Klaten, JurnalPost.com, 24 Juli 2023 - Pada Senin siang, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro dari Jurusan Teknik Industri melaksanakan program kerja monodisiplin dengan menerapkan konsep Green Industry di Dukuh Tanjung Sari, Desa Karangjoho, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Program ini bertujuan untuk mengolah limbah sekam menjadi briket sebagai upaya untuk mengurangi jumlah limbah sekam yang menggunung di desa tersebut.
Di bawah bimbingan Bu Amini dan Bu Saji, warga yang peduli terhadap lingkungan, program ini dihadiri juga oleh ibu-ibu PKK Desa Karangjoho. Mereka menyambut baik dan antusias dengan upaya mahasiswa dalam mencari solusi atas permasalahan lingkungan yang cukup urgensi ini. Pemerintah desa dan beberapa tokoh masyarakat telah menyoroti masalah limbah sekam yang terus meningkat, terutama setelah panen padi. Para petani cenderung membakar sekam sebagai cara cepat untuk membersihkan lahan pertanian mereka. Praktik ini menyebabkan polusi udara dan berdampak negatif pada kesehatan pernapasan warga sekitar.
Oleh karena itu, Dhiyar sebagai mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Jurusan Teknik Industri mengambil inisiatif untuk mengolah limbah sekam menjadi briket sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis tinggi. Briket yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang efisien dan memiliki nilai jual yang tinggi dibandingkan arang biasa.
Kegiatan ini diawali dengan menunjukkan beberapa bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan briket dari limbah sekam yang terdiri dari kaleng bekas untuk proses pirulasi, limbah sekam yang kering, dan tepung kanji. Setelah itu terdapat penayangan video pembuatan briket dan leaflet yang berisi pengenalan tentang briket, tahapan pembuatan, dan manfaat dari briket limbah sekam.

Pembuatan briket dari limbah sekam diawali dengan memasukkan sekam kedalam sebuah kaleng atau wadah besi dan sejenisnya kemudian dilakukan pembakaran kaleng yang sudah berisi sekam tadi selama 2-3 jam apabila menggunakan kaleng sederhana dan api kecil sedangkan apabila menggunakan plat besi besar dan api besar pembakaran dilakukan selama kurang lebih 1 jam. Kemudian membuat adonan tepung kanji dengan menggunakan air dingin terlebih dahulu setelah tercampur maka panaskan sampai menggumpal. Selanjutnya campurkan arang sekam yang sudah ditumbuk dan tepung kanji dengan proporsi 1:7. Cetak briket dengan cetakan pralon atau bambu. Terakhir adalah keringkan briket dengan cara dipanggang atau dikeringkan dengan sinar matahari sampai kering. Dengan panduan yang jelas, ibu-ibu PKK sangat antusias untuk mendengarkan dan juga berkeinginan untuk mencoba membuatnya dirumah.
Selain itu, dilakukan sosialisasi tentang manfaat dan nilai jual dari briket limbah sekam yang tinggi. Ibu-ibu PKK diberikan pemahaman tentang pentingnya pengurangan limbah, dampak positif dari penggunaan briket sebagai bahan bakar, serta potensi nilai ekonomis yang dapat diperoleh melalui produksi dan penjualan briket ini.
Bu Amini, selaku tokoh masyarakat yang hadir, menyatakan dukungannya terhadap program ini. "Saya sangat senang melihat para mahasiswa berkontribusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan di desa kita. Selain itu, Saya akan mencobanya dirumah karna Saya rasa, ini merupakan trobosan baik untuk pengolahan briket dari limbah sekam," ucapnya.
Program kerja monodisiplin ini menunjukkan komitmen para mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro khususnya Mahasiswa Jurusan Teknik Industri dalam berperan aktif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui aplikasi praktis dari konsep Green Industry, mereka telah memberikan solusi yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Semoga program ini menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lainnya untuk menghadapi tantangan lingkungan dengan pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif. Dengan kerjasama masyarakat, pemerintah, dan kalangan akademisi, upaya pelestarian lingkungan dapat terus ditingkatkan demi masa depan yang lebih baik.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda