Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Upaya Penggagalan Acara Asyura, Itikad Penghancuran Kebhinekaan Indonesia

Upaya Penggagalan Acara Asyura, Itikad Penghancuran Kebhinekaan Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Oktober 2016, 12.52 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Upaya Penggagalan Acara Asyura, Itikad Penghancuran Kebhinekaan Indonesia

Jurnalpost - Menanggapi penolakan acara penyelenggaraan Asyura yang diadakan di Makassar oleh beberapa pihak intoleran, sesepuh Dakwah Ahlul Bait Sulsel, Buya Nasir sangat menyayangkan hal tersebut (10/10/2016). “Seruan untuk pembubaran itu sendiri adalah bentuk provokasi yang mengadu umat Islam satu dengan yang lainnya. Apalagi mereka, berdasarkan banyak berita, mengancam akan melakukan pembubaran dengan segala tindakan kekerasan, bahkan dengan senjata tajam. Ancaman terhadap nyawa orang lain seperti ini sudah nyata-nyata pelanggaran hukum,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Buya Nasir yang juga ketua salah satu Yayasan Dakwah Ahlul Bait Sulsel ini juga menegaskan bahwa di negara Indonesia yang berdasarkan UUD 1945, kebebasan menjalankan keyakinan agama seharusnya mendapatkan jaminan negara apapun tantangannya. “Negara harus hadir. Aparat seharusnya membubarkan demo semacam itu, karena mengancam kebhinekaan dan kesatuan Indonesia dan nyawa orang lain, bukan malah tunduk pada keinginan sebagian pihak,” ujarnya.

IKLAN

Selama ini dakwah pengikut Ahlul Bait di Indonesia, menurutnya, sama sekali tidak pernah menimbulkan ancaman bagi NKRI, seperti dituduhkan. Bahkan dalam doktrin dakwah Ahlul Bait, kecintaan terhadap tanah air menjadi menjadi bagian tak terpisahkan. “Kalau ada perang antara Indonesia dengan negara manapun, umpamanya, doktrin kami adalah mati mempertahankan Indonesia. Kami tidak tahu yang lain,” tegasnya.

Indonesian City Commute at Dusk
Baca Juga

Analisis Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 2020–2024

IKLAN

Menurutnya, yang terjadi malah sebaliknya, semua teroris di Indonesia bukan dari madzhab Syiah, dan tidak pernah kejadian terorisme ditenggarai oleh orang-orang Syiah. “Mulai dari Santoso, Ashari, dan semua kejadian terorisme yang sering mengancam Indonesia itu ujung keyakinannya adalah wahabi radikal, yang cirinya adalah intoleran dan selalu mencari-cari dan menyalahkan pemahaman orang lain,” ujarnya mengutip kata-kata KH. Agil Siradj, ketua PBNU beberapa waktu yang lalu.

Dia berharap TNI dan aparat melakukan kajian dan penelitian mendalam terhadap elemen elemen yang menolak terhadap peringatan Asyura, karena kebanyakan ditunggangi oleh kelompok-kelompok radikal yang intoleran, dan seringkali mengancam keberagamaan orang lain. “TNI dan Polisi jangan malah sampai dihegemoni oleh propaganda dan hasutan mereka dan memberikan ruang pada mereka. Suatu saat mereka akan sangat berbahaya bagi kohesi sosial,” ujarnya lebih lanjut.

Madzhab Syiah juga bukan Madzhab terlarang di Indonesia. Peringatan Asyuro juga tradisinya banyak dijumpai di semua bagian daerah Indonesia. “ Kalau kita lihat mulai dari Aceh, bahkan di Sulsel ini, acara Asyuro dalam bingkai budaya banyak dilakukan. Penolakan-penolakan terhadap acara semacam ini sungguh tidak sesuai dengan cita-cita didirikannya negara ini dan hanya berdasarkan fitnah dan hasutan, bukan kajian yang mendalam,”ujarnya.

Pernyataan Buya ini menanggapi beberapa orang yang mengklaim mewakili umat Islam Sulsel, dan bahkan sempat mengintimidasi ketua MUI Sulsel untuk menandatangani penolakan digelarnya upacara Asyuro. “Padahal apa yang dirugikan dari peringatan itu? Kami mengingat kepahlawanan Imam Hussain, salah satu Keluarga Nabi yang tiap sholat, kita kirimkan sholawat padanya. Mencintainya adalah kewajiban. Mengapa harus dilarang?” pungkasnya.

Unity in Diversity Campus Gathering
Baca Juga

Bhinneka Tunggal Ika Tidak Cukup Jadi Semboyan: Peran Psikologi Multikultural dalam Merawat Keberagaman

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/upaya-penggagalan-acara-asyura-itikad-penghancuran-kebhinekaan-indonesia/3266/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.12 WITA

  • #Acara Asyura
  • #Indonesia
  • #Kebhinekaan
  • #citizen reporter

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Pilihan Editor

  1. 1 Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia
  2. 2

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  3. 3

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  4. 4

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. 5

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.