, Harga Pangan di Pasar Ciputat Mudah Bergejolak

Bergantung Pasokan Luar Daerah, Harga Pangan di Pasar Ciputat Mudah Bergejolak

Penulis:
  • Denis Ramadani, Muhammad Arlansyah, Muhammad Asad Alghifari, Muhammad Fatih Shauky, Muhammad Hamzah Dilangga, Muhammad Rafif Fasyah, Muhammad Rasya Adratama, Raihan Nur Bahar, Zaky Annauval Nurja.

Dosen Pengampu: Dr. Rahmah Farahdita Soeyatno, SP, M. Si

Afiliasi: Program Studi Perbankan Syariah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Editor: Gilang Pamungkas
16 Oktober 2026, 19.10 WITA
Pilih Simpan sebagai PDF pada dialog cetak.
Harga Pangan

Harga ayam, telur, beras, minyak goreng, hingga buah premium di pasar tradisional Tangerang Selatan dipengaruhi pasokan dari luar daerah. Kondisi cuaca, distribusi, biaya pengadaan, dan daya beli masyarakat menjadi faktor yang menentukan pergerakan harga di tingkat pedagang.

Tangerang Selatan, JurnalPost.com — Harga kebutuhan pangan di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, dapat berubah dalam hitungan hari. Perubahan tersebut tidak selalu disebabkan oleh kondisi pasar setempat, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor dari daerah pemasok, mulai dari cuaca ekstrem, keterlambatan distribusi, hingga kenaikan harga di tingkat distributor.

IKLAN

Hasil observasi lapangan dan kajian penawaran terhadap lima komoditas pangan menunjukkan bahwa pasar tradisional di Tangerang Selatan masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan dari luar daerah.

Kelima komoditas yang menjadi objek pengamatan meliputi ayam broiler, telur ayam ras, beras, minyak goreng, dan buah premium.

Berdasarkan laporan observasi Kelompok 5 (2026), perubahan harga pada komoditas tersebut berkaitan erat dengan ketersediaan pasokan, biaya distribusi, tingkat persaingan antarpedagang, serta kemampuan daya beli masyarakat.

Harga Ayam Broiler Berfluktuasi, Pedagang Menyesuaikan Stok

Ayam broiler menjadi salah satu komoditas pangan yang mengalami perubahan harga cukup signifikan.

Pasokan ayam untuk wilayah Tangerang Selatan sebagian besar berasal dari Pandeglang, Serang, hingga Jakarta. Ketergantungan tersebut membuat harga ayam di pasar tradisional rentan terhadap gangguan cuaca dan distribusi.

Pada akhir Februari 2026, harga rata-rata ayam broiler di enam pasar utama Tangerang Selatan berada pada kisaran Rp38.800 hingga Rp42.000 per kilogram.

Sementara itu, di Pasar Ciputat, harga ayam meningkat dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram pada awal Maret 2026. Sebelumnya, pada awal Januari, harga ayam sempat turun dari Rp58.000 menjadi Rp45.000 per kilogram (Kelompok 5, 2026).

Dari sisi pedagang, biaya pengadaan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan harga jual.

Dua pedagang ayam yang diwawancarai, Madiyem (53) dan Wiwit (48), menjelaskan bahwa kenaikan harga dari pemasok memengaruhi harga penjualan sekaligus jumlah stok yang disediakan.

Untuk mendukung kegiatan usaha, pedagang memanfaatkan mesin pencabut bulu, freezer, dan es guna mempercepat proses pengolahan serta menjaga ketersediaan dan kualitas ayam.

Perubahan harga juga berkaitan dengan perilaku konsumen. Penelitian Anggraeni dkk. (2025) terhadap rumah tangga di Kecamatan Tembalang, Semarang, menunjukkan bahwa permintaan ayam broiler secara bersama-sama dipengaruhi harga ayam broiler, harga ayam kampung, harga telur, harga beras, jumlah anggota keluarga, pendapatan, dan selera konsumen.

Harga Pangan Pasar

Penelitian lain oleh Pratiwi dkk. (2025) mencatat elastisitas transmisi harga ayam broiler sebesar 0,812. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga antartingkat pemasaran tidak sepenuhnya berlangsung secara proporsional, sehingga efisiensi sistem pemasaran masih menjadi perhatian.

Telur dan Beras Bergantung pada Pasokan Daerah Penghasil

Ketergantungan terhadap wilayah pemasok juga terjadi pada komoditas telur ayam ras.

Pasokan telur yang dijual di pasar tradisional Tangerang Selatan umumnya berasal dari daerah penghasil di Pulau Jawa dan Lampung.

Pada Maret 2026, harga telur ayam ras di Pasar Ciputat tercatat mencapai Rp33.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga acuan pemerintah sebesar Rp30.000 per kilogram.

Menjelang Iduladha, harga telur di Pasar Serpong juga mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 dalam dua hari, dari kisaran Rp26.000–Rp27.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.

Menurut kajian Kelompok 5 (2026), kenaikan tersebut berkaitan dengan berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.

Dalam kegiatan penjualan, pedagang telur menggunakan timbangan digital untuk memastikan berat barang serta lampu pemeriksaan untuk mengetahui kondisi telur sebelum dipasarkan.

Sementara itu, persoalan pada komoditas beras memiliki karakteristik berbeda.

Keterbatasan lahan persawahan di Tangerang Selatan menyebabkan kebutuhan beras masyarakat sangat bergantung pada pengiriman dari daerah lain.

Pada September 2026, harga beras premium di Pasar Ciputat tercatat Rp72.500 per kemasan lima kilogram. Adapun beras medium dijual Rp67.500 dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar Rp62.500 untuk ukuran yang sama.

Kajian Kelompok 5 (2026) juga mencatat adanya tekanan biaya produksi pada beras premium. Biaya produksi diperkirakan mencapai Rp16.000–Rp16.500 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi yang dijadikan pembanding dalam kajian tersebut berada di sekitar Rp14.900 per kilogram.

kajian Kelompok 5

Perbedaan antara biaya produksi dan harga jual tersebut dinilai dapat memengaruhi keputusan penggilingan dalam menentukan jenis produk yang dipasarkan, termasuk beralih ke beras fortifikasi.

Di tingkat pedagang, persaingan usaha turut memengaruhi pendapatan.

Yaya (48), salah seorang pedagang beras yang diwawancarai, menyampaikan bahwa pendapatannya tidak menentu. Ia juga harus bersaing dengan sekitar enam toko beras lain di sekitar lokasi usahanya.

Selain persaingan, kondisi cuaca turut memengaruhi jumlah pelanggan. Ketika hujan turun, aktivitas pembelian di pasar cenderung berkurang.

Minyak Goreng Menghadapi Persoalan Rantai Distribusi

Komoditas minyak goreng menghadapi tantangan yang berkaitan erat dengan panjangnya rantai distribusi.

Pada 6 Maret 2026, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan pemantauan harga di Pasar Ciputat.

Berdasarkan laporan Antara (2026), harga minyak goreng rakyat merek MinyaKita pada sebagian pedagang terpantau sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Pemerintah juga menyatakan akan menertibkan penjualan MinyaKita yang melebihi ketentuan HET.

Namun, kondisi berbeda ditemukan di sejumlah pasar lainnya.

Kajian Kelompok 5 (2026) mencatat harga MinyaKita di Pasar Serpong sempat mencapai Rp22.000 per liter, disertai laporan kekosongan stok selama lebih dari empat bulan.

Harga minyak goreng kemasan satu karton berisi 12 liter disebut meningkat dari sekitar Rp174.000 di distributor resmi menjadi Rp245.000–Rp248.000 setelah melalui distributor perantara.

IKLAN

Persoalan serupa juga dilaporkan terjadi di Kota Serang. Harga MinyaKita di sejumlah pasar disebut mencapai Rp20.000–Rp22.000 per liter.

Meski demikian, Bulog Serang menyatakan bahwa harga minyak goreng yang disalurkan melalui jalur distribusi resmi tetap mengikuti ketentuan pemerintah (RRI, 2026).

Di Pasar Ciputat, dua pedagang yang diwawancarai mengaku memperoleh minyak goreng dari distributor dengan harga masing-masing Rp18.000 dan Rp18.500 per liter.

Dengan keberadaan sekitar delapan pedagang minyak goreng di sekitar lokasi, persaingan harga dan pengelolaan stok menjadi bagian penting dalam mempertahankan usaha.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kelancaran distribusi dan harga di tingkat pemasok sangat menentukan kemampuan pedagang menjual minyak goreng kepada konsumen.

Buah Premium Bersaing dengan Ritel Modern

Berbeda dengan komoditas pangan pokok, penawaran buah premium menghadapi tantangan yang lebih berkaitan dengan kualitas produk, penyimpanan, dan persaingan pasar.

Kajian Kelompok 5 (2026) yang merujuk data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa produksi buah nasional masih didominasi komoditas massal dengan harga relatif terjangkau.

Di sisi lain, konsumsi buah dan sayur masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan.

Persaingan semakin terasa dengan kehadiran gerai buah modern di kawasan Serpong dan Alam Sutera.

Ritel modern umumnya menawarkan kemasan yang lebih menarik, layanan pesan antar, serta standar kualitas produk yang lebih terjaga.

