Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Apa Itu Business Model Canvas dan Apa Keunggulannya?

Apa Itu Business Model Canvas dan Apa Keunggulannya?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 Januari 2020, 17.16 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
23 Jan 2020, 17.16 WITA · 4 menit baca
4 menit baca
Business Model Canvas
JURNALPOST - Business model canvas termasuk alat yang direkomendasikan untuk membuat pemodelan bisnis yang terstruktur dan sistematis dengan mencakup aspek pengembangan dan pengelolaan. Tapi yang menjadi pertanyaan dasar, apa itu business model canvas? Business model canvas (BMC) merupakan alat yang berguna untuk memvisualisasi semua aspek yang diperlukan untuk mengembangkan roadmap bisnis, termasuk konsumen, alur ke market, juga terkait rencana keuangan. Metode ini dikembangkan oleh Alexander Osterwalder.

Apa Itu Business Model Canvas?

Apa Itu Business Model Canvas Business model canvas merupakan representasi visual dari model bisnis yang akan diterapkan. Bentuknya berupa lembaran kertas yang berisi detil penjelasan strategi yang diperlukan bisnis supaya meraih sukses di market. Metode ini akan memaksa pebisnis untuk menuangkan ide bisnis dalam secarik kertas sehingga bisa memvisualisasi bisnis, mendeteksi kelemahan, dan menguji strategi. Dengan memahami apa itu business model canvas, bisnis akan lebih sesuai dengan ekspektasi konsumen. Bagian kanan dari BMC lebih berfokus pada kondisi eksternal, dalam ini konsumen. Sedang di bagian kiri, BMC lebih fokus pada situasi internal seperti bisnis serta produknya. Aspek internal eksternal bertemu di bagian value proposition sehingga memunculkan keseimbangan antara tuntutan dan harapan.

Komponen Business Model Canvas

Satu lembar business model canvas berisi sembilan kotak yang harus diisi, dan harus direvisi secara reguler guna memastikan model bisnis sesuai situasi yang berjalan. Tiap kotak mewakili komponen tertentu yang harus bisa dijawab. #1. Customer segment • Segmen seperti apa yang dipilih? • Siapa konsumen terpenting untuk bisnis? #2. Value proposition • Nilai seperti apa yang ingin disampaikan ke konsumen? • Konsumen seperti apa yang ingin dipuaskan? #3. Distribution channel • Dari channel seperti apa konsumen ingin dijangkau? • Channel seperti apa yang bagus dan berapa biayanya? • Bagaimana integrasi channel tersebut ke bisnis dan konsumen? #4. Customer relationship • Relasi seperti apa yang diinginkan konsumen terhadap suatu produk? • Bagaimana mengintegrasikan relasi tersebut ke dalam aspek harga dan format bisnis? #5. Revenue stream • Untuk nilai seperti apa yang diharapkan konsumen sehingga mau membeli produk? • Apa dan bagaimana mereka membayar produk atau jasa? • Berapa besar prosentase keuntungan tiap produk berkontribusi pada profit keseluruhan? #6. Key resource • Apa sumber kunci yang diperlukan value proposition? • Apa saja sumber daya yang penting untuk mendukung distribusi, relasi, profit, dan lainnya? #7. Key activities • Apa saja aktivitas kunci yang diperlukan value proposition? • Apa aktivitas kunci untuk produk, konsumen, meraih profit, dan lainnya? #8. Key partners • Siapakah kolega atau partner utama bisnis? • Apa yang motivasi di balik kerja sama tersebut? #9. Cost structure • Aspek mana yang paling banyak memakai anggaran? • Aktivitas atau sumber daya apa yang paling mahal?

Keunggulan Business Model Canvas

Keunggulan Business Model Canvas Pertumbuhan usaha merupakan harapan terbesar tiap pebisnis, dan metode business model canvas bia mewujudkan harapan tersebut. Terdapat beberapa keunggulan business model canvas, antara lain seperti: #1. Memberi tahu aspek terpenting Dengan BMC, pebisnis akan mendapat gambaran lebih lengkap tentang bisnis yang sedang dijalankan. Metode ini juga mampu menyorot aspek yang kurang penting sehingga bisa dihilangkan keberadaannya. BMC mampu mempertajam gambaran aspek yang penting untuk meningkatkan bisnis. #2. Dasar pemikiran BMC merupakan alat yang sempurna untuk membebaskan pemikiran. Berbagai model bisnis alternatif bisa dicoba, bahkan sangat mungkin menemukan kombinasi ide dari penerapan BMC. #3. Rencana terstruktur BMC mampu memberi ide bisnis baru dengan bentuk yang lebih terstruktur. Ini memberi keuntungan lebih karena bisa dicepat dipahami saat didiskusikan bersama. BMC menawarkan perspektif baru yang bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. #4. Mengedepankan kemandirian Dengan BMC, ide bisnis dapat divisualisasikan dengan jelas. Perusahaan juga bisa memanfaatkan BMC untuk membuat produk atau projek baru. BMC akan menunjukkan kemandirian dari kepentingan konflik karena memiliki gambaran jelas terkait persoalan dan solusi. #5. Sistematis BMC tak akan bisa menggantikan ide rencana bisnis yang begitu mendetil, tapi jika menampilkan ide bisnis dengan BMC, pebisnis bisa mendapat gambaran sistematis tentang rencana bisnis. Terlebih saat ini sudah banyak template BMC yang sudah tersedia. Dari semua penjelasan tentang apa itu business model canvas, metode ini patut dicoba karena mampu memberi pemahaman mendalam dan terstruktur tentang ide bisnis. Poin utamanya, BMC berperan layaknya pengingat apa yang penting dalam suatu bisnis.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/apa-itu-business-model-canvas-dan-apa-keunggulannya/10518/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 15.04 WITA

  • #Model Canvas

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pernah Bangkrut hingga Harus Mulai dari Nol, Derra Pratama Kini Banting Setir Jadi TikTok Affiliate

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

Pilihan Editor

  1. 1 Belajar dari Negeri Sakura: Bisakah Jepang Membantu Indonesia Memadamkan Karhutla?
  2. 2

    Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

  3. 3

    Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat

  4. 4

    Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

  5. 5

    Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.