JurnalPost.com - Praktik Kerja Lapangan atau yang sering disebut PKL adalah bentuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan dengan bekerja secara langsung, secara sistematik dan terarah dengan supervisi yang kompeten. PKL dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional dan diharapkan akan menerapkan ilmu yang diperoleh, sekaligus dapat dipraktekkan oleh peserta PKL pada dunia kerja. PKL dapat dilakukan oleh siswa, mahasiswa dan tenaga kerja baru.Di tingkat mahasiswa, PKL diimplementasi secara sistematis dengan cara mensinkronisasikan antara program pendidikan di universitas dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja. Untuk mencapai tingkat keahlian tertentu itulah, dilaksanakannya PKL yang dalam bahasa kemahasiswaannya biasa disebut magang.
Pada kesempatakan kali ini PKL dilaksanakan oleh salah satu mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU),Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial bernama Marthin Juanto Parsaoran Nainggolan dengan NIM 190902093 bersama dua rekannya. Mahasiswa tersebut melakukan kegiatan PKL di Panti Asuhan SOLAYA atau disingkat PASO yang berletak di Jalan Menteng VII/Jln. Pasar 2 LK.V. Dengan Supervisor Sekolah yaitu Ibu Malida Putri, S.Sos, M.Kesos dan Dosen pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kessos.
Panti Asuhan Solaya ( PASO) memiliki anak asuh berjumlah 19 orang , yang memiliki ragam umur , dari umur yang paling kecil yaitu 2 tahun dan yang paling besar yaitu 17 tahun . Awal pertemuan tersebut melakukan kegiatan perkenalan terhadap pemilik panti dan anak anak di panti tersebut,dan setelah melakukan perkenalan mahasiswa tersebut berbincang bincang dengan pemilik panti mengenai panti asuhan dan anak anak di panti tersebut.
Dalam kegiatan PKL Tersebut , banyak hal yang dilaksanakan mahasiswa tersebut yakni bermain gitar , belajar menghitung, membaca, belajar bersama dan satu hal yang paling disenangi anak anak adalah bermain games. Hal tersebut dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa keakraban dan kenyamanan antara mahasiswa dengan anak anak di Panti Asuhan Solaya (PASO) dan didalam kegiatan , mahasiswa berjurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial juga melakukan penempelan Poster . Dalam kegiatan PKL berlangsung , terdapat satu anak yang mendatangi mahasiswa bernama Marthin, anak tersebut berinisial ‘R’, R mengatakan kepada Marthin bahwa dia mengalami kesulitan belajar saat daring , anak tersebut tidak memiliki semangat lagi untuk belajar karena belajar Daring membuatnya membosankan .
Dengan keluhan anak itu , Mahasiswa bernama Marthin melakukan perencanaan pemecahan masalah dengan Metode Case Work , metode yang dipelajarinnya dari dosennya. Metode Case Work tersebut terdiri dari Tahap Assesment, Tahap Perencanaan, Tahap Intervensi, Tahap Evaluasi, dan Tahap Terminasi.
Awal metode Marthin melakukan Tahap Perencanaan .Tahap ini merupakan proses penggalian atau penganalisaan masalah yang dialami client. Dalam proses Assesment ini Marthin menggunakan tools Social Life Road dimana tools ini bertujuan untuk menggali pengalaman yang disenangi dan tidak disenangi oleh anak berinisial R. Dan dari hasil Assesment didapat kesulitan menghitung dan kesulitan belajar Bahasa Inggris . Tahap Selanjutnya ,Tahap Perencanaan. Pada tahapan ini dituntun untuk membuat atau merumuskan metode metode yang akan dilaksanakan di tahapan Intervensi. Dan Perencanaan yang di buat Mahasiswa tersebut yakni mengerjakan bersama tugas dari guru atau mengerjakan tugas, belajar Bahasa inggris lewat youtube,belajar sambal bermain, mengerjakan soal b.inggris, pemberian motivasi, dan memberikan tugas kepada klien.
Dan kemudian tahap selanjutnya adalah Tahap Intervensi , Tahapan ini melaksanakan Perencanaan yang telah dibuat . Marthin pun melaksanakan rencana rencana yang telah dibuat nya, Mulai dari bahas bahas soal yang diberikan guru ,belajar lewat youtube hingga mengerjakan soal b.inggris ,berkat perencanaan tersebut anak berinisial R berkata mulai pandai berhitung , yang awalnya tidak bisa berhitung tambah tambah dengan 3 angka sekarang sudah mulai bisa, dan mengenai pelajaran baahasa inggris anak tersebut masih belum bisa disini Marthin memberikan motivasi kepada anak tersebut agar tidak menyerah dan selalu belajar, dan dengan semangat nya anak tersebut mengajak belajar b.inggris lagi. Setelah Lelah belajar , Marthin memberikan Soal soal berupa Penjumlahan , Pengurangan 4 angka , dan soal vocabulary Bahasa Inggris , dan apabila bisa dijawab akan diberikan Hadiah.
Dan setelah semua dilakukan ,Marthin melakukan Evaluasi kembali ke ‘R’, Dimana pada saat melakukan evaluasi inisial ‘R’ mengalamin perkembangan pesat , dia mengakui dia semakin giat belajar , tiap jam kosong dirumah dia belajar vocabulary , sesekali buka kamus Bahasa inggris untuk dibaca , dan belajar matematika juga mengenai penjumlahan dan pengurangan , Marthin senang mendengarnya dan mahasiswa tersebut Meminta soal yang diberikan kepada ‘R’ dan pada saat diperiksa anak tersebut dapat menjawab seluruh pertanyaan dan hanya dua soal saja yang salah , sungguh awal yang baik, dan Marthin pun memberikan hadiah kepada “R” karena dapat menjawab soal yang diberikan.
Karena anak mulai berkembang dan mengalami perubahan yang sangat baik, Marthin melakukan Terminasi. Terminasi merupakan pemutusan kontrak apabila klien sudah dirasa mengalamin perkembangan dan pembaikan . Pada saat Terminasi Mahasiswa tersebut memberikan Hadiah kepada anak tersebut.
Setelah dirasa semua selesai, Marthin dan bersama dua rekannya melakukan perpisahan ,pada saat perpisahan Mahasiswa tersebut memberikan sembako kepada pihak pemilik panti , sebelum pulang mahasiswa tersebut melakukan kegiatan berupa bermain dan makan bersama anak anak, dan saat hari sudah menunjukan malam hari para mahasiswa melakukan pamit kepada anak anak dan pemilik Panti Asuhan Solaya (PASO).

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda