24 C
Jakarta
Kamis, Mei 6, 2021

Hukuman Mati Bagi Koruptor, Bagaimana Tanggapan Mahasiswa Baru Universitas Sumatera Utara?

Dok: Datuk Haris-Detikcom

Penulis: Anggelita Putri Naibaho, Jeffry Edbert, Jeslyn Lie, Nichollin, Ryan Kenas, Tegar, Viktor Manurung

Korupsi di Indonesia sendiri sudah membudaya sejak dulu, sebelum dan sesudah kemerdekaan, di orde lama, orde baru, berlanjut hingga reformasi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas tindak korupsi, tetapi hasil yang didapat masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari ketidakefektifan penerapan hukum pidana penjara terhadap para pelaku korupsi yang tidak pernah merasa jera .

Pidana mati terhadap koruptor digadang-gadang dapat menimbulkan efek jera untuk mengurangi dengan melihat negara China sebagai role model yang dapat mengurangi tingkat korupsi dengan menetapkan hukuman pidana mati terhadap pelaku korupsi.

Undang-undang korupsi di Indonesia sendiri telah menetapkan ancaman pidana mati bagi pelaku korupsi, namun belum diimplementasikan. Bahkan sejak tahun 1999 secara legalitas ancaman pidana mati telah direkomendasikan oleh UUTPK, prakteknya sampai sekarang belum ada koruptor yang dijatuhi pidana mati.

Peran mahasiswa terhadap pemberantasan korupsi

Mahasiswa sendiri memiliki peran penting terhadap pemberantasan korupsi sebagai kontrol sosial, mahasiswa dapat melakukan peran preventif terhadap korupsi dengan membantu masyarakat dalam mewujudkan ketentuan dan peraturan yang adil dan berpihak pada rakyat banyak, sekaligus mengkritisi peraturan yang tidak adil dan tidak berpihak pada masyarakat.

Bagaimana Tanggapan mahasiswa baru Universitas Sumatera Utara ?

Dengan adanya polemik penerapan pidana mati terhadap koruptor, kami selaku mahasiswa USU ingin mengetahui bagaimana tanggapan mahasiswa baru USU angkatan 2020 terhadap kasus diatas dengan mengajukan beberapa pernyataan sebagai bentuk tanggapan terhadap kasus tersebut dengan jumlah sampel 53 orang yang diambil secara acak dan diperoleh :

1. Data rasio responden yang diperoleh terhadap pernyataan tidak mendukung Hukum pidana korupsi yang ada diperoleh bahwa 61% memilih opsi sangat setuju, 33% memilih opsi Setuju, 5% memilih opsi tidak setuju, dan 1% memilih opsi sangat tidak setuju.

Dok: Jurnal Survei Persepsi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Angkatan 2020 Tentang Penerapan Hukum Pidana Mati Bagi Pelaku Korupsi Di Indonesia

2. Data rasio respon terhadap pernyataan Mendukung Pidana Mati bagi Pelaku Korupsi diperoleh bahwa 42% memilih opsi sangat setuju, 37% memilih opsi Setuju, 15% memilih opsi tidak setuju, dan 6 % memilih opsi tidak setuju.

Dok: Jurnal Survei Persepsi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Angkatan 2020 Tentang Penerapan Hukum Pidana Mati Bagi Pelaku Korupsi Di Indonesia

Dengan memperhatikan sejumlah data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa mayoritas sampel dari mahasiswa baru USU menyatakan bahwa hukum pidana korupsi yang sudah ada dinilai tidak efektif untuk memberikan efek jera terhadap pelaku korupsi dan mendukung penerapan pidana mati dilakukan bagi pelaku korupsi sebagai solusi guna memberikan efek jera bagi para pelaku tindak korupsi.

Tag: #Hukum Pidana #Universitas Sumatera Utara #Pendapat #Mahasiswa

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.