Sementara itu, sebagian pedagang pasar tradisional masih menghadapi keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin dan penerapan standar pengelompokan mutu atau grading.

Untuk mempertahankan kualitas produk, pedagang buah di Pasar Ciputat memanfaatkan freezer serta pembungkus khusus atau paper wrap.

Penggunaan fasilitas tersebut bertujuan menjaga kesegaran buah sekaligus meningkatkan nilai jualnya.

Berdasarkan hasil wawancara, Fitri (45), salah seorang pedagang buah, menyebut pendapatan usahanya berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta per hari. Sementara itu, Nini (52) melaporkan pendapatan sekitar Rp1 juta per hari.

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya variasi skala usaha dan hasil penjualan antarpedagang buah di pasar tradisional.

Intervensi Pemerintah dan Tantangan Jangka Panjang

Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan sejumlah langkah, antara lain pemantauan harga, operasi pasar, dan penyelenggaraan bazar pangan murah.

Program PAGAR Tangsel yang dilaksanakan pada Februari 2026 disebut membantu menahan kenaikan harga eceran di pasar.

Meski demikian, intervensi tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan struktural berupa ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Dalam distribusi minyak goreng, pemerintah daerah juga mendorong pedagang melakukan pemesanan langsung melalui Bulog dengan memanfaatkan aplikasi.

Hingga akhir Mei 2026, sekitar 40 toko dilaporkan telah terhubung dengan mekanisme pemesanan tersebut (Kelompok 5, 2026).

Di tingkat pasar, pedagang menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankan usahanya. Langkah yang dilakukan mencakup penyesuaian margin keuntungan berdasarkan biaya pengadaan, pengaturan volume stok, hingga penerimaan pesanan melalui telepon seluler dan WhatsApp.

Kajian Kelompok 5 (2026) menilai bahwa upaya stabilisasi harga dalam jangka menengah perlu diarahkan pada penguatan rantai pasok regional, peningkatan standar mutu, pengembangan fasilitas penyimpanan dingin, serta keterbukaan data produksi dan distribusi.

Langkah tersebut dinilai penting agar pasar tradisional tidak hanya bergantung pada kebijakan penanganan harga yang bersifat sementara.

Selama ketergantungan terhadap pasokan luar daerah masih tinggi, perubahan kondisi produksi, cuaca, dan distribusi akan terus memengaruhi harga pangan di Pasar Ciputat.

Pada akhirnya, pedagang dan konsumen menjadi pihak yang paling langsung merasakan dampaknya, baik melalui peningkatan biaya usaha maupun perubahan harga kebutuhan pokok sehari-hari.

Daftar Pustaka

Anggraeni, A., Setiadi, A., & Herista, M. I. S. (2025). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan daging ayam broiler pada rumah tangga di Kecamatan Tembalang. Mimbar Agribisnis.

https://jurnal.unigal.ac.id/mimbaragribisnis/article/view/23530

Antara. (2026, 6 Maret). Wamendag: Pemerintah akan tertibkan penjualan MinyaKita di atas HET. Antaranews Jogja.

https://jogja.antaranews.com/berita/810975/wamendag-pastikan-penjualan-minyakita-di-atas-het-ditindak

Kelompok 5. (2026). Analisis permintaan dan penawaran komoditas pangan: Telur, beras, buah, minyak goreng, dan ayam broiler di Pasar Sayur Ciputat. Laporan observasi ekonomi mikro, tidak dipublikasikan.

Kelompok 5. (2026). Isu strategis penawaran: Pasar tradisional Ciputat, Tangerang Selatan. Dokumen tugas kuliah, tidak dipublikasikan.

Pratiwi, D., Andarwangi, T., Tantriadisti, S., & Ulfah, M. (2025). Integrasi pasar dan elastisitas transmisi harga daging ayam ras (broiler) di pasar tradisional Indonesia. Mimbar Agribisnis, 11(2), 1739–1745.

https://jurnal.unigal.ac.id/mimbaragribisnis/article/view/17594

RRI. (2026, 10 Juni). Bulog Serang pastikan harga MinyaKita tak ada kenaikan. RRI.co.id.

https://rri.co.id/banten/regional/2481042/bulog-serang-pastikan-harga-minyakita-tak-ada-kenaikan

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bergantung-pasokan-luar-daerah-harga-pangan-di-pasar-ciputat-mudah-bergejolak/98223/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 03.03 WITA

  • #Pasar Tradisional
  • #Sembako
  • #harga pangan
  • #inflasi daerah
  • #pasar ciputat
  • #rantai pasok
  • #tangerang selatan

Artikel Terkait

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.
IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.