Oleh: Deltin Butungan Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
JurnalPost.com - Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dengan potensi kelautan dan perikanan yang sangat melimpah. Sulawesi Selatan terletak di daerah yang strategis kareana menjadi pintu gerbang kawasan Timur serta menfasilitasi kota Makassar sebagai ibu kota Sulawesi Selatan dengan berbagai kabupaten yang ada di provinsi ini. Hal ini mendukung usaha pembudidayaan yang ada di Sulawesi Selatan dari segi fasilitas dan pemasaran. Keragaman sumber daya laut seperti ikan, udang,kepiting cumi, rumput laut dan lain sebagainnya sangat banyak dijumpai di laut Sulawesi Selatan , salah satu sumber daya laut dari sektor perikanan yang memiliki potensi paling besar yaitu rumput laut.
Di Sulawesi Selatan rumput laut telah dinobatkan sebagai salah satu komuditas unggulan oleh Pemerintah setempat hal ini dikarenakan rumput laut memiliki banyak peminat, memiliki harga yang menguntungkan, menyerap tenaga kerja, mudah untuk dilakukan serta dilakukan secara massal. Potensi produksi rumput laut di Sulawesi Selatan sebesar 15,144, 8 ton pada tahun 2006 , Kemudian di tahun 2014 sebesar 3.377.689 ton dan pada tahun 2016 produksi rumput laut mencapai 3.941.648,8 ton. Selain potensi rumput laut yang besar potensi sumberdaya manusia yang bergerak di bidang budidaya laut dan tambak juga cukup besar yaitu mencapai sekitar 50.755 Rumah Tangga Perikanan, sehingga potensi lahan budidaya yang besar ini serta sumberdaya manusia yang cukup dapat menjadi peluang dan prospek pengembangan budidaya perikanan termasuk rumput laut di Sulawesi Selatan khususnya pembudidayaan dibidang tambak.
Rumput laut yang banyak ditemukan di Sulawesi Selatan yaitu Eucheuma cottoni dan Eucheuma sp kemudian terdapat juga jenis Gracilaria sp yang banyak ditemukan serta dibudidayakan di tambak. Pengembangan budidaya rumput laut ini memiliki prospek yang sangat besar terutama rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan Gracilaria sp yang memiliki tingkat pemanfaatan yang luas serta harganya yang tinggi, jenis rumput laut ini sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kosmetik, bahan pangan, bahan pembuatan agar, obat-obatan, bahan pembuatan nata de seaweed dan lain sebagainya.
Rumput laut mengandung serat dan nutrisi yang baik bila diolah menjadi bahan pangan, dalam 100 gr rumput laut terdapat 10 gr karbohidrat, 2 gr protein, dan 1 gr lemak serta dapat memenuhi 15% hingga 35% kebutuhan serat bagi manusia serta 27% hingga 180% , kemudian magnesium 15%- 60% kalsium, dan 3-20% kebutuhan harian besi. Selain itu rumput laut sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kosmetik karena terdapat kandungan vitamin C yang dapat mencerahkan dan meremajakan kulit serta kandungan ascophyllum nodosum seaweed mampu menjadi sunscreen alami bagi kulit wajah agar terhindar dari kerusakan akibat sinar matahari.
Salah satu potensi pengembangan yang dapat dikembangkan oleh masyarakat yaitu pembuatan nata de seaweed. Rumput laut yang menjadi bahan dasar nata de seaweed memiliki kandungan polisakarida yang cukup besar untuk menjadikan bahan yang potensial sebagai sumber serat pangan. Kandungan serat dan nutrisi yang baik menjadi nilai lebih rumput laut apabila digunakan sebagai bahan baku nata de seaweed. Nata de seaweed memiliki kandungan gizi yang baik, nata ini memiliki kandungan serat kasar lebih tinggi, dan memiliki kandungan air yang lebih rendah, sehingga lebih kenyal dan awet.
Oleh karena itu selain menjual rumput laut secara langsung masyarakat dapat berkreasi dan menambah keterampilan dengan memanfaatkan potensi rumput laut yang mereka miliki dengan cara membuat produk berupa Nata de seaweed. Pembuatan Nata de seaweed ini juga lebih mudah dan gampang untuk dipraktekan oleh masyarakat disulawesi selatan. Sehingga produk yang mereka buat dapat dipasarkan dan bersaing dengan produk lain. sehingga masyarakat mendapatkan pemasukan tambahan dan membantu perokonomian tidak hanya dari penjualan rumput laut secara langsung saja.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda