JurnalPost.com - Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dirasa cukup membuat banyak pihak kewalahan, khususnya bagi para penjual bensin eceran.
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selain membuat para penjual bensin eceran kewalahan, hal tersebut pastinya akan berdampak pada beberapa aspek.
Harga minyak dunia saat ini sudah mencapai diatas angka 100 dolar AS per barel nya. Sontak terdengar hal tersebut dikarenakan adanya konflik yang melibatkan negara Rusia dan Ukraina. Tentunya, kenaikan minyak dunia memiliki pengaruh terhadap harga minyak mentah Indonesia. Salah satu jenis Bahan Bakar Minyak yang mengalami kenaikan harga secara signifikan dapat diprediksi adalah jenis Pertamax.
Kini, banyak penjual bensin eceran yang beralih hanya menjual Bahan Bakar Minyak jenis Pertamax saja karena terdapat beberapa SPBU yang tidak menerima pembelian Bahan Bakar Minyak Jenis Pertalite dalam jumlah yang banyak.
Namun, dengan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak jenis Petamax menjadikan para penjual bensin eceran kebingungan, yang akhirnya mau tidak mau mereka juga harus ikut menaikkan harga jualnya.
“Memang mau tidak mau ya harus ikut menaikkan harga ya, agar tidak rugi juga. Pusing juga, banyak pembeli yang menggerutu saat membeli Pertamax di toko saya karena adanya kenaikan harga ini”
Begitulah tanggapan ibu Sulik (45) , salah satu pemilik toko yang berada di Desa Kandat, Kediri yang dijumpai pada hari Minggu (01/05/2022).
“Ya kalau saat ini di toko saya harga Pertamax per botolnya saya jual di harga Rp. 14.000. Karena adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak ini jumlah pembeli yang membeli Bahan Bakar Minyak jenis Pertamax di sini mengalami penurunan.”
Ucap lanjutan dari ibu Sulik (45) yang mengalami penurunan omset di tokonya. “Saya sendiri tidak setuju jika harga dinaikkan seperti ini, tapi ya gimana lagi kan ini keputusan dari pemerintah ya, harus diikuti saja”
Sedikit keluh kesah ibu Sulik (45) akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Mungkin masyarakat lebih memilih membeli Bahan Bakar Minyak dengan jenis Pertalite di SPBU di bandingkan membeli jenis Pertamax di penjual eceran, faktor utamanya tentu saja karena harganya yang dirasa lebih terjangkau. Jadi dapat diambil kesimpulan dengan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minya (BBM) ini tanggapan para penjual bensin eceran yakni mereka merasa tidak setuju karena akibat dari kenaikan tersebut mereka mengalami penurunan omset.
Penulis : An Nisa Abdillah / Universitas Negeri Malang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda