JurnalPost.com - Pandemi covid-19 membawa banyak perubahan, terutama di bidang pendidikan. Dikarenakan pandemic ini membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung dari rumah. Hal ini tentunya tidak mudah, kendala atau permasalahan anak belajar dari rumah atau online memberi dampak, yaitu anak-anak mengalami kesulitan mulai dari kesulitan penggunaan aplikasi, kesulitan memahami materi, kurangnya sosial, dan turunnya produktivitas dan kurangnya berkreativitas.
Terkhususkan kepada penurunan produktivitas dan kreativitas membuat anak-anak menjadi lebih cepat bosan dan cendurung hanya berdiam diri dikarenakan mereka tidak tahu harus melakukan apa. Hal ini dapat diatasi dengan cara mengenalkan dan mengarahkan mereka pada minat dan bakatnya. Awalnya dengan mengajak mereka untuk fokus dengan hal yang mereka suka, mengenalkan hal-hal baru yang bermanfaat, dan mengarahkan mereka untuk mengembangkannya.
Menurut Shaleh Abdul Rahman dalam bukunya psikologi suatu pengantar dalam perspektif islam, menjelaskan bahwa minat adalah suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan atau gembira.
Untuk bakat sendiri menurut Bigham (1968), bakat sebagai kondisi atau kemampuan yang dimiliki seseorang yang memungkinkan dengan suatu latihan khusus dapat memperoleh suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus.
Pada kesempatan kali ini, Dhea Novalia Hutapea dengan Nim 190902107 merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Dhea sekarang sedang berada di semester 6 yang mewajibkan untuk melaksanan PKL I, yang dilakukan di Panti Asuhan Kasih Setia Sumut Indonesia. Panti asuhan sendiri berlokasi di Jl. Pendidikan No. 77, Tegal Rejo, Kec. Medan Perjuangan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Anak-anak dalam panti berjumlah lebih dari 30 anak, dimulai dari anak berusia 2 tahun sampai dengan anak berusia 19 tahun. Kegiatan PKL ini dibimbing oleh Supervisor Sekolah yaitu Ibu Dra. Berlianti M.SP dan dosen pengampu yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos. Kegiatan PKL ini dilakukan kurang lebih tiga bulan, mulai dari bulan Maret sampai dengan Juni 2022.
Dalam pelaksanaan PKL I ini dibuat kedalam satu kelompok beranggotakan tiga orang. Pada awal kegiatan ini dilakukan Dhea dan dua temannya melakukan pendekatan kepada anak panti, seperti berkenalan satu dengan yang lain.
Kami meminta mereka untuk memperkenalkan namanya masing-masing dan begitupun kami sebaliknya. Adapun kegiatan yang kami lakukan disana untuk mereka tidak jauh-jauh dari bermain dan belajar. Selanjutnya yaitu penempelan poster, dimana Dhea menempelkan poster mengenai “Janji Pulang Sekolah”. Isi dari poster ini dimaksudkan kepada anak-anak panti untuk hidup disiplin dan menjaga kebersihan diri juga lingkungannya. Kita tahu bahwa dua tahun belakangan ini telah terjadi pandemic virus corona, walaupun sekarang kasus virus ini telah menurun tetapi kita tetap harus menjaga kebersihan. Maka dari itu terdapat dalam poster yang mengajak bahwa selepas pulang sekolah untuk mencuci kaki dan tangan juga mengganti baju.
Maka sampailah pada salah satu tugas dilaksanakannya PKL I ini, yaitu berupa mini project. Mini project ini melibatkan salah satu anak panti. Yaitu klien berinisial SK yang berusia 10 tahun. SK adalah anak dengan pribadi yang ceria tetapi tidak terlalu aktif dalam kesehariannya.
Beberapa kali mendapati SK duduk diam dan menyendiri saat diajak bermain tetapi dilain kesempatan juga bersemangat dengan kegiatan lainnya. Tentu hal ini menarik perhatian untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terhadap SK. Dengan menggunakan tahapan Case Work (Skidmore dalam Adi, 2013) untuk membantu permasalahan klien, sebagai berikut:
1. Tahap ‘Penelitian’ (Study Phase). Dimana pada tahapan ini terjadi proses penjalinan relasi antara klien dengan caseworker. Pada awalnya Dhea melihat bagaimana klien kesehariannya dan berlanjut dengan pendekatan terhadap klien sehingga pada tahapan selanjutnya dapat berjalan dengan baik.
2. Tahap Pengkajian (Assessment Phase). Pada tahapan bertujuan untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi permasalahan klien. Maka untuk mengetahuinya Dhea lebih sering mengajak klien berbicara dan diketahui permasalahan klien yaitu kurang bersemangat dalam menjalani harinya atau kurangnya minat melakukan sesuatu. Kurangnya minat dan semangat dalam menjalani harinya membuat SK hanya melakukan aktivitas yang sama atau dapat diartikan dalam kesehariannya hanya melakukan tugas dan kewajiban yang itu-itu saja. Untuk bermain pun tidak terlalu sering untuk ikut.
3. Tahap Intervensi. Pada tahapan ini dilakukan perencanaan untuk pemecahan masalah dengan klien. Maka untuk membantu SK, saya mengarahkannya untuk mengetahui tentang minat dan bakatnya. Hal ini bukan tanpa sebab dilakukan, seperti yang telah dijelaskan diatas yaitu bagaimana SK yang duduk diam dan menyendiri saat diajak bermain tetapi dilain kesempatan juga bersemangat dengan kegiatan lainnya. Yang mengartikan bahwa di beberapa kesempatan SK memiliki minat dengan beberapa kegiatan yang menurutnya menarik.
SK suka menulis dan membaca dari kesukaannya ini saya mencoba mendorong SK untuk menekuninya dan menjadikannya kegiatan sehari-harinya. Tidak hanya menulis biasa tetapi juga memberikan hiasan terhadap tulisannya, saya memberikannya stiker untuk menghias. SK suka bernyanyi, hal ini merupakan sebuah potensi yang patut dikembangkan dan di beberapa kesempatan SK secara spontan bernyanyi. Hal ini menjadi sangat lengkap ketika saya juga mengenalkan SK dengan beberapa alat musik melalui gambar dan juga video.
4. Tahap Terminasi. Sampailah pada tahapan terakhir, yaitu tahapan dimana relasi antara praktikkan dan klien akan dihentikan. Dimana terlihat SK yang mulai tekun menjalani aktivitas barunya, sehingga ia memiliki hal baru untuk dilakukan dalam kegiatan sehari-harinya.
Setelah program PKL ini berakhir, maka dilakukanlah perpisahan dengan anak panti beserta pengurusnya. Maka dari itu, saya mengucapkan terimakasih kepada pihak panti akan ketersediaannya menerima saya beserta kedua temannya selama masa PKL I ini berlangsung. Tidak lupa juga saya mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dra. Berlianti M.SP sebagai Supervisor Sekolah dan dimonitor oleh dosen pengampu yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos. Tertanda, Dhea Novalia Hutapea (190902107), Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda