24 C
Jakarta
Kamis, Mei 6, 2021

Bedah Pemanfaatan CNG, PPSDM Migas Gelar Pelatihan Distribusi Gas Alam dan Buatan Non Pipa

JURNALPOST – Compressed Natural Gas (CNG) selain digunakan sebagai bahan bakar kendaraan juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pembangkit, yang disimpan dalam storage bank (Skid tube) dengan tekanan 250 bar. Selain itu kurangnya pemanfaatan CNG, disebabkan oleh alokasi gas untuk pasar domestik yang masih belum mencukupi dan juga kesulitan mendapatkan pasokan gas yang disebabkan ketidaksesuaian permintaan dan suplai.

Pertama, lokasi sumber gas tersedia dan lokasi kebutuhan gas yang tersebar. Kedua, volume, yaitu antara volume gas yang tersedia dibandingkan yang dibutuhkan.   Ketiga, tata waktu penyerapan gas, yaitu antara sifat sumber gas yang memiliki persyaratan digunakan secara tetap berlainan dengan pola pemakaian listrik yang sangat besar pada malam hari, sehingga pemakaian gas tidak tetap atau fluktuatif.

Salah satu upaya PLN dalam mengatasi kendala kurangnya pasokan gas yaitu dengan menyimpan gas lapangan (gas pipa) ke dalam bentuk CNG, sehingga dapat dibawa dalam jumlah volume yang sesuai ke lokasi yang membutuhkan, dan diserap sesuai pola kebutuhan operasi pembangkit gas yang fluktuatif.

Dengan cara ini, PLN bisa meningkatkan nilai dari gas karena menggantikan BBM pada lokasi yang selama ini tidak ada pasokan gas maupun untuk meningkatkan pembangkit. PLN telah memetakan potensi pemanfaatan CNG untuk kawasan Indonesia Barat dan Timur.

CNG akan diarahkan untuk memanfaatkan potensi sumur-sumur gas dengan kapasitas relatif kecil, sumur gas marginal, gas flare dan kelebihan pasokan gas sesaat akibat pola penyerapan gas yang fluktuatif. Pemanfaatan CNG untuk menggantikan konsumsi BBM menghadapi kendala tidak tersedia pasokan gas pipa di sekitar lokasi pembangkit.

Sebagai terobosan untuk mengatasi masalah ini, PLN akan memakai CNG yang dikirim dari tempat lain dan ditransportasikan melalui laut.

Untuk mengelola hal tersebut diperlukan Sumber Daya Manusia yang kompeten dan sesuai dengan Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Pemberlakukan SKKNI Di Bidang Kegiatan Usaha Migas Secara Wajib dan Keputusan Menteri  Tenaga  Kerja  Dan  Transmigrasi Republik  Indonesia Nomor 125 Tahun 2014 Tentang Penetapan Standar    Kompetensi    Kerja    Nasional Indonesia Kategori Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas Dan Udara Dingin Golongan Pokok Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas Dan Udara Dingin Bidang Distribusi Gas Alam Dan Buatan Untuk Non Pipa.

Untuk itu PPSDM Migas melaksanakan Pelatihan Distribusi Gas Alam dan Buatan Non Pipa pada tanggal 12 – 14 April 2021 yang diikuti oleh pekerja dari PT Pembangkitan Jawa Bali Services.

Risdiyanta, Widyaiswara Muda dan sekaligus Pemimpin Pelatihan ini menjelaskan bahwa Pelatihan Distribusi Gas Alam Buatan Non Pipa merupakan pelatihan untuk membekali peserta pengetahuan tentang pengelolaan CNG (Compressed Natural Gas) meliputi Teknik Komunikasi, Operasi Penyimpanan Kompresi dan Distribusi CNG, Sarana dan Fasilitas Penyimpanan dan Distribusi CNG, Perhitungan Kuantitas CNG dan Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan.

“Mereka harus menjadi operator yang professional dan mampu melakukan pekerjaan di bidang distribusi gas alam dan buatan yang terkompresi yang sesuai dengan prinsip teknis berlaku umum dan relevan di bidang distribusi gas alam, melalui proses pengidentifikasian data dan pemilihan metode yang sesuai, didukung dengan kemampuan teknis yang kompeten, teknologi informasi, keahlian interpersonal dan komunikasi sehingga dapat mendistribusikan gas alam dengan aman dan lancar,” imbuh Risdiyanta ketika dihubungi melalui pesan singkat pada Kamis (15/04/2021).

Lebih jauh Risdi menjelaskan bahwa pekerja harus menguasai prinsip dasar yang relevan serta untuk menyelesaikan masalah dan/atau pekerjaan  di bidang distribusi gas alam pada perusahaan distribusi gas alam agar mampu melakukan evaluasi terhadap pencapaian hasil pekerjaan di bidang distribusi gas alam  yang menjadi tanggung jawabnya dan dapat mengarahkan orang lain pada sebuah perusahaan distribusi gas alam.

“Harapan kami setelah peserta mengikuti pelatihan ini adalah mereka mampu menguasai prinsip dasar dalam menyelesaikan masalah dan melakukan evaluasi setelahnya,” tutup Risdi.

Pelatihan yang dilakukan dalam 27 jam pelajaran ini mempunyai sasaran untuk pekerja migas, operator mother station CNG serta operator CNG untuk pembangkit.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